Connect with us

Ekbis

IHSG Ditutup Menguat 0,38%

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan menguat 0,38% atau 23,30 poin ke level 6.133,24 di akhir perdagangan Jumat, 17 September 2021.

Sebanyak 216 saham menguat, 295 saham merah, dan 147 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di posisi Rp7.513,64 triliun. Investor asing mencatatkan foreign net buy di seluruh pasar senilai Rp458,80 miliar.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) menjadi saham ang paling banyak diburu asing dengan transaksi senilai Rp140,2 miliar.

Baca juga: Asyik, Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Diperpanjang Lagi 

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO) dibeli asing Rp130,6 miliar dan saham PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) dibeli sebanyak Rp81,9 miliar.

Di sisi lain, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menjadi yang paling banyak dijual investor asing dengan nilai Rp63,4 miliar. Disusul saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) senilai Rp52,9 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) senilai Rp42,1 miliar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Ketua DPR Minta Kenaikan Upah Minimum 2022

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar kenaikan upah minimum tahun 2022 dapat direalisasikan. Tujuanya demi pemulihan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang banyak terdampak akibat pandemi Covid-19. Kenaikan upah minimum harus bisa memenuhi kebutuhan rakyat,” kata Puan dalam keterangannya, Senin 25 Oktober 2021.

Dia meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempertimbangkan harapan buruh karena berdasarkan survei terhadap peningkatan harga-harga komoditas di pasar dari berbagai daerah, terjadi kenaikan harga sebagian besar komoditas.

Baca juga: Upah Minimum 2022 Dikaji Kemenaker dan Depenas

Puan meyakini kenaikan upah bisa kembali membangkitkan daya beli buruh sehingga diharapkan kesejahteraan buruh bisa bertambah.

“Karena tidak sedikit dari kawan-kawan buruh yang mengalami pengurangan upah, bahkan pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dia mengapresiasi pemerintah khususnya Kemnaker yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum, meskipun besaran peningkatannya masih dalam proses penghitungan.

Mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu meminta masyarakat memahami bahwa kenaikan upah minimum tidak dapat memenuhi ekspektasi semua pihak.

“Namun saya berharap ada jalan tengah agar besaran kenaikan upah minimum dapat mengakomodir kebutuhan buruh, sekaligus sesuai dengan kemampuan perusahaan dan kondisi perekonomian nasional,” katanya.

Puan juga meminta Kemnaker untuk terus melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan upah minimum dan pendekatan humanis kepada kelompok buruh harus dikedepankan.

Dia mengingatkan agar pemerintah melibatkan kelompok buruh dalam pembahasan rencana kenaikan upah minimum dan bagi pihak buruh, diharapkan bisa menerima apabila kenaikan upah minimum tahun ini tidak sesuai ekspetasi.

“Kita ketahui saat ini masih dalam masa pemulihan dari dampak Covid-19. Adanya rencana kenaikan upah minimum tahun ini juga tentunya lebih baik dibandingkan dengan tahun 2021 yang tidak ada kenaikan,” ujarnya.

HY

Continue Reading

Ekbis

Bank Digital BNI Fokus kepada UKM

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengembangkan bank digital yang nantinya akan berfokus pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan kehadiran bank digital akan membuat biaya operasional bank menjadi lebih murah dan bisa melayani sektor UKM yang memiliki potensi dan peran besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami percaya dengan memiliki anak perusahaan yang fokus sebagai bank digital akan membawa BNI memiliki layanan perbankan yang lebih efektif dan lebih tepat sasaran,” kata Royke, Senin, 25 Oktober 2021. Dia menambahkan, “kami telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank ini yang memiliki ekosistem bisnis yang kuat untuk dikembangkan menjadi bank digital.”

Meski demikian, Royke menolak untuk menyebutkan nama bank yang akan diakuisisi oleh emiten berkode saham BBNI tersebut. Ia menyampaikan, rencana beserta dana yang dialokasikan perseroan untuk pengembangan bank digital tersebut sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank atau RBB tahun 2021.

“Target idealnya BUKU I BUKU II bedasarkan klasifikasi bank sebelumnya, yang artinya modal intinya tidak lebih dari Rp3 triliun. Tentunya proses akusisi akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan kami akan pastikan memiliki valuasi yang wajar,” ujar Royke.

Saat ini, lanjutnya, perseroan memiliki kecukupan modal yang kuat untuk melakukan ekspansi baik secara organik maupun anorganik. Baru-baru ini, BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp8,6 triliun sebagai penguatan modal.

Menurut Royke rencana akusisi tidak akan bedampak signifikan terhadap permodalan BNI. Untuk rencana dukungan permodalan dua tahun ke depan, masih dalam proses pengkajian dengan mempertimbangkan banyak business modal bank digital yang akan diadopsi. “Yang pasti kita fundamentalnya akan sangat kuat,” kata dia.

 

Continue Reading

Ekbis

Ekonomi Triwulan III Diperkirakan Tumbuh 4,3 Persen

Published

on

By

Perekonomian Sirkular Sumbang Rp 642 Triliun kepada PDB

Channel9.id-Jakarta. Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi triwulan III-2021 tumbuh 4,3 persen. Angka ini membaik dari minus 3,5 persen pada triwulan III-2020.
“Dibanding triwulan II-2021 menurun, tetapi kalau dilihat pada triwulan III-2021 masih mengalami varian Delta yang sangat tinggi namun ternyata koreksinya tidak terlalu dalam,” ujarnya, Senin, 25 Oktober 2021.

Untuk pertumbuhan ekonomi pada 2021, Sri Mulyani memperkirakan berada di kisaran empat persen. Angka ini seiring dengan kinerja ekonomi yang menunjukkan pemulihan secara gradual dan perlu terus dipertahankan dengan upaya pengendalian Covid-19 yang komprehensif.

Permintaan domestik memang sempat tertahan pada triwulan III-2021 akibat penerapan restriksi mobilitas di Juli-Agustus. Namun aktivitas dan sektor terkait ekspor mampu tumbuh tinggi dan menopang kinerja ekonomi triwulan ketiga tahun ini.

Sri Mulyani memperkirakan perbaikan ekonomi hingga akhir tahun ini, ditopang potensi pembalikan arah ekonomi di triwulan IV-2021 dengan pola aktivitas yang lebih normal.
Meski demikian, eskalasi risiko global harus terus diwaspadai, terutama dari faktor rebalancing Cina, Amerika Serikat, dan Eropa, serta potensi peningkatan kasus Covid-19 domestik di akhir tahun ini. “Semuanya ini akan mempengaruhi outlook di triwulan keempat dan terutama untuk 2022,” kata dia.

Continue Reading

HOT TOPIC