Lifestyle & Sport

Isi Liburan dengan Tidur Lama, Ini Nih Bahayanya!

Channel9.id-Jakarta. Orang yang tak liburan di musim liburan ini, mungkin memilih menikmati “me time” di rumah. Memang ini lebih aman ketimbang ke luar—yang bisa meningkatkan risiko tertular COVID-19. Namun, kalau “me time” hanya diisi dengan bermalas-malas dan tidur lama, Kamu bisa berisiko terkena masalah kesehatan lain, lo.

Memang risiko terkena COVID-19 jadi rendah, tapi apa Kamu mau meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan lain? Perlu Kamu catat, tidur berlebihan (lebih dari 9 jam) bisa berdampak buruk pada kesehatanmu. Nah, memangnya apa saja risikonya? Simak berikut ini.

1. Sakit punggung
Tidur terlalu lama meningkatkan risiko sakit punggung, kecuali bila tidur di kasur khusus yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

2. Diabetes
Menurut sejumlah penelitian, tidur terlalu lama atau kurang tidur meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes.

3. Obesitas
Proses metabolisme berjalan lebih lambar ketika sedang tidur. Jadi, bila seseorang tidur terlalu lama, cepat atau lambat akan terancam obesitas. Menurut studi, orang yang tidur terlalu lama berisiko 21% lebih tinggi terkena obesitas, jika dibandingkan dengan orang normal.

4. Penyakit jantung
Sebuah penelitian terhadap 72.000 perempuan membuktikan bahwa mereka yang tidur 9-11 jam per malam, 38% di antaranya akan menderita penyakit jantung koroner, dibandingkan wanita yang tidur 8 jam per malam (WebMD.com).

Kendati demikian, peneliti belum bisa mengidentifikasi alasan atas hubungan penyakit jantung dan terlalu banyak tidur.

5. Cepat lupa
Sejatinya, tidur akan memperkuat kemampuan mengingat. Namun, jika Kamu tidur terlalu lama, Kamu malah akan merasakan sebaliknya. Tidur terlalu lama akan memperlambat fungsi sel otak, sehingga menmpercepat kemunculan tanda-tanda kepikunan.

6. Depresi
Para ahli mengatakan, 15% penderita depresi suka tidur terlalu lama. Sejumlah di antaranya menuturkan bahwa mereka cenderung tidur lebih lama daripada orang normal. Bukannya meringankan depresi, tidur terlalu lama justru akan memperburuk masalah depresi.

Nah, untuk menghindari risiko-risiko tersebut, para ahli menyarankan untuk mengatur jam tidur dan jam bangun pada waktu yang sama setiap hari. Selain itu, kurangi juga konsumsi kafein dan alkohol menjelang waktu tidur, supaya Kamu tak mengalami insomnia dan bisa tidur nyenyak.

(LH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

66  +    =  72