Connect with us

Ekbis

Emas Antam ‘Terbang’, Naik Rp.10.000

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp10.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (04/11). Logam mulia Antam ini diperdagangkan Rp 1.004.000 per gram.

Sebelumnya emas Antam dijual Rp994.000 per gram pada perdagangan Selasa (03/11).  Sementara itu, harga buy back atau beli kembali berada di level Rp 896.000 per gram.

Baca juga: Naik Tipis, Harga Emas Antam Dibanderol Rp994.000

Berikut daftar harga emas Antam Rabu, 4 November 2020:

– 0,5 gram Rp 527.000

– 1 gram Rp 1.004.000

– 2 gram Rp 1.948.000

– 3 gram Rp 2.897.000

– 5 gram Rp 4.800.000

– 10 gram Rp 9.535.000

– 25 gram Rp 23.712.000

– 50 gram Rp 47.345.000

– 100 gram Rp 94.612.000

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Lepas Ekspor Senilai Rp23,75 Triliun, Jokowi: Jangan Berpuas Diri

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo melepas ekspor produk-produk Indonesia yang bernilai  total nilai US$1,64 milyar atau setara Rp23,75 triliun. Kegiatan pelepasan ekspor tersebut dilakukan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (04/12).

“Memang, di situasi pandemi dan perekonomian global yang sedang lesu saat ini berdampak pada pasar ekspor yang juga pasti menurun. Namun, kita tidak boleh menyerah, kita harus melihat dengan lebih jeli peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang juga sekarang ini sedang mengalami pandemi,” ujarnya.

Sebagai informasi, ekspor Indonesia periode Januari hingga Oktober 2020 lalu terbilang menggembirakan, yakni mengalami surplus sebesar US$17,07 miliar. Namun, Kepala Negara meminta pihaknya tak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut.

Jokowi pun menyebut, potensi ekspor Indonesia masih jauh lebih besar dari nilai tersebut.

Baca juga: Kunjungan ke Jepang, Luhut Minta Dukungan Pembentukan SWF Indonesia 

“Saya melihat ketertinggalan tidak harus membuat kita pesimistis. Tidak ada jalan bagi kita selain melakukan langkah-langkah perbaikan dan pembenahan. Diperlukan reformasi besar-besaran pada ekosistem berusaha bagi eksportir kita,” ucapnya.

Jokowi mengingatkan, persoalan yang menghambat kinerja ekspor Indonesia harus terus dicermati dan dicarikan solusinya. Regulasi yang rumit serta prosedur birokrasi yang menghambat juga harus segera dipangkas.

Dalam konteks kerja sama regional, sambungnya, negosiasi terhadap perjanjian-perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) juga harus dipercepat, utamanya terhadap negara-negara yang potensial untuk menjadi pasar bagi produk-produk ekspor Indonesia.

“Atase perdagangan dan ITPC harus mampu menjadi market agent dan melakukan market intelligence. Daya saing eksportir khususnya usaha kecil dan menengah harus terus ditingkatkan. Gandeng UKM di seluruh Indonesia menjadi satu kesatuan yang kuat untuk memenuhi pesanan,” tandasnya.

Continue Reading

Ekbis

Kunjungan ke Jepang, Luhut Pastikan NIA Mencapai 20 Miliar USD

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pada 2021 investasi dari beberapa negara ke dalam Nusantara Investment Authority (NIA) mencapai 20 miliar dolar AS. Kemudian tambahan senilai 4 miliar dolar AS dari Bank Kerjasama International Jepang (JBIC). Hal itu disampaikan Menko Luhut dalam lawatannya ke sekitar 20 pengusaha di Jepang.

“Dari satu perusahaan saja JBIC sudah sepakat untuk investasi 4 miliar USD ke NIA. Lalu dari sebuah perusahaan asuransi besar Nippon Insurance juga sepakai investasi tapi angkanya belum. Kekayaan dia 1,3 triliun USD. Belum lagi dari sekitar 20 perusahaan Jepang yang saya temui dua hari terakhir ini semua mau ikutan investasi,” kata Luhut seperti dilansir Tribunnews, Jumat (04/12).

Baca juga: Lawatan ke Jepang, Luhut Minta Dukungan Pembentukan SWF Indonesia 

Dengan demikian, lanjut Luhut, aset semua BUMN Indonesia pada 2021 dipastikan NIA memiliki nilai sedikitnya 20 miliar USD.

“Plus investasi dari beberapa negara lain, mungkin nantinya kalau terkumpul bisa mencapai satu triliun USD nantinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, pencarian investasi Jepang akan akan dilanjutkan gelombang kedua ke daerah Osaka pada Februari 2021. “Saya dengar banyak perusahaan besar Jepang juga di Osaka, ya kita ke Osaka lah Februari tahun depan,” jelasnya.

Luhut menjelaskan, NIA diperuntukkan bagi proyek infrastruktur di Indonesia seperti jalanan, dermaga atau pelabuhan, bandara, dan sebagainya.

“Semua perusahaan Jepang ingin masuk ke Indonesia. Kita harus menyentuh sampai level terbawah perusahaan Jepang sehingga bisa lebih banyak lagi kita dapat investasi buat Indonesia. Selain itu kita juga akan ke Korea karena nantang kita datang. Kita harus lebih agresif lagi,” terangnya.

Tak hanya itu, Luhut juga mengungkapkan jika dirinya ditantang perusahaan Jepang untuk pembangunan rumah sakit internasional di Bali.

“Kita harus cepat-cepat persiapkan untuk Bali karena sudah ditantang untuk buat rumah sakit besar di Bali bagi warga Jepang sehingga mereka bisa dirawat di sana nantinya,” tandasnya.

Continue Reading

Ekbis

PT Garam Bekerjasama ITS, Tingkatkan Produktivitas Industri Garam

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Sepak terjang industri garam di Indonesia masih menemui banyak hambatan, salah satunya adalah masalah kualitas dan kuantitas hasil produksi. Menghadapi masalah tersebut, PT Garam (Persero) ajak kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan produktivitas industri garam di Indonesia.

Berlangsung di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, MoU ini ditandatangani langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dan Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Ardianto.

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh Direktur Operasi PT Garam (Persero) Hartono, dalam pidato pembukaannya, Achmad Ardianto menyampaikan bahwa garam merupakan kebutuhan dalam berbagai sektor kehidupan.

“Industri garam di Indonesia menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat,” tutur pria yang biasa disapa Didi ini, Jumat (04/12/2020).

Sayangnya, lanjut Didi, kualitas garam yang belum maksimal dan ketidakstabilan harga garam produksi lokal seringkali membuat banyak pihak beralih menggunakan garam impor. Karena itu, perlu upaya lebih untuk membangun suatu ekosistem garam nasional yang dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu mitra strategis petambak garam di Indonesia, PT Garam (Persero) mencanangkan kolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelola Usaha (DKPU) ITS.

“Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya ITS untuk menciptakan produk berkualitas premium dan memiliki ekosistem yang bagus,” ungkap Didi.

Bentuk kolaborasi tersebut ialah melakukan pemetaan leveling dengan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan pemetaan terestrial yang akan dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Sains Teknologi Kelautan dan Kebumian DRPM dan Departemen Teknik Geomatika ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Pemetaan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan garam ini akan dilakukan pada lahan seluas 1.100 hektare di Kabupaten Sampang dan lahan seluas 2.500 hektare yang berlokasi di Kabupaten Sumenep milik PT Garam (Persero).

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menjabarkan bahwa kegiatan kerja sama ini akan segera dilaksanakan pada akhir Desember 2020 nanti.

“Pada waktu tersebut proses produksi garam sedang berhenti sementara, sehingga lahan bisa dimanfaatkan untuk proses pemetaan leveling,” terang rektor yang akrab disapa Ashari ini.

Tidak berhenti di situ, dalam penandatanganan nota kesepahaman ini dibahas pula berbagai peluang lain yang akan menjadi bentuk kerja sama ke depannya. Agenda yang pertama ialah proses pengawasan dan otomasi pintu air irigasi pada PT Garam (Persero) yang akan dilakukan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mechatronics and Industrial Automations di bawah koordinasi DKPU ITS.

Selain itu, ada topik potensi pemanfaatan limbah bittern (air tua) dalam mendukung upaya zero and safe waste discharge dari proses pengolahan di PT Garam (Persero) yang akan dapat diaktualisasikan oleh Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan DRPM ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Terakhir, akan ada juga analisa kajian risiko kawasan dan mitigasinya beserta kajian penataan kawasan pada PT Garam (Persero) yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim DRPM ITS di bawah koordinasi DKPU ITS.

Menyambut aneka kerja sama strategis dengan tangan terbuka, Ashari berharap agar ITS dapat terus menyebarkan bibit kebaikan dan hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia maupun untuk institusi sendiri.

“Masih banyak hal yang bisa dilakukan, semoga kerja sama berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ucap guru besar Teknik Elektro ITS itu.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC