Connect with us

Techno

Gara-Gara Bug, Konten Berbau Terorisme di Facebook Sulit Dihapus

Published

on

Channel9.id, Jakarta – Facebook gagal menghapus sejumlah unggahan berbau terorisme gara-gara ada sebuah bug di sistemnya. Hal ini diakui oleh Facebook, sebagaimana dikutip Tekno Channel9.id dari Telegraph, Senin (12/11/2018).

Jejaring sosial raksasa itu memang tengah ditekan oleh berbagai pihak untuk mengeliminasi konten-konten berbau terorisme dari platform-nya.

Alih-alih demikian, Facebook menyalahkan adanya kesalahan teknis sehingga butuh waktu lebih lama untuk men-take down unggahan berbau terorisme.

Misalnya saja, sejumlah unggahan butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum terhapus.

Gara-gara bug itu, kemampuan Facebook untuk mengawasi konten negatif di platform-nya makin dipertanyakan. Apalagi, Facebook kabarnya telah berinvestasi lebih untuk menerapkan tool yang bisa menghapus gambar terkait terorisme secara otomatis.

Facebook menyebut, rata-rata waktu untuk mengambil tindakan pada unggahan (konten negatif) yang baru diunggah antara satu menit hingga 14 jam, pada April hingga Juli. Hal ini karena perusahaan perlu memperbaiki bug yang melarang penghapusan konten-konten lawas.

Facebook Global Head of Policy Management, Monika Bikert mengatakan, “peningkatan waktu ini didorong beberapa faktor, salah satunya karena harus memperbaiki bug yang mencegah kami menghapus beberapa konten yang melanggar kebijakan.”

Waktu tersebut turun lagi menjadi kurang dari dua menit pada kuartal ketiga tahun ini. Facebook menyebut, hal ini karena teknologi baru yang dipakai untuk menghapus unggahan terkait terorisme terus diperbarui dari waktu ke waktu. Meski begitu, Facebook mengatakan, penghapusan itu mungkin tak berfungsi dengan sangat cepat.

“Ini bisa mengakibatkan peningkatan waktu untuk tindakan (penghapusan konten), meskipun fakta perbaikan merupakan upaya penting menghapus konten terorisme,” tutur perusahaan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Kominfo Hadirkan HUB.ID Untuk Dukung Kemajuan Startup Lokal

Published

on

By

Kominfo Hadirkan HUB.ID Untuk Dukung Kemajuan Startup Lokal

Channel9.id-Jakarta. Guna mendukung perkembangan startup digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan HUB.ID. Program ini membuka peluang startup digital untuk mendapat pendanaan, kerja sama bisnis, dan kemitraan lainnya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan menjelaskan bahwa HUB.ID termasuk rangkaian program Kominfo. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan atau mendorong percepatan, pertumbuhan startup, dan talenta digital.

“HUB.ID mempertemukan startup unggulan, untuk bertemu dengan para calon investor. Diharapkan, dalam pertemuan ini melakukan pitching dan mereka bisa memiliki partner untuk mempercepat pertumbuhan mereka,” kata Samuel, dikutip pada Rabu (28/7).

Baca juga: Startup Lokal Fasilitasi Anak Kerjakan Soal Matematika

Samuel menuturkan bahwa Kominfo punya tugas penting untuk mewujudkan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yakni kedaulatan dan kemandirian digital menjadi prinsip penting dalam transformasi digital Indonesia. Sehingga, Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi berperan juga menjadi pemain.

Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin melaksanakan arahan itu secara konsisten, seperti berinisiatif mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup digital, yang mandiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk diketahui, pendaftaran HUB.ID telah dibuka sejak 28 Juli hingga 13 Agustus 2021 dan ditargetkan untuk 50 startup digital.

“Startup di sini, yang sudah siap dengan strategi bisnisnya dan telah menjalankan bisnis lebih dari 6 bulan,” ujar Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna.

Para pelaku bisnis digital ini juga sudah punya traction dan produknya sudah digunakan. Setidaknya ada tujuh kategori bisnis yang dibidik, Pertanian dan Kemaritiman, Kesehatan, Logistik, Pariwisata, Pendidikan, Keuangan, dan Smart City.

Adapun fokus utama dari HUB.ID ialah pelaksanaan Business Matchmaking. Kegiatan ini untuk mempertemukan dengan BUMN, korporasi swasta, dan institusi pemerintah. Lalu ada Networking Session di sepuluh kota. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan korporasi swasta di daerah, akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku industri lainnya. Startup yang terpilih berkesempatan mempresentasikan bisnis dan produknya di hadapan investor dari berbagai negara.

Untuk diketahui, Demo Day itu akan digelar dalam dua gelombang, selama dua hari dengan mengundang perwakilan pemodal ventura, angel investor, dan investor lainnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

Kominfo Dukung Pengembang Game RI Go Internasional

Published

on

By

Kominfo Dukung Pengembang Game RI Go Internasional

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia menggelar acara “Indonesia Game Developer eXchange (IGDX)”. Upaya ini ditujukkan untuk mendorong industri game lokal untuk go global.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan mengatakan bahwa acara itu bisa menjadi ajang yang mewadahi pelaku industri game lokal dan global. “Selain itu, juga menjadi sarana peningkatan kualitas SDM industri game tanah air dan showcase bagi karya industri game dalam negeri,” sambungnya, Rabu (28/7).

Baca juga: Berpotensi Bagi Negara, Industri Game di Indonesia Akan Dikembangkan

Adapun acara itu terdiri dari serangkaian kegiatan. Mulai dari IGDX Business, IGDX Conference dan IGDX Academy, yang baru-baru ini digelar. Dengan berpartisipasi di acara ini, pengembang game lokal akan mendapat pengarahan selama tiga bulan dari para mentor yang ahli di bidang ini, dikutip dari rilis pers online IGDX.

Adapun mentor yang bergabung di antaranya Benjamin Chevalier (Mighty Bear Games), Carmen Shen (Garena), Langer Lee (Mixi Inc), Jason Della Rocca, Rami Ismail, Shieny Aprilia (Agate), dan Kris Antoni (Toge Productions). Mereka semua akan membantu mengarahkan produk dan mengembangkan studio game agar tumbuh dan berhasil.

Untuk diketahui, acara IGDX akan digelar dari Oktober hingga November 2021. Dengan digelarnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan mampu berdampak positif bagi perkembangan industri game lokal.

Sebagai informasi, di acara ini, Kominfo dan AGI bukan penyalur dana. Namun, mereka menghadirkan pelatihan-pelatihan yang bisa membuat pengembang game lokal berkembang. Hal ini memungkinkan mereka bertemu dengan para calon investor.

“Jadi memang, program yang kita laksanakan sekarang ini, yaitu HUB.ID dan IGDX memberi pelatihan, fasilitas dan bila diuangkan jumlahnya cukup besar. Karena kami juga menghadirkan narasumber, speaker dan trainer kelas atas,” kata Plt. Direktur Ekonomi Digital Kominfo I Nyoman Adhiarna.

(LH)

Continue Reading

Techno

Demi ASO, 6,7 Juta Set Top Box Gratis Akan Dibagikan Untuk Masyarakat Tak Mampu

Published

on

By

Demi ASO, 6,7 Juta Set Top Box Gratis Akan Dibagikan Untuk Masyarakat Tak Mampu

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah saat ini sedang melancarkan migrasi TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO). Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memetakan siapa saja yang bisa mendapat Set Top Box (STB) gratis.

STB gratis yang bersumber dari subsidi APBN itu akan diberikan kepada keluarga yang dinilai tidak mampu. Dengan begitu, mereka bisa menikmati siaran TV digital, meski masih menggunakan TV analog.

“Setidaknya ada sekitar 6,5 juta hingga 7 juta STB. Inilah yang akan digandeng sama-sama oleh LPS (red: Lembaga Penyiaran Swasta). Karena ada berkepentingan dengan lahirnya TVRI, maka pemerintah akan mengeluarkan anggaran untuk membantu TVRI menyediakan ini,” jelas Direktur Jendral Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Ahmad M. Ramli melalui keterangan tertulis, belum lama ini.

Sementara itu, masyarakat lain disarankan membeli perangkat STB jika televisi belum mendukung siaran TV digital. Menurut Kominfo, harga STB di pasaran rata-rata mencapai Rp150.000-250.000,- per unit.

“Konsekuensi kebijakan ini masyarakat yang televisinya belum siap untuk digital harus punya STB,” kata Ramli.

Untuk diketahui, ASO Tahap 1 ditargetkan pada 17 Agustus 2021. Adapun ASO total paling lambat 2 November 2022, sebagaimana Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Kominfo membagikan ASO ke dalam lima tahap. Sepanjang 2021, ada dua tahap pemerintah menghentikan siaran TV analog. Sedangkan sisanya dikerjakan pada 2022.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC