Connect with us

Techno

Harus Terapkan Spectrum Sharing Agar 5G Bisa Total

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Hanya ada dua operator yang bisa menerapkan 5G jika tidak menerapkan spectrum sharing atau kerja sama menggunakan frekuensi. Demikian perkiraan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Komisioner BRTI Agung Harsoyo mengatakan bahwa mula-mula spectrum sharing harus mendapat persetujuan Menteri. “Karena Menteri Kominfo ingin agar kerja sama penggunaan frekuensi di teknologi 5G ini dijadikan milestone pertama. Dan kami siap mendukung itu,” sambung dia.

Maka dari itu, kehadiran regulasi spectrum sharing ini dinilai penting agar persaingan usaha tetap sehat dan tak ada monopoli.

Baca juga : Pentingnya Spectrum Sharing Untuk 5G

Lebih lanjut, Agung menyebut pihaknya dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam membuat regulasi turunan dari UU Cipta Kerja, seperti mengatur spectrum sharing.

“Sama seperti dalam membuat UU Cipta Kerja, dalam membuat Peraturan Pemerintah bidang telekomunikasi ini Kemenkominfo dan BRTI selalu berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian,” terangnya.

Selain itu, Agung menegaskan bahwa sharing di layanan 4G maupun 4.75G atau bahkan 4.9G saat ini sudah tertutup, meski untuk daerah tertinggal, terbelakang dan terluar (3T).

“Karena UU Cipta Kerja mensyaratkan kerjasama penggunaan frekuensi hanya untuk teknologi baru yaitu 5G, maka penerapan sharing frekuensi di layanan 4.75G atau bahkan 4.9G mustahil dilakukan. Saya percaya betul Bapak Menkominfo tak akan melanggar UU Cipta Kerja,” paparnya.

Menurut Agung, teknologi seluler 4.75G atau 4.9G bukan teknologi baru yang belum diimplementasikan di Indonesia. Sebab teknologi yang sudah ada dan modifikasinya tak mungkin mengikuti spectrum sharing. Terlebih, Menteri Kominfo mengharapkan spectrum sharing untuk layanan 5G, sekaligus menjadi milestone pertama di Indonesia.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

LAPAN Luncurkan Roket RX450-5, Jangkauan Ketinggian 100 KM

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui satuan kerja Pusat Teknologi Roket (Pustekroket) meluncurkan roket eksperimen bernama RX450-5 di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut (BUTPAAG) LAPAN, Rabu (2/12).

Kepala Pustekroket Lilis Mariani menyampaikan, uji terbang RX450-5 ini dilakukan guna mendapatkan data kinerja terbang roket. Sehingga, nantinya dapat dilakukan pengoptimalisasian produk.

“Uji terbang RX450-5 perlu dilakukan untuk memastikan kinerja terbang roket. Terlebih RX450-5 merupakan baseline pengembangan program PRN Roket Dua Tingkat. Ini adalah upaya kami dalam penguasaan teknologi keantariksaan,“ kata Lilis berdasarkan keterangan resmi, Rabu (2/12).

Data kinerja terbang yang didapatkan antara lain karakteristik pergerakan roket, jarak jangkau, serta data telemetri dari muatan roket mulai dari detik pertama peluncuran hingga roket kembali jatuh ke bumi.

Dalam rilis yang disampaikan Humas Lapan, Roket RX450-5 adalah salah satu keluaran kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan di Pustekroket. Roket RX450 ini merupakan roket eksperimen sonda dengan diameter 450 mm.

Roket yang diuji kali ini adalah roket yang kelima sejak peluncuran pertama pada 2015. RX450-5 merupakan baseline dari roket jangkauan 100 km lebih yang akan menjadi awal pengembangan roket dua tingkat.

Sedangkan roket dua tingkat LAPAN sendiri ditargetkan dapat mengudara pada tahun 2025 dengan misi penelitian atmosfer pada ketinggian 200 km.

Penelitian dan pengembangan teknologi roket yang dilakukan Pustekroket LAPAN sejalan dengan visi Indonesia yakni Keantariksaan Indonesia yang Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan.

Pengembangan roket penting untuk mendukung sistem komunikasi dan pertahanan bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Indonesia memerlukan kemajuan teknologi roket yang merupakan teknologi terdepan (frontier) untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

Manfaat roket sendiri bagi masyarakat selain untuk pertahanan antara lain sebagai alat mitigasi bencana melalui ketersediaan roket modifikasi cuaca pada daerah rawan kebakaran, penelitian atmosfer di wilayah Indonesia.

Serta mendukung ketersediaan sarana komunikasi melalui roket peluncur satelit yang dapat membawa satelit komunikasi. Maka dari itu, urgensi kemandirian bidang antariksa khususnya roket perlu ditekankan, agar segala manfaat dari teknologi roket ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

(HY)

Continue Reading

Techno

Mulai 2022, Chrome Tak Bisa Dipakai di Windows 7

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Perusahaan raksasa teknologi Google akan menghentikan dukungan Chrome untuk Windows 7 mulai Januari 2022. Kebijakan ini pun berlaku untuk seluruh pengguna perangkat Windows di seluruh dunia. Maka dari itu, pengguna Windows harus memperbarui sistem operasinya ke Windows 10.

Metro melaporkan bahwa dukungan Google untuk OS jadul Microsoft yang dirilis pada 2009 itu akan berakhir sekitar 15 Januari 2022. Adapun alasannya ialah karena Microsoft sudah tak lagi mendukung Windows 7.

Baca juga : Ancaman Siber yang Diprediksi Meningkat di 2021

Dengan demikian, siapa pun yang masih menggunakan software lama berisiko mengalami kerentanan keamanan. Padahal diperkirakan masih ada jutaan komputer di seluruh dunia yang masih menggunakan Microsoft Windows 7, dengan 20,93% pengguna komputer—menurut NetMarketShare.

“Tahun ini telah menghadirkan banyak tantangan bagi organisasi dari berbagai skala. Menghadapi keputusan bisnis dan teknologi yang sulit, mendukung lingkungan kerja yang berubah, dan menavigasi ketidakpastian adalah beberapa di antara beberapa masalah yang dihadapi para pemimpin IT selama tahun 2020,” ujar Engineering Director of Chrome di Google Max Christoff.

“Sementara itu, beberapa bulan terakhir berfungsi sebagai katalisator untuk investasi teknologi dan inisiatif transformasi digital untuk banyak organisasi. Bagi yang lain, beberapa proyek IT yang direncanakan mungkin harus ditunda dulu,” imbuh dia.

Karenanya, Christoff menambahkan, setelah menilai situasi saat ini dan mendapat masukan dari pelanggan mereka, Google memutuskan memperpanjang dukungan Chrome untuk Windows 7 hingga setidaknya 15 Januari 2022.

“Dukungan ini diperpanjang 6 bulan dari tanggal yang kami komunikasikan sebelumnya pada tanggal 15 Juli 2021. Kami akan terus mengevaluasi kondisi yang dihadapi para pelanggan kami, dan mengomunikasikan perubahan tambahan apa pun di masa mendatang,” terangnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

Ancaman Siber yang Diprediksi Meningkat di 2021

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Peningkatan penggunaan internet beriringan dengan meningkatnya ancaman siber. Ketahanan digital kerap menjadi bulan-bulanan para penjahat siber. Masalah ketahanan saat ini kian signifikan di masa pandemi Covid-19 ini, di mana banyak orang yang terpaksa mengalihkan banyak kegiatannya—dari bekerja hingga sekolah, ke media online.

Perusahaan keamanan siber Palo Alto juga mengakui bahwa 2020 menjadi tahun dengan ujian besar bagi ketahanan digital karena pandemi. Dengan motif berjaga-jaga, perusahaan ini bahkan memprediksi ancaman siber yang akan meningkat di 2021 nanti.

Lebih lanjut, VP & Regional Chief Security Officer Asia Pacific dan Jepang Palo Alto Network Sean Duca mengatakan pada saat konferensi daring pada Selasa (1/12), bahwa masalah itu akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan dan dampaknya dirasakan oleh banyak orang.

Adapun ancaman siber yang diprediksi akan meningkat pada 2021 di antaranya yaitu:

1. Data pribadi tersebar karena traveling
Berbeda dengan kondisi normal, di masa pandemi ini, semua orang yang melakukan traveling atau jalan-jalan ke tempat partiwisata wajib memberi kontak pribadi. Misalnya nama, alamat pribadi, lokasi, hingga riwayat kontak. Tujuannya untuk contact tracing untuk para wisatawan.

“Negara tertentu akan meminta contact tracing. Artinya banyak data yang harus dibagikan wisatawan ketika mereka memutuskan untuk traveling,” ujar Duca. “Data perlu dikumpulkan dengan cara yang aman dan memastikan adanya proteksi terhadap data yang dikumpulkan,” tambahnya.

Upaya itu bukan masalah bagi negara yang sudah punya undang-undang perlindungan data pribadi (PDP). Namun, untuk negara seperti Indonesia, yang masih menunggu UU PDP, justru bisa bermasalah.

2. Kemudahan 5G
Saat ini banyak negara yang mau menggelar jaringan 5G. Perusahaan seharusnya berhati-hati, terutama dalam hal keamanan siber, jangan sampai masalah keamanan siber di 3G dan 4G terbawa ke 5G.

Kemudian perusahaan pun seharusnya memasang lapisan keamanan lebih banyak, seiring meningkatnya pengguna yang terhubung lewat 5G. “5G bukannya tidak aman. Dari segi kecepatan, 5G lebih baik dari 4G. Namun konektivitas dengan banyak perangkat menjadi pertanyaan tersendiri. Bagaimana keamanannya?” kata Duca.

3. WFH dengan aman
Banyak perusahaan yang menerapkan work from home atau bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19 ini. Selama penerapan kebijakan ini, perusahaan kian gencar memikirkan cara aman agar pegawainya tetap bisa bekerja dari rumah.

Contohnya dengan mengadopsi solusi berbasis cloud, yang bisa menggantikan perangkat mahal dengan desktop tervisualisasi. Sehingga pegawai bisa menggunakan perangkat yang lebih sederhana, namun tetap bisa aman dan dan bisa mengakses sumber daya yang dibutuhkan untuk bekerja.

Bisa juga dengan menerapkan kebijakan bring your own computer (BYOC). Perihal keamanan, bisa menggunakan solusi secure access service edge (SASE), yang menjadi norma keamanan siber baru berkat fleksibilitas, kesederhanaan dan visibilitasnya.

Menurut Director & Systems Engineering Palo Alto Network Indonesia Yudi Arijanto, SASE sendiri sudah banyak dipakai perusahaan untuk mengamankan direktur dan eksekutif level C mereka.

4. Keamanan cloud ditingkatkan
Di 2021 nanti, akan ada lebih banyak kegiatan yang divirtualisasikan. Hal ini mendorong perusahaan untuk meninjau kembali sistem keamanan di cloud yang mereka gunakan.

Perusahaan perlu mengontrol keamanan jaringan guna mendukung keamanan cloud, dan memperkuatnya dengan lapis tambahan. Terutama dalam pengelolaan identitas dan manajemen akses (IAM) di perusahaan, seiring meningkatnya skalabilitas penggunaan cloud.

Para peneliti Palo Alto Networks Unit 42 menemukan bahwa satu kesalahan konfigurasi IAM memungkinkan masuknya penyusup hingga ke seluruh lingkungan cloud, bahkan bisa menembus hampir semua kontrol keamanan. Maka dari itu, keamanan perlu bekerja lebih cepat dan beradaptasi dengan kecepatan yang dihadirkan oleh cloud. Jika mereka tak bisa mengantisipasinya, jumlah kerentanan bisa lebih banyak dari yang diperkirakan.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC