Internasional

Hong Kong Kembali Diguncang Demonstrasi

Channel9.id-Jakarta. Polisi Hong Kong berupaya membubarkan demonstrasi yang kembali mengguncang negara itu. Tembakan gas air mata, semprotan merica, dan water canon digunakan polisi untuk memecah konsentrasi massa yang memadati jalanan.

Mengutip theguardian, ribuan massa kembali melakukan unjuk rasa memprotes kebijakan Cina yang akan memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di wilayah semi-otonom.

Pada Minggu (24/05), sekurangnya 180 orang ditahan polisi karena berkerumun secara ilegal dan dituduh melakukan pelanggaran di tempat umum. Polisi pun menuduh pengunjuk rasa telah menimbulkan kekacauan.

Beberapa orang terluka dilaporkan terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Pengunjuk rasa dituding melanggar aturan social distancing dengan menghadiri satu pertemuan besar dan berjalan memenuhi kota Hong Kong. Demo kali ini merupakan demo terbesar sejak mulainya pandemi Covid-19.

Kerumunan massa mulai berjalan dengan damai dari jalan Hennessy Road, saat polisi beberapa kali menembakkan gas air mata selama 30 menit sejak protes dimulai.

Sejumlah toko dan bangunan dengan segera menutup pintu, dan orang-orang mulai berlarian ke sisi jalan dan jembatan sebelum akhirnya kembali ke jalanan. Massa kemudian membentuk barikade untuk menghalau polisi yang mengejar, menangkap, serta menggeledah sejumlah massa.

Unjuk rasa yang telah direncanakan sejak minggu lalu ini setelah Beijing mengungkapkan rencana untuk memaksa Undang-Undang anti hasutan di Hong Kong.

Pengumuman dari pemerintah Cina tersebut telah meningkatkan sentimen anti Beijing di Hong Kong dan memicu seruan dari para pemrotes untuk kemerdekaan penuh negeri itu. Padahal, dalam demonstrasi sebelumnya tidak pernah ada seruan tersebut.

Seorang pengunjuk rasa, Ms Chan, 30 tahun, mengatakan, ia akan terus berjuang meski harus ditangkap. “Walaupun ada risiko ditahan, saya akan tetap turun ke jalan, berjuang hingga nafas terakhir,” katanya.

Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi menjelaskan proses memberlakukan Undang-Undang keamanan nasional akan dilakukan di Cina dan langsung dimasukkan dalam hukum Hong Kong tanpa persetujuan dari legislatif. “Kami harus segera menyelesaikannya tanpa penundaan sedikitpun,” tegas Wang Yi, Minggu (24/05).

Keputusan yang nantinya akan disetujui Kongres Rakyat Nasional Beijing (NPC) akan membuka jalan bagi Undang-Undang subversi, separatism, campur tangan asing, dan terorisme melawan pemerintah pusat. Hal ini memungkinkan Cina untuk menginstal agen keamanannya sendiri di Hong Kong.

Adapun pemimpin Hong Kong Carrie Lam diketahui memberi dukungan kepada NPC untuk memuluskan jalan aturan yang bakal diberlakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

62  +    =  68