Connect with us

Techno

Distribusi Set Top Box TV Digital Berpotensi Terpengaruh PPKM

Published

on

Distribusi Set Top Box TV Digital Berpotensi Terpengaruh PPKM

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa pihaknya masih menggodok persiapan untuk distribusi set top box (STB). Untuk diketahui, STB ialah perangkat yang dipasang di TV analog agar bisa menangkap siaran TV digital.

“Persiapan, mekanisme dan koordinasi distribusi set top box dengan pihak terkait masih terus dimatangkan,” tutur Marvels Situmorang, Direktur Pengembangan Pitalebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, dikutip belum lama ini.

Baca juga: Kominfo Tegaskan TV Digital Tak Perlu Internet

Marvels memprediksi rencana distribusi STB akan terpengaruh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4—yang diperpanjang setidaknya hingga 9 Agustus mendatang.

STB subsidi akan dibagikan kepada rumah tangga miskin yang memiliki TV yang belum menunjang siaran digital. Rumah tangga yang dimaksud tak terbatas pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Perangkat ini akan didistribusikan secara bertahap, sesuai dengan tahapan analog switch off (ASO) di Indonesia—di mana ada lima tahapan secara total.

Di tahap I, ASO berlangsung paling lambat di 17 Agustus nanti, di wilayah Aceh 1, Kepulauan Riau 1, Banten 1, Kalimantan Timur 1, Kalimantan Utara 1 dan Kalimantan Utara 3. Setelah 17 Agustus, wilayah-wilayah ini hanya akan menerima siaran TV teresterial digital.

Secara rinci, jumlah penerima STB subsidi di masing-masing daerah yaitu sebanyak 90.695 jiwa di wilayah siaran Aceh 1 17.046, Banten 1 14.544, Kalimantan Timur 1 29.368, Kalimantan Utara 1 6.818, Kalimantan Utara 3 4.646 dan Kepulauan Riau 1 18.273.

Adapun pemerintah menaksir ada sekitar 27 juta jiwa keluarga miskin, dengan penghitungan satu keluarga memiliki empat orang anggota, maka diperlukan 6,5 hingga 7 juta unit set top box untuk subsidi.

Kominfo menjelaskan bahwa ada tiga cara distribusi STB yaitu disalurkan di lokasi tertentu sesuai kesepakatan, diantar langsung ke rumah penerima bantuan, atau disalurkan oleh penyelenggara multipleksing di luar cara-cara tadi.

Untuk diketahui, STB subsidi sendiri merupakan komitmen penyelenggara multipleksing siaran TV teresterial digital, sesuai dengan wilayah siaran, dan pemerintah jika jumlah STB tersebut tidak mencukupi.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Kominfo Klarifikasi Soal Tudingan Kebocoran Data di PeduliLindungi

Published

on

By

Kominfo Klarifikasi Soal Tudingan Kebocoran Data di PeduliLindungi

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan tak ada kebocoran data aplikasi PeduliLindungi. Sebab data para penggunanya disimpan di cloud.

“Tak terjadi kebocoran data di PeduliLindungi, karena data-datanya berada di cloud di dalam negeri, baik di cloud Kominfo maupun di cloud mitra Kementerian Kesehatan yang menangani PeduliLindingi”, pungkas Menkominfo Johnny G Plate, saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (21/9).

Baca juga: DPR Desak Kominfo Serius Lindungi Data Strategis Milik Negara

Johnny mengklarifikasi tuduhan kebocoran data sejumlah tokoh nasional di PeduliLindungi. Menurutnya, data itu bukan diambil paksa dari platform tersebut, melainkan data tersebut sudah jadi public domain secara tanpa hak.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya penyelesaian secara hukum karena aksi tersebut dinilainya ilegal. “Ini masalahnya adalah tindakan-tindakan kriminal atau tindakan yang tidak sesuai aturan, ilegal terhadap data pribadi masyarakat oleh oknum-oknum yang perlu mendapat penegakan hukum di ruang fisik,” tutur dia.

“Kalau dibiarkan, maka semua pejabat publik yang diamanatkan oleh undang-undang agar data pribadinya dengan konsennya masing-masing dipublish kepada publik akan mengalami masalah yang sama,” sambungnya.

Sebagai antisipasi, kata Johnny, pemerintah telah meminta Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk meningkatkan sumber daya teknologi, serta melindungi dan menjamin keamanan data pribadi.

Ia juga menegaskan bahwa Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) mengamanatkan negara harus hadir menjamin pelindungan terhadap masyarakat, baik terhadap hal-hal yang bersifat fisik maupun pribadi.

“Dalam rangka melaksanakan kewajiban itu, penugasan-penugasan diberikan, termasuk kepada PSE untuk melaksanakan tugas-tugasnya,” tandas Johnny.

(LH)

Continue Reading

Techno

Apple Kembangkan Pendeteksi Kesehatan Mental

Published

on

By

Apple Kembangkan Pendeteksi Kesehatan Mental

Channel9.id-Jakarta. Apple tengah mengembangkan cara untuk mendeteksi dan mendiagnosis kondisi kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan penurunan kognitif, menggunakan iPhone.

The Wall Street Journal mengatakan bahwa para peneliti berharap analisis data bisa menunjukkan perilaku yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mental tersebut. Adapun data yang dimaksud seperti mobilitas, pola tidur, dan bagaimana karakter seseorang.

Selain itu, pengukuran lain mencakup analisis ekspresi wajah, detak jantung, dan pernapasan. Semua pemrosesan akan dilakukan di perangkat, tanpa mengirim data ke server Apple.

Apple saat ini sedang mengerjakan proyek penelitian demi pengembangan fitur-fitur ini. Bersama dengan University of California, Los Angeles (UCLA), mereka mempelajari tentang stres, kecemasan, dan depresi, dengan data Apple Watch dan iPhone. Penelitian yang dimulai sejak awal 2021 ini melibatkan 3.000. Sebelumnya, pada 2020 lalu, dilakukan tahap percontohan yang melibatkan 150 peserta.

Para peneliti akan membandingkan data dari sensor iPhone dan Watch—di mana peserta harus mengisi kuesioner terkait perasaan mereka. Mereka juga mengukur tingkat hormon stres kortisol di folikel rambut peserta.

Perihal penelitian itu, Apple dan UCLA mengumumkan pada Agustus 2020 bahwa studi bisa memakan waktu, paling tidak, tiga tahunan.

Proyek penelitian lain juga sedang dilakukan Apple bersama perusahaan farmasi Biogen. Pada Januari lalu, mereka mengatakan sedang melakukan penetilian—yang mungkin memakan waktu dua tahun—untuk memantau fungsi kognitif dan mungkin menemukan gangguan kognitif ringan, yang berpotensi berkembang menjadi Alzheimer. Dalam penelitian ini, mereka akan melibatkan sekitar 20.000 peserta, di mana setengahnya berisiko tinggi mengalami gangguan kognitif.

Jika data dari studi memang sejalan dengan gejala depresi atau kecemasan, maka Apple bisa memanfaatkan data tersebut. Data ini bisa menjadikan patokan dalam membuat fitur pendeteksi kondisi kesehatan mental. Hasil deteksi ini nantinya memungkinkan iPhone akan mendorong penggunanya mencari perawatan, yang mana deteksi dini ini bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

Apple dan mitranya masih dalam tahap awal pekerjaan ini, jadi mungkin perlu beberapa tahun sebelum akhirnya perusahaan menambahkan fitur pemantauan kesehatan mental ke iPhone. Jadi, belum bisa dipastikan apakah penelitian akan mengarah ke fitur ini.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap orang yang terlibat di penelitian menggunakan perangkat dengan cara yang berbeda-beda. Mengingat hal ini, belum jelas apakah pengembang bisa membangun algoritme yang bisa mendeteksi kondisi kesehatan mental secara andal dan akurat.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir ini, Apple fokus pada masalah kesehatan. Jadi, ada kemungkinan fitur berdasarkan penelitian itu akan muncul.

(LH)

Continue Reading

Techno

YouTube Uji Coba Unduh Video di Web

Published

on

By

YouTube Uji Coba Unduh Video di Web

Channel9.id-Jakarta. Selama ini, tak ada fitur resmi untuk menangkap video dari YouTube di web. Biasanya seseorang datang ke situs web berisiko atau merekam video dari desktop, untuk mendapat video. Namun, YouTube kini menghadirkan tombol unduh video untuk para pengguna komputer.

Android Police melaporkan bahwa fitur tersebut masih dalam tahap uji coba untuk para pelanggan Premium. Pembaruan ini bukan hal mengejutkan, sebab YouTube sendiri sudah menawarkan unduhan video seluler juga.

Baca juga:  Izinkan Kreator Kecil Gunakan Fitur Community

Dilandir dari Engadget (22/9), nantinya pengguna akan melihat tombol unduh tepat di sebelah opsi “bagikan” di bawah video, atau di samping menu tiga titik saat sedang berselancar. Setelah mengunduh video, unduhan akan ditempatkan di “library” YouTube offline. Pengguna bisa memilih resolusi dari 144p hingga 1080p. Pada titik ini, tampaknya atau ada batasan ukuran apa pun—terlepas dari ruang penyimpanan yang tersedia.

Entah pengguna suka mengunduh atau tidak, setidaknya pembaruan itu menjadi hal yang bagus untuk perjalanan di masa mendatang.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC