Channel9.id, Jakarta. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, menegaskan polemik anggaran pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) senilai Rp1,8 triliun bukan merupakan ranah yang menjadi tanggung jawabnya. Ia meminta pihak yang pertama kali menyampaikan informasi tersebut untuk memberikan penjelasan kepada publik.
“Saya tidak pernah ngomong soal kipas angin. Itu urusan sarana dan prasarana. Yang ngomong, ya suruh dia yang jelasin,” ujar Joao kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Joao mengatakan dirinya tidak pernah menyampaikan pernyataan mengenai pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun yang belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia juga enggan menanggapi kritik yang disampaikan Anggota Komisi VI DPR terhadap anggaran tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Menurutnya, dirinya tidak memiliki kewajiban menjelaskan isu yang bukan berasal dari pernyataannya.
“Yang ngomong suruh jelasin. Saya cuma jelasin apa yang saya sampaikan dan apa yang saya tahu. Masa orang lain yang ngomong, saya yang jelasin?” katanya.
Joao mengaku hanya mengetahui polemik tersebut dari pemberitaan media. Karena itu, ia memilih tidak ikut mencampuri pembahasan yang menurutnya tidak berkaitan langsung dengan dirinya.
“Saya juga tahunya dari berita. Biar saja, itu bukan urusan saya,” ucapnya.
Meski demikian, Joao menjelaskan Agrinas Pangan memang mendapat penugasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selama dua tahun. Penugasan itu meliputi pembangunan, pengadaan, hingga operasional koperasi.
“Kami ditugaskan mengelola selama dua tahun, mulai dari pembangunan, pengadaan, sampai menjalankannya,” kata Joao.
Polemik anggaran kipas angin mencuat setelah Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan informasi mengenai pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi pada pertengahan Juli. Mufti mengaku belum memperoleh penjelasan resmi dari pemerintah terkait kabar tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pengadaan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan tanggung jawab Agrinas Pangan. Menurutnya, pemerintah hanya menanggung pembayaran pembiayaannya, sedangkan pengelolaan berada di bawah Agrinas.





