Channel9.id-Jakarta. Kita patut memberi apresiasi tinggi kepada budayawan sekaligus komposer Guruh Soekarnoputra yang masih semangat berkiprah dalam dunia kesenian di Tanah Air. Guruh menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang makna kemerdekaan sebagai pesan moral bagi generasi muda Indonesia, tidak hanya dalam konteks sejarah bangsa tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kualitas manusia.
Anak bungsu Presiden Soekarno itu menilai, tantangan terbesar generasi masa kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan ego dalam diri manusia.
“Manusia itu kebanyakan masih dijajah oleh egonya sendiri. Padahal merdeka yang sesungguhnya adalah ketika manusia mampu mengendalikan egonya,” ujar Guruh dalam acara jumpa pers musikal ‘Bukan Cinta Galih/Ratna’ yang digelar di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, Guruh menerangkan, secara etimologis kata “merdeka” berasal dari bahasa Sansekerta “maharddhika” yang memiliki makna luhur, mulai dari kebebasan spiritual hingga kesempurnaan manusia.
Namun dalam perkembangannya, makna tersebut kerap dipersempit hanya sebagai bebas dari penjajahan asing.
Menurut Guruh, pemahaman yang utuh tentang kemerdekaan perlu terus diwariskan dari generasi ke generasi agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasar yang menopangnya.
“Generasi tua punya kewajiban membentuk generasi penerus yang berkualitas. Itu tidak terjadi dengan sendirinya, tapi harus diupayakan,” katanya.
Ia menilai seni dan karya cipta, termasuk seni pertunjukan, memiliki peran strategis sebagai medium untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut secara inspiratif kepada generasi muda.
Guruh juga mengaitkan makna kemerdekaan dengan nilai-nilai Pancasila yang menurutnya sarat dengan aspek spiritual dan pengendalian diri.
Dengan memahami kemerdekaan sebagai kebebasan dari ego, ia meyakini generasi muda dapat tumbuh menjadi manusia Indonesia yang berkarakter, berkesadaran, dan mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.
“Harapan saya, karya seni bisa memotivasi generasi muda agar menjadi penerus bangsa yang bermutu dan berdaya,” pungkas Guruh Soekarnoputra.
Sebagai informasi, pertunjukan musikal ‘Bukan Cinta Galih/Ratna’ akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 7 Februari 2026. Musikal ini akan dipentaskan dalam dua kali pertunjukan, yakni pukul 15.30 dan 19.30 WIB.
Kontributor: Akhmad Sekhu





