Connect with us

Hukum

Gugat 150T, Muannas Alaidid: Akal-akalan Hadi Pranoto

Published

on

Hadi Pranoto saat akan diperiksa polisi

Channel9.id-Jakarta. Hadi Pranoto menggugat politikus PSI, Muannas Alaidid Rp 150 triliun, buntut pelaporan terkait klaim ‘obat Corona’. Muannas yang melaporkan Hadi Pranoto dengan tuduhan menyebarkan berita bohong itu menilai gugatan Hadi kepada dirinya sebagai akal-akalan.

“Gugatan Hadi Pranoto Rp. 150 T aneh dan cuma akal-akalan,” ungkap Muannas kepada wartawan, Selasa (15/09).

Hadi Pranoto yang menjadi kontroversi karena mengklaim menemukan obat Corona itu menggugat Muannas lantaran merasa dirugikan. Sejak pelaporan Muannas, Hadi mengaku kehilangan banyak pemasukan.

“Gugatan Hadi Pranoto senilai Rp. 150 T kepada saya itu tidak hanya absurd tapi aneh sekaligus tak masuk akal. Alasan menggugat dasarnya dia tidak terima dilaporkan saya ke polisi karena kebohongannya terbongkar soal profil dan klaim penemuan obat COVID yang dibantah banyak pihak,” jelas Muannas.

“Padahal menjadi kewajiban hukum bagi saya dan siapapun yg tahu bahwa bila ada peristiwa pidana untuk melaporkan ke pihak berwenang (Pasal 165 KUHP), sehingga inisiatif melaporkan itu justru dijamin UU di mana menjalankan perintah UU tidak boleh dipidana (Pasal 50 KUHP). Jadi jelas mana ada perbuatan melawan hukumnya apalagi ngamuk sampai gugat dan menuntut sita kemana-mana,” imbuhnya.

Baca juga: Akhirnya Hadi Pranoto Diperiksa Polda Metro aya

Dalam gugatannya, Hadi Pranoto meminta pengadilan untuk menyita bangunan terkait Muannas. Adapun salah satu yang diminta Hadi untuk disita adalah kantor PSI seluruh Indonesia.

Muannas pun mengingatkan, ia melaporkan Hadi Pranoto dalam kapasitasnya sebagai CEO Cyber Indonesia, bukan sebagai kader PSI. Oleh karena itu, ia menyebut gugatan Hadi Pranoto tidak memiliki dasar hukum.

“Saya katakan melaporkan Hadi Pranoto dan Anji dalam kapasitas saya sebagai ketua umum Cyber Indonesia tak ada hubungan dengan pihak dan organisasi manapun termasuk Partai Solidaritas Indonesia tempat saya bernaung. Menghubungkannya apalagi sampai menyita aset tak ada dasar hukumnya,” ucap Muannas.

“Sita aset pribadi saya aja nggak mungkin apalagi partai, makanya saya berani menjamin mundur sebagai advokat kalau gugatan aneh dan akal-akalan Hadi Pranoto dikabulkan, kita lihat nanti sedang siapkan gugatan balik (rekonpensi) ke dia dalam jawaban nanti,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Hadi Pranoto menggugat Muannas Alaidid sebesar Rp 150 T.Hadi meminta ganti rugi akibat pelaporan Muannas mengakibatkan bisnisnya lesu. Dasar gugatan terhadap CEO Cyber Indonesia itu berawal dari pernyataan Hadi dalam wawancara dengan Anji terkait ‘obat Corona’. Muannas melaporkan Hadi Pranoto karena dianggap telah menyebarkan kabar bohong.

Hadi Pranoto pun melaporkan balik Muannas atas tuduhan pencemaran nama baik. Tak cukup sampai situ, Hadi Pranato juga mengajukan gugatan terhadap Muannas karena merasa telah dirugikan.

Rinciannya kerugian Rp 150 triliun yaitu Rp 10 miliar kerugian material cairan herbal yang siap edar tidak bisa dipasarkan. Produk yang tidak jadi diproduksi Rp 1 triliun. Kerugian immateril karena dipermalukan Rp 100 triliun, tertekan secara psikis Rp 40 triliun dan teror yang diterima Rp 8,9 triliun.

Berikut sejumlah permohonan sita bangunan yang diajukan Hadi, termasuk kantor PSI:

Rumah di Jelambar
Kantor Cyber Indonesia
Kantor Muanas Alaidid
Kantor DPP, DPD dan DPC PSI se-Indonesia.
Bangunan, tanah dan barang bergerak milik Alaidid
Bangunan, tanah dan barang bergerak milik keluarga Alaidid

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polri Ikut Usut Kasus Pamalsuan Paspor Adelin Lis

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan, pihaknya melakukan penyelidikan atas kasus dugaan pemalsuan paspor yang dilakukan Adelin Lis. Adelin adalah buron Kejaksaan Agung (Kejagung) atas perkara pembalakan liar sejak 2008 lalu.

Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mendalami data palsu dalam paspor Adelin Lis. Termasuk menelusuri lokasi pembuatan dan penerbitannya.

“Direktorar Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri sudah berkoordinasi dengan SLO Polri di Singapura terkait masalah tersebut. Kami tunggu pelimpahan masalah paspor yang bersangkutan dari Kejagung, dengan koordinasi pelaksanaannya,” kata Agus, Senin 21 Juni 2021.

Agus menyampaikan, sementara informasi yang diperoleh bahwa paspor yang digunakan Adelin Lis dibuat pada 2017.

Adelin Lis ditangkap di Singapura pada 4 Maret 2021 karena pemalsuan paspor atas nama Hendro Leonardi. Persidangan Singapura menjatuhi hukuman kepada Adelin Lis berupa denda 14.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 140 juta dan dideportasi dari Singapura.

Baca juga: Kontribusi Singapura Bantu Penangkapan Adelin Lis

Adelin Lis merupakan buron kasus pembalakan liar sejak 2008 namanya masuk dalam daftar red notice Interpol.

Adelin Lis adalah pengusaha nasional di bidang kehutanan. Dia merupakan pemilik dari PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia yang sudah berkiprah selama 50 tahun memproduksi triplek dan kayu lapis yang sebagian produknya untuk ekspor.

Mahkamah Agung menjatuhkan hukum kepada Adelin pidana 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider enam bulan, dan uang pengganti Rp 199,8 miliar dan reboisasi 2,938 juta dolar AS.

Untuk eksekusi denda dan uang pengganti akan dilakukan Kejaksaan Agung setelah 14 hari isolasi mandiri Adelin Lis selesai dijalankan.

HY

Continue Reading

Hukum

Pengemudi Toyota Fortuner Melepaskan Tembakan di Dekat Kompleks Pati Polri

Published

on

By

Channe9.id – Jakarta. Seorang pengemudi Toyota Fortuner melepaskan tembakan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Aksi penembakan itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @cetul.22.

Berdasarkan informsi, penembakan itu terjadi pada Sabtu 19 Juni 2021 malam di lampu lalu lintas Jalan Prof. Joko Sutono, Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel, samping kompleks perwira tinggi Polri.

“Untuk korban jiwa maupun material tidak ada,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Kompol A. Akbar kepada wartawan, Minggu 20 Juni 2021.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

“Ditemukan di TKP dua selongsong,” ucap Akbar.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Namun, Akbar tak mengungkapkan berapa saksi yang sudah dimintai keterangan.

Akbar menyampaikan pihaknya juga turut memeriksa kamera CCTV di sekitar lokasi untuk membantu proses penyelidikan.

“Kita juga cari CCTV lain yang kemungkinan menyorot peristiwa itu,” ujarnya.

HY

Continue Reading

Hukum

AJI Medan Tuntut Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan Jurnalis Mara Salem Harahap

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan meminta Polda Sumut dan Polres Simalungun mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan Pemimpin Redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap.

“Meminta Polda Sumut, Polres Pematangsiantar, Polres Serdangbedagai, dan Polres Binjai untuk melanjutkan proses penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di wilayahnya,” kata Ketua AJI Medan Liston Damanik, Minggu 20 Juni 2021.

Marsal Harahap tewas karena luka tembakan. Dia ditemukan bersimbah darah di dalam mobil yang dikendarainya, tidak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Liston Damanik menyampaikan, Media online milik Marsal Harahap kerap memberitakan dugaan penyelewangan yang dilakukan pejabat BUMN, maraknya peredaran narkoba dan judi di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, serta bisnis hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

Liston menambahkan, pembunuhan Mara Salem Harahap, menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya, pada 29 Mei, rumah jurnalis linktoday.com, Abdul Kohar Lubis, di Kota Pematangsiantar, diteror orang tak dikenal (OTK) dengan percobaan pembakaran rumah.

Baca juga: Dewan Pers Desak Polisi Segera Selidiki Kasus Pembunuhan Mara Salem

“Pada 31 Mei, mobil jurnalis MetroTV asal Kabupaten Serdangbedagai, Pujianto Sergai, yang terparkir di depan rumahnya dibakar OTK. Pada tanggal 13 Juni, rumah orang tua jurnalis di Kota Binjai, Sofian, dibakar OTK. Sofian yang kerap memberitakan tentang maraknya perjudian di kota itu juga pernah diteror dengan bom molotov dan tembakan airsoft gun di rumahnya,” katanya.

AJI Medan mengecam aksi pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap. Apapun alasan yang melatarinya, kekerasan dan aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum.

AJI Medan juga meminta semua elemen masyarakat agar mendukung kebebasan pers dan menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers.

“Meminta seluruh jurnalis di Sumatera Utara untuk mengedepankan profesionalisme dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan kerja jurnalistik,” pungkasnya.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC