Lifestyle & Sport

Film ‘Lobang Buaya’ Dijadwalkan Siap Tayang di Bioskop Mulai 1 Oktober 2026

Channel9.id-Jakarta. Dunia film Indonesia maju berkembang dengan tetap adanya produksi film yang siap tayang. Demikian dengan rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Films yang merilis trailer dan poster film ‘Lobang Buaya’. Sebuah film yang dijadwalkan siap tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.

Film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu berlatar waktu satu tahun sebelum peristiwa tragis tahun 1965, yang mencakup kejadian pembantaian massal dan kerusuhan.

“Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika dengar peristiwa ’65? Jawabannya adalah horor,” kata Hanung sebagaimana dikutip dalam siaran pers rumah produksi Adhya Pictures di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Lebih lanjut, Hanung menerangkan pilihan genre film tersebut. “Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas,” terangnya.

Sebelum dirilis di Indonesia, film ‘Lobang Buaya’ diputar di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan dan International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 di Belanda.

Cerita film ‘Lobang Buaya’ dimulai tahun 1964, ketika Desa Lobang Buaya dilanda teror pembunuhan berantai.

Materi promosi film yang dirilis pada Jumat memperlihatkan upaya Letnan Soegeng, yang diperankan oleh Baskara Mahendra, untuk menemukan dalang pembunuhan misterius yang terjadi setiap tanggal 30 di desa tersebut.

“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk mencari dalang di balik misteri pembunuhan berantai ini,” kata Baskara.

“Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang enggak cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” katanya.

Film ini mengisahkan tentang penyelidikan seorang detektif bernama Letnan Soegeng terhadap serangkaian pembunuhan misterius di Desa Lobang Buaya pada era 1960-an

Setahun sebelum pecahnya tragedi 30 September 1965, Desa Lobang Buaya diguncang serangkaian pembunuhan misterius terhadap para tokoh desa.

Korban-korban ditemukan dengan punggung berlubang dan tubuh yang disayat membentuk kata-kata seperti: Tamak, Lamis, dan Maruk, seolah pembunuhan itu bukan sekadar pembantaian, melainkan sebuah pesan.

Saat isu tentang Hantu Bolong menyebar dan ketegangan politik mulai merambat ke desa, Letnan Soegeng ditugaskan mengungkap siapa dalang di balik teror yang perlahan memecah masyarakat.

Di saat yang sama, istri baru sang Letnan bernama Arum Wangi, diteror arwah perempuan yang terus menuntut.

Ketika arwah itu memanggil Arum dengan sebutan Ronggeng, Soegeng menyadari bahwa teror di rumahnya bukanlah peristiwa terpisah, melainkan bagian dari sebuah ritual gelap yang sengaja dirancang untuk menabur ketakutan dan mengubah arah sejarah.

Semakin dekat ia pada kebenaran, semakin jelas bahwa pembunuhan-pembunuhan itu adalah pembuka jalan bagi sebuah tragedi nasional yang kelak dikenal sebagai Gerakan 30 September 1965.

Apabila ia gagal menghentikannya, Lobang Buaya akan menjadi saksi lahirnya salah satu bab paling kelam dalam sejarah Indonesia.

Film ‘Lobang Buaya’ juga turut dibintangi Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan Mathias Muchus.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

82  +    =  90