Mendagri Minta Daerah Waspadai Kenaikan Harga Minyak Goreng
Ekbis

Inflasi Nasional 3,08 Persen, Mendagri Minta Daerah Waspadai Kenaikan Harga Minyak Goreng

Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi capaian inflasi nasional secara tahunan (year on year/YOY) pada Mei 2026 yang berada di angka 3,08 persen. Menurutnya, kondisi tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah sehingga menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga.

“Angka ini masih cukup baik karena berada dalam target pemerintah, yaitu antara 1,5 persen hingga 3,5 persen,” kata Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, Tito mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap mewaspadai pergerakan harga sejumlah komoditas pangan, terutama minyak goreng. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang inflasi, dengan cabai sebagai komoditas yang memberikan andil terbesar, disusul minyak goreng.

“Khusus untuk makanan, minuman, tembakau, posisi masih pada cabai ya. Cabai yang paling tinggi 0,08 diikuti minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Tito, kenaikan harga pada beberapa komoditas masih dapat dikendalikan karena tidak melibatkan bahan pangan utama seperti beras. Ia menilai kondisi ini lebih baik dibandingkan periode-periode sebelumnya ketika beras kerap menjadi penyumbang utama inflasi.

Namun demikian, ia meminta seluruh pihak terkait memberi perhatian khusus terhadap harga minyak goreng mengingat komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir seluruh rumah tangga di Indonesia.

“Nah yang mungkin perlu diwaspadai adalah minyak goreng. Karena minyak goreng adalah kebutuhan utama. Ada 165 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan, sementara 73 daerah mengalami penurunan,” ungkap Tito.

Selain minyak goreng, Mendagri juga menyoroti perkembangan harga bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit di sejumlah daerah. Ia berharap pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipatif agar kenaikan harga tidak semakin meluas.

Tito turut memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Perum Bulog yang dinilai berhasil menjaga ketersediaan stok beras nasional sehingga harga komoditas tersebut tetap stabil.

“Beras relatif terjaga. Biasanya beras masuk tiga besar penyumbang inflasi, tetapi sekarang berada di posisi yang lebih rendah,” tandasnya.

Baca juga: Sigi Pimpin Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49  +    =  53