Channel9.id-Jakarta. Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan. Demikian dengan film Hasut yang berkisah tentang empat orang yang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan.
Ada permintaan untuk menonton film ini di bioskop. Pernyataan ini rupanya bukan sekadar promosi belaka. Sound design disebut jadi alasan utama mengapa film ini sebaiknya ditonton langsung di bioskop.
Awalnya, Rachel Amanda menegaskan elemen suara menjadi inti utama yang membedakan pengalaman menonton Hasut di bioskop dan di rumah.
“Film ini tuh berkutat dengan suara, sound. Jadi sayang banget kalau nontonnya enggak di bioskop. Experience-nya tuh akan beda kalau nontonnya nanti ketika mungkin sudah masuk di platform,” ujar Rachel dalam acara film Hasut yang dihelat di Senayan City, Kamis (10/9/2026).
Sensasi menonton di layar lebar dengan sistem suara sinema, menurut Rachel, tidak bisa disamakan dengan menonton di rumah lewat platform digital. Kualitas audio yang maksimal jadi kunci utama menikmati keseluruhan cerita film ini secara utuh.
Produser Siera Tamihardja bahkan mengungkap bocoran lain mengenai pentingnya elemen suara dalam film yang tayang di bioskop.
Siera mengungkap bahwa audio dalam film ini didesain secara khusus untuk penayangan di bioskop.
“Ada frekuensi yang cuma bisa didengar di bioskop. Beneran ini spoiler aja ya. Jadi kalau misalnya nonton di tempat lain takutnya enggak kedengeran,” begitu bocoran dari Siera.
Frekuensi rahasia tersebut disebut Siera bakal memengaruhi persepsi penonton soal siapa tokoh yang layak dipercaya sepanjang cerita.
“Di film ini enggak ada yang benar dan enggak ada yang salah. Jadi kalian harus nonton di bioskop untuk berantem sama teman yang nonton, untuk punya jagonya masing-masing. Apakah Karina, Manda, Lio, atau Kevin, siapa yang kamu percaya,” tutur Siera.
Sementara itu produser Putrama Tuta mengakui bahwa Hasut merupakan film dalam genre berbeda dengan yang selama ini mereka rilis, seperti Catatan Harian Si Boy.
“Saya dihasut berat sama cewek-cewek ini, parah, sampai saya sendiri amazed pas lihat hasilnya ternyata kita punya empat aktor yang mungkin saya bisa bilang they are the best of this generation,” ungkap Putrama.
Ia juga menambahkan, bahwa pengalaman menonton di bioskop mampu menghadirkan refleksi personal yang tidak akan didapat lewat platform lain. Setiap penonton berpotensi mempertanyakan posisi diri mereka sendiri.
“Kalau kita nonton ini tidak di bioskop, kita hanya akan melihat sebuah cerita. Tapi pada saat kita nonton ini di bioskop, saya yakin setiap orang bisa punya pertanyaan sama dirinya sendiri. Apakah kamu yang terhasut atau emang kamu yang menghasut,” jelas Putrama.
Sutradara Ilya Sigma menggarap Hasut bersama penulis naskah Priesnanda Dwisatria, menghadirkan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova sebagai pemeran utama.
Kisah bermula dari empat orang yang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan, namun perjalanan yang seharusnya membawa kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka.
Suara-suara hasutan mulai muncul di tengah hutan, mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi di antara keempat tokoh tersebut.
Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikiran, sementara hutan berubah menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka satu sama lain.
Film ‘Hasut’ tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 8 Oktober 2026 mendatang
Kontrobutor: Akhmad Sekhu




