Connect with us

Hot Topic

Hari Ini Buruh Kembali Demo Tolak UU Ciptaker

Published

on

Chanel9.id-Jakarta. Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi unjuk rasa tolak Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.

Aksi digelar untuk mengiringi pengajuan permohonan tinjauan legislatif (legislative review) terhadap UU Cipta Kerja. Permohonan akan diajukan oleh perwakilan buruh di sela-sela aksi.

“Menuntut dibatalkannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja melalui mekanisme legislative review dan kenaikan upah minimum 2021,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11) malam.

Demonstrasi rencananya dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. KSPI menaksir ada seribu orang buruh yang akan bergabung dalam aksi kali ini.

KSPI tidak sendirian turun ke jalan. Mereka akan bergabung dengan massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani (KSPSI AGN).

Aksi unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi mereka pada Senin (2/11) di kawasan Patung Arjunawiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat. Kala itu, KSPI dan KSPSI AGN mengantarkan surat kepada Mahkamah Konstistusi (MK) sebagai pengingat akan tuntutan buruh.

Malam harinya, Presiden Jokowi menandatangani UU Cipta Kerja. Perwakilan dua serikat buruh itu pun langsung mengajukan permohonan tinjauan yudikatif (judicial review) pada Selasa (3/11).

Baca juga: Polisi Pukul Mundur Pengunjuk Rasa di Patung Kuda

Selain mengajukan permohonan tinjauan legislatif dan yudikatif, KSPI dan KSPSI AGN juga bersiap menempuh mogok kerja. Presiden KSPI Said Iqbal menyebut 5 juta buruh akan mogok selama dua pekan jika UU Cipta Kerja tak dibatalkan.

“Di seluruh Indonesia lima ribu pabrik. KSPI lima ribu pabrik. Kita instruksikan dua Minggu nanti, tunggu instruksinya,” kata Iqbal dalam demonstrasi di Senin (2/11) di kawasan Patung Arjunawiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Pada Jumat (6/11), Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN KSBSI) juga resmi mendaftarkan gugatan judicial review ke MK. Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban mengatakan permohonan gugatan meliputi uji formil dan materiil.

“Kami sudah mengajukan permohonan formil dan materiil ya. Ada 25 pasal di materiilnya yang kami gugat,” kata Elly Rosita Silaban.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Rizieq Shihab Dirawat, RS Ummi Bogor: Tidak Mengarah ke Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dirawat di RS Ummi Bogor sejak Rabu, 25 November 2020. Hal tersebut dibenarkan oleh Dirut RS Ummi Andi Tatat. Ia menyatakan, Rizieq  sempat masuk ruangan instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Dari hasil skrining di tim kami, Alhamdulillah tidak mengarah ke Covid-19. Sejak kemarin ke RS Ummi, masuk IGD karena beliau capek. Usai pulang ke tanah air, beliau langsung melakukan aktivitas secara maraton,” jelas Andi, Kamis (26/11).

Baca juga: Kabar Rizieq Terinfeksi Covid-19, Ketua PA 212: Tidak Dirawat di RS Kondisi Sehat 

Andi menuturkan, saat ini kondisi kesehatan Rizieq dalam keadaan baik. Namun, Rizieq perlu istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuhnya lantaran masih lemas.

“Beliau dalam keadaan sehat wal afiat, segar, tapi masih dalam pantauan kami. Insya Allah masih aman dan hasil lab rontgen hasil semuanya baik,” ujarnya.

Meski demikian, Andi belum bisa memastikan kapan Rizieq Shihab diperbolehkan pulang. Dokter yang menanganinya menyarankan untuk tetap beristirahat total.

“Kita liat perkembangannya. Dari tim dokter supaya beliau benar-benar istirahat total. Jika sudah lepas, beliau bisa langsung bisa aktivitas lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, saat ini Rizieq dirawat di ruang President Suite. Sementara pihak keluarganya menunggu di ruangan lain. “Dia (istrinya) ikut mengiringi saja. Sempat ikut checkup juga, tapi aman,” imbuhnya.

Sebelumnya, kabar Rizieq Shihab dirawat di rumah sakit dibantah oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif. Dia pun membantah rumor Rizieq tengah dirawat di sebuah rumah sakit di wilayah Bogor, Jawa Barat, akibat terinfeksi Covid-19.

“Alhamdulillah beliau sehat, hanya general check saja ke rumah sakit,” kata Slamet, Kamis (26/11).

 

 

 

Continue Reading

Hot Topic

Survei: 77 Persen Masyarakat Dukung Pemerintah Tindak Tegas Acara Rizieq Shihab

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menyampaikan, warga negara Indonesia pada umumnya memandang pemerintah layak bertindak tegas terhadap acara pernikahan putri Muhammad Rizieq Shihab dan maulid Nabi yang dihadiri ribuan pengikut MRS dengan tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan survei nasional SMRC, dari total 49 persen warga yang tahu acara tersebut, mayoritas (77%) setuju seandainya aparat keamanan membubarkan acara itu dengan alasan Covid-19.

“Yang tidak setuju 17%, dan yang tidak menjawab 6%,” kata Abbas dalam rilis survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah”, Kamis (26/11).

Abbas menyampaikan, survei SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon pada 18-21 November 2020 dengan melibatkan sampel sebanyak 1201 responden yang dipilih secara random. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Abbas, temuan ini menunjukkan adanya dukungan warga terhadap upaya pemerintah menegakkan aturan atau protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

“Ini mengindikasikan harapan warga agar pemerintah tidak ragu melakukan tindakan tegas dalam hal pelanggaran protokol kesehatan,” kata Abbas.

Survei nasional SMRC juga menunjukkan sekitar 28% warga tahu pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat karena dinilai gagal menegakan protokol/aturan kesehatan Covid-19. Dari yang tahu, sekitar 48% setuju dengan sikap Kapolri tersebut. Yang tidak setuju 37%.

Selain itu, sekitar 30% warga tahu adanya teguran pemerintah melalui Kemenko Polhukam kepada aparat Kepolisian untuk menindak tegas pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19. Dari yang tahu, mayoritas (86%) setuju dengan sikap pemerintah tersebut.

Begitu pula sekitar 29% warga tahu adanya teguran pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam kepada pemerintah daerah yang kurang tegas menegakkan aturan larangan berkumpul. Dari yang tahu, mayoritas (90%) setuju dengan sikap pemerintah pusat tersebut.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Survei: Hanya 43 Persen Masyarakat yang Suka Rizieq Shihab

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menyampaikan, 73 persen warga Indonesia mengetahui nama Muhammad Rizieq Shihab. Dari 73 persen yang tahu itu, hanya 43 persen yang suka kepada Rizieq Shihab.

“Yang berarti jauh di bawah kedisukaan sejumlah tokoh nasional lain,” kata Abbas, Kamis (26/11).

Temuan itu berdasarkan hasil survei nasional SMRC yang disampaikan dalam rilis survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah” pada Kamis, 26 November 2020, di Jakarta.

Menurut Abbas, kedisukaan Rizieq jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh nasional lain, seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono yang disukai oleh lebih dari 70% di antara warga yang tahu.

Survei SMRC pada Oktober 2020 menunjukkan empat orang tokoh yang tingkat kedisukaaannya paling tinggi dan mencapai di atas 80% adalah: Ridwan Kamil (85%), Ganjar Pranowo (85%), Sandiaga Uno (84%), dan Khofifah Indar Parawansa (83%). Kemudian ada Agus Harimurti Yudhoyono (76%), Prabowo Subianto (75%), dan Anies Baswedan (74%) di lapisan kedua.

“Dengan demikian, tingkat kedisukaan Rizieq yang hanya 43%, jauh di bawah kedisukaaan tokoh-tokoh tersebut,” kata Abbas.

Survei SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon pada 18-21 November 2020 dengan melibatkan sampel sebanyak 1201 responden yang dipilih secara random. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Tingkat kedisukaan terhadap Rizieq ini menunjukkan kemiripan dengan tingkat kedisukaan terhadap Front Pembela Islam (FPI). Dalam survei 18-21 November 2020, sekitar 69% warga tahu atau pernah dengar nama FPI. Dari yang tahu, yang suka sekitar 43%.

Survei nasional sebelumnya yang dilakukan SMRC pada Januari 2018 menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah adalah organisasi yang lebih banyak dikenal dan lebih didukung oleh warga. Awareness terhadap NU dan Muhammadiyah sekitar 79-80%, tidak berbeda signifikan secara statistik. Sementara yang tahu FPI 59%. Organisasi yang perjuangannya paling banyak mendapat dukungan adalah NU (didukung oleh 80% dari yang aware), selanjutnya Muhammadiyah (58%), dan paling rendah FPI (33%).

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC