Connect with us

Techno

Hati-Hati Main Internet! Harus Saring Sebelum Sharing

Published

on

Hati-Hati Main Internet! Harus Saring Sebelum Sharing

Channel9.id-Jakarta. Penetrasi internet di Indonesia begitu tinggi. Tercatat sebanyak 73,3% masyarakat merupakan pengguna internet, menurut data We Are Social 2021. Namun, di balik tingginya persentase ini, ada kekhawatiran penyebaran hoaks kian mudah, sebagaimana diungkapkan oleh Praktisi Komunikasi Adi S. Noegroho.

Adi mengatakan bahwa banyak orang punya kecenderungan tak memverifikasi dan langsung percaya informasi yang baru didapat. Hal inilah, lanjutnya, yang memungkinkan informasi bohong, fitnah, dan sebagainya, dibagikan dengan mudah.

“Apalagi saat ini jempol bisa bergerak lebih cepat daripada pikiran. Ini ada keinginan untuk mendapat informasi dan membagikannya duluan bisa mengalahkan logika kita,” pungkasnya saat di acara seminar daring “Cerdas dan Bijak Berinternet: Saring Sebelum Sharing” yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Kamis (9/9).

Adi sendiri mengakui bahwa hadirnya internet beserta gawai memberi peluang kepada masyarakat mendapat hal-hal yang sifatnya informatif. Namun, di lain sisi, kemudahan ini juga diiringi dengan hal yang berisiko.

“Ini seperti pisau dua sisi ya. Memang informasi mudah didapat, tapi di sisi lain hoaks juga mudah disebar. Selain itu, data pribadi juga jadi riskan—belakangan ini ‘kan sering terjadi kebocoran data,” tuturnya.

Ia berpesan, agar masyarakat tak termakan hoaks, sebaiknya lakukan saring sebelum ‘sharing’. “Saat dapat berita, pastikan berita ini benar atau tidak. Kalau tidak, ya jangan disebar. Kalau benar, dipikirkan lagi manfaatnya apa kalau disebar. Kalau bermanfaat, silahkan sebarkan dan kalau tidak, ya tak perlu disebar,” jelas Adi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang dunia digital. Jika tidak demikian, lanjutnya, seseorang akan kesulitan memfilter mana informasi yang benar dan sulit juga menjaga data pribadinya.

“Di satu sisi, usaha kita juga perlu didukung oleh regulasi,” imbuh Adi.

Sementara itu, pemerintah melalui Kominfo gencar melakukan literasi digital. Ini sebagai salah satu upaya agar masyarakat memahami era digital beserta komponennya, termasuk bagaimana cara menghadapi hoaks hingga menjaga data pribadi. Program ini juga sejalan dengan arahan presiden yang ingin mendorong kemajuan masyarakat Indonesia di era digital.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo Bonifasius Wahyu menekankan bahwa literasi digital ini penting, mengingat kelemahan Indonesia ada di informasi dan literasi data.

“Masih banyak masyarakat yang belum paham. Oleh karena itu, kita harus meliterasi masyarakat,” pungkasnya. “Adapun literasi yang dilakukan Kominfo menyangkut digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.”

Selain itu, perihal regulasi di tentang data pribadi, Kominfo masih membahas Rancangan Undang-Undangan Perlindungan Data Pribadi (RUU PDD). “Semoga cepat diselesaikan,” pungkas dia.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Nilai Ekonomi Digital RI 2025 Diprediksi Tertinggi Se-ASEAN

Published

on

By

Nilai Ekonomi Digital RI 2025 Diprediksi Tertinggi Se-ASEAN

Channel9.id-Jakarta. Nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi mencapai sekitar US$124 miliar (sekitar Rp1,7 triliun) pada 2025. Hal ini disampaikan oleh Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Berangkat dari prediksi itu, Johnny mengatakan transformasi digital sangat penting diwujudkan secepatnya. Adapun hal ini membutuhkan dukungan dan kesiapan para pemimpin lembaga pemerintah hingga swasta.

“Kesiapan pemimpin Indonesia dalam transformasi digital perlu didorong sesegera mungkin sebesar mungkin, terlebih Indonesia memiliki nilai ekonomi digital sekitar 124 miliar dollar AS pada 2025,” tutur Johnny secara virtual pada Senin (13/9).

Menurutnya, prediksi nilai ekonomi digital Indonesia itu setara dengan 40% ekonomi digital di Asia Tenggara. Jika target itu terpenuhi, Indonesia bisa saja menjadi negara dengan pendapatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, ia juga berharap Indonesia bisa ada peringkat keempat dalam kekuatan ekonomi global pada 2050 mendatang. “Atau tepatnya bersamaan dengan usia 105 tahun kemerdekaan Indonesia. Indonesia harus menangkap peluang tersebut sebaik mungkin,” sambungnya.

Lebih lanut, Johnny menuturkan bahwa para pembuat kebijakan saat ini punya beberapa pekerjaan di era digital. Pertama, mendorong transformasi digital sebagai perubahan cara hidup baru, memfasilitasi tata kelola electronic government dan bisnis digital, menyusun legislasi untuk mendukung transformasi digital.

Hal-hal tersebut, menurut Johnny, sangat penting untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Melalui program Digital Leadership Academy (DLA) besutan Kominfo, ia berharap bisa meningkatkan kapasitas para pemimpin instansi pemerintah dan swasta, serta mampu mengubah pola pikir instansi dan mendorong penyamaan persepsi untuk berkolaborasi di lintas sektor.

Johnny pun berharap DLA bisa mendorong sejumlah perubahan dan merumuskan kebijakan, yang mampu mendorong pertumbuhan serta daya saing ekonomi demi masyarakat Indonesia.

(LH)

Continue Reading

Techno

TikTok Akan Beri Peringatan di Hasil Pencarian

Published

on

By

TikTok Akan Beri Peringatan di Hasil Pencarian

Channel9.id-Jakarta. TikTok menambahkan peringatan baru ke pencariannya. Platform ini akan mengingatkan pengguna jika hasil pencariannya termasuk “konten yang mengganggu.”

Pada tahun lalu, layanan video itu telah menerapkan peringatan “konten sensitif” pada masing-masing video. Namun, dengan pembaruan kali ini, peringatan tersebut juga akan muncul di hasil pencarian—jika konten muncul sensitif.

Baca juga: Banyak Ditonton, TikTok Mulai Salip YouTube

Dalam unggahan blognya, TikTok menggunakan contoh “make up menakutkan” sebagai istilah pencarian yang mungkin memicu peringatan tadi. Perusahaan mencatat bahwa pengguna masih tetap bisa mengklik untuk melihat hasil, dan tampak, setiap video yang muncul dianggap “grafis atau menyedihkan” tak memenuhi syarat dari rekomendasi platform.

TikTok juga menyediakan lebih banyak sumber pada pencarian yang terkait dengan bunuh diri dan menyakiti diri sendiri. Selain memunculkan tautan ke saluran bantuan seperti Crisis text Line, aplikasi ini juga akan mengarahkan pengguna ke “konten dari kreator yang berbagi pengalaman pribadi mereka dengan kesehatan mental, informasi tentang tempat mencari dukungan dan saran tentang bagaimana berbicara kepada orang-orang terkasih tentang masalah ini.”

Telah diketahui, TikTok kerap berupaya menangani konten yang berkaitan dengan tindakan menyakiti diri sendiri. Tahun lalu, sebuah video bunuh diri, yang awalnya dialirkan ke Facebook Live, menjadi viral di TikTok sehingga mereka berusaha untuk menghapusnya.

Ketika pengguna menemukan solusi untuk menghindari deteksi TikTok, kreator lain mengunggah klip viral yang mendesak pengguna untuk tak terlibat dengan konten tersebut. Itu menunjukkan bahwa rencana TikTok untuk mengandalkan kreator untuk membagikan pesan positif bisa menjadi strategi yang efektif bagi perusahaan.

(LH)

Continue Reading

Techno

Akun Microsoft Tak Perlu Lagi Kata Sandi

Published

on

By

Akun Microsoft Tak Perlu Lagi Kata Sandi

Channel9.id-Jakarta. Microsoft mengumumkan bahwa semua penggunanya bisa menghapus kata sandi akun Microsoft mereka. Sebagai gantinya, perusahaan menghadirkan opsi lain untuk masuk ke layanannya.

Ketimbang harus menggunakan pengelola atau mengingat kata sandi, pengguna bisa menggunakan aplikasi Microsoft Authenticator, Windows Hello, kunci keamanan atau kode SMS atau email. Penggun abisa masuk ke layanan seperti Outlook, OneDrive, Microsoft Family Safety, dan bahkan Xbox Series X/S tanpa kata sandi.

Baca juga: Dinilai Monopoli, Microsoft Harus Diawasi Seperti Perusahaan Besar Lain

Dilansir dari Engadget (15/9), Microsoft akan menghadirkan opsi itu untuk semua irnag dalam beberapa minggu ke depan, tepatnya saat peluncuran Windows 11 pada 5 Oktober.

Setelah pengguna menginstal aplikasi Authenticator dan menautkannya ke akun, pengguna bisa menonaktifkan kata sandi. Untuk menggunakannya, buka setting akun Microsoft, lalu pilih Advanced Security Options dan Additional Security. Dari sana, pengguna bisa mengubah akun menjadi akun tanpa kata sandi. Kemudian, ikuti petunjuknya dan setujui pemberitahuan di aplikasi Authenticator untuk mengukuhkan kesepakatan.

Sementara itu, pengguna bisa mengaktifkan kembali kata sandi kapan saja. Namun, yang pasti, metode yang lain mungkin jauh lebih nyaman dan aman. Adapun kata sandi tak hanya menjadi “ladang ranjau” keamanan siber, tetapi juga butuh memakan waktu masuk akun dan, agaknya, menjengkelkan.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC