Channel9.id-Jakarta. Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang masalah kesehatan mental, toxic relationship, body shaming, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online atau KBGO. Demikian dengan film ‘Senja di Pelangi’ yang diperkenalkan kepada publik di CGV Cinemas FX Sudirman, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Tak sekadar membahas masalah, film ‘Senja di Pelangi’ menyuarakan keberanian untuk bangkit dan mencari pertolongan.
Lewat pendekatan emosional dan relevan dengan kehidupan generasi muda, film ini diharapkan jadi media edukasi sekaligus mendorong terciptanya ruang aman bagi remaja di Indonesia.
Film ‘Senja di Pelangi’ hasil kolaborasi Gerakan Aku Sahabatmu dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III.
Film ini dibintangi Hetty Astri selaku Founder Gerakan Aku Sahabatmu, Arief Luqman Caka sebagai Arel, Faiza Khanza sebagai Alya, Jehanara sebagai Ibu Alya, serta Dewi Yani sebagai Ibu Guru.
Peluncuran film ‘Senja di Pelangi’ dihadiri pejabat pemerintah, organisasi profesi, mitra pembangunan internasional, akademisi, insan film, media, hingga pelajar dan mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Momen ini merefleksikan bentuk dukungan terhadap kesehatan mental dan membangun relasi sehat di kalangan anak muda.
Produser film dan Founder Gerakan Aku Sahabatmu, Hetty Astri, menegaskan Senja di Pelangi tak dibuat untuk tujuan komersial, melainkan bentuk pengabdian dan edukasi kepada masyarakat. Untuk memperoleh akses penayangan, sekolah dapat menghubungi Poltekkes Kemenkes Jakarta III.
“Film ini tidak untuk dikomersialkan. Intinya, film ini dibuat untuk kebermanfaatan. Siswa-siswi SMP maupun SMA yang ingin menonton akan diberi akses terbuka sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan mereka,” kata Hetty Astri.
Melalui peluncuran film ‘Senja di Pelangi’, Gerakan Aku Sahabatmu bersama Poltekkes Kemenkes Jakarta III berharap film ini dapat menjadi media pembelajaran yang membuka ruang dialog mengenai kesehatan mental dan mencegah terjadinya KGBO.
Harapan lain, penayangan Senja di Pelangi mendorong seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan aman, sehat, dan suportif bagi remaja Indonesia. Sejumlah tokoh masyarakat mneghadiri peluncuran film ini.
Para tokoh yang hadir antara lain Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti, M.Epid., istri Wakil Menteri Transmigrasi RI Nita Budhi Susanti, dan Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Dr. Siti Badriah.
Dalam sambutannya, Nita Budhi Susanti menyampaikan, film bisa jadi sarana edukasi yang baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya remaja, mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
”Film ini luar biasa sebagai wadah edukasi kesehatan mental. Saya harap film ini tak berhenti pada peluncuran, tapi disebarluaskan ke sekolah-sekolah di Indonesia agar makin banyak remaja yang memperoleh manfaat,” ujar Nita Budhi Susanti.
Kontributor: Akhmad Sekhu





