Connect with us

Internasional

Israel Izinkan Kembali Ekspor Komersial dari Jalur Gaza

Published

on

Israel Izinkan Kembali Ekspor Komersial dari Jalur Gaza

Channel9.id-Israel. Israel telah mengizinkan dimulainya kembali ekspor komersial terbatas dari Jalur Gaza, Selasa (22/6/2021). Keputusan ini diambil setelah sebulan lamanya gencatan senjata antara Israel-Palestina berlangsung.

“Setelah mengevaluasi keamanan kami, kami memutuskan untuk mengizinkan ekspor agrikulturan dari Jalur Gaza, pertama kalinya sejak berakhirnya peperangan,” ujar pernyataan dari cabang Menteri Pertahanan Israel, COGAT di hari Senin.

Baca juga: PM Israel Kecam Terpilihnya “Sang Jagal” Presiden Baru Iran

COGAT mengatakan keputusan ini disetujui oleh Perdana Menteri Nafrali Bennet. COGAT juga mengatakan kalau keputusan ini adalah keputusan bersyarat demi terjaga stabilitas keamanan.

Seorang pekerja dari Palestina yang tak ingin identitasnya diketahui mengatakan ada 11 truk ekspor pakaian yang melewati jalanan Karm Abu Salem untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata.

Menurut Saleh al-Zeq, seorang pejabat dari komite perhubungan otoritas Palestina, pelonggaran ini juga termasuk dimulainya kembali layanan surat menyurat dari ataupun ke Gaza. Ribuan paspor dan dokumen sempat tertahan sejak terjadinya peperangan antara Israel dengan Hamas pada tanggal 10 Mei lalu.

Namun, beberapa larangan oleh Israel masih ada yang diterapkan dan mulai menunjukkan akibatnya di sektor yang berbeda.

Pada hari Senin, pabrik botol Pepsi mengatakan kalau mereka gulung tikar dan membuat 250 karyawan menganggur karena mereka tidak bisa mendapatkan barang mentah yang mereka butuhkan. Sebagai gantinya perusahaan akan mengimpor produk yang sudah jadi dari pabrik mereka di Tepi Barat.

“Bahan mentah masih belum diperbolehkan. Selama 60 hari kami sudah menunggu,” kata Hammam Alyazji, manajer development di pabrik tersebut. Bahan tersebut merupakan karbon dioksida dan sirup.

Selain itu, ikan juga tidak termasuk barang yang diperbolehkan di ekspor, kata Nezzar Ayyash dari persatuan nelayan. Ia mengatakan kalau Israel sudah mengurangi wilayah penangkapan ikan lebih dari setengahnya, dari yang seharusnya seluas 37 km, menjadi 11 km seperti yang sudah disetujui di Perjanjian Oslo.

“Ini sangat buruk untuk keberlangsungan para nelayan,” ujarnya.

Pembatasan lainnya termasuk terbatasnya jumlah pasien yang dapat mendapatkan perawatan di Israel ataupun di Tepi Barat.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Kebakaran Hutan di Turki Tewaskan Satu Orang, 10 Lainnya Luka-Luka

Published

on

By

Kebakaran Hutan di Turki Tewaskan Satu Orang, 10 Lainnya Luka-Luka

Channel9.id-Turki. Satu orang meninggal dan 10 orang lainnya terjebak di dalam hutan setelah mengalami kebakaran selama dua hari di daerah selatan Turki ujar Menteri Agrikultur Turki Bekir Pakdemirli, Kamis (28/7/2021). Beliau mengatakan tim penyelamat sedang berusaha menyelamatkan dan memadamkan api tersebut.

Cuaca panas dan angin kencang telah membuat si jago merah membara lebih hebat lagi dan menyebar ke sekitar kota Manavgat, 75 kilometer dari timur kota rekreasi Antalya, dan juga ke desa di sekitarn. Asap tebal membumbung tinggi dari hutan di sekitar kota Manavgat. Walikota Manavgat, Sukru Sozen mengatakan api tersebut sudah menyebar sampai ke pusat kota.

“Api sudah menyebar di pusat kota dan kian membesar dikarenakan angin kencang. Saat ini kami masih belum bisa memperkirakan kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran ini yang juga terjadi di desa-desa dekat kota kami. Kami belum pernah melihat bencana semacam ini,” ungkap Sozen kepada stasiun televise Haberturk.

Baca juga: Kasus Covid-19 Varian Delta di Turki Melonjak

Menurut walikota Antalya, Muhittin Bocek, api tersebut awalnya terjadi di empat titik berbeda. Ia mengatakan empat kawasan pemukiman telah dievakuasi.

Pihak otoritas masih belum dapat menentukan apa penyebab kebakaran tersebut.

Pakdemirli mengatakan ada seorang pria berusia 82 tahun yang meninggal selama proses evakuasi di distrik Kepezbeleni, 16 km dari timur laut kota Manavgat. Beliau juga menambahkan kalau ada 10 orang yang terjebak di dekat bendungan Oymapinar. Tim regu penyelamat sedang dalam perjalanan untuk menyelamatkan mereka.

“Pihak otoritas telah berhasil mengevakuasi 18 desa dan distrik di Antalya sedangkan 16 desa lainnya sedang dievakuasi ke daerah provinsi Adana dan Mersin,” tambahnya.

Tayangan televise menunjukkan rumah-rumah warga yang terbakar dan orang-orang yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya disaat petugas pemadam kebakaran di helicopter berusaha memadamkan kebakaran hutan tersebut.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kasus Covid-19 Naik, Ahli Desak Pemerintah Jepang Lebih Tegas

Published

on

By

Kasus Covid-19 Naik, Ahli Desak Pemerintah Jepang Lebih Tegas

Channel9.id-Jakarta. Dua orang yang pergi ke Tokyo untuk mengikuti ajang Olimpiade Tokyo harus dilarikan ke rumah sakit setelah terinfeksi Covid-19, ujar juru bicara Olimpiade  para hari Kamis (28/7/2021). Kejadian ini terjadi ditengah-tengah kekhawatiran masyarakat kalau Olimpiade akan memperburuk situasi pandemi.

Kedua orang tersebut tidak mengalami gejala yang serius dan orang ketiga yang juga dirawat sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, ujar Masa Takaya, juru bicara Olimpiade.

Baca juga: Dukungan ke PM Suga Menurun, Warga Jepang Resah dengan Olimpiade

Saat ini Tokyo sedang dipenuhi oleh para atlit dan timnya yang datang dari luar negeri untuk bertanding di acara olahraga terbesar di dunia, Olimpiade. Selama berlangsungnya Olimpiade, mereka akan selalu di tes Covid-19.

Saat ini ibu kota Jepang tersebut sedang dalam situasi darurat Covid-19 dikarenakan angka kasusnya yang masih terbilang tinggi.

Pihak panitia menolak untuk memberikan rincian detil mengenai ketiga pasien tersebut karena masalah privasi. Mereka juga mengumumkan ada 24 kasus Covid-19 baru di orang-orang yang berkaitan dengan Olimpiade, termasuk tiga atlit, pada hari Kamis. Laporan tersebut membuat total kasus Covid-19 Olimpiade menjadi 193 sejak tanggal 1 Juli.

Berita ini dikabarkan disaat penasihat kesehatan terkemuka Jepang mendesak pemerintah untuk memberikan pesan yang tegas dan jelas mengenai besarnya resiko dari pandemi.

Tokyo melaporkan ada 3,177 kasus baru pada hari Rabu. Untuk Jepang sendiri tercatat ada 9,570 kasus baru menurut data dari kemenkesnya.

“Krisis terbesar saat ini yaitu publik tidak merasakan adanya bahaya yang mengintai mereka,” ujar penasihat kesehatan Shigeru Omi di meja parlemen. “Kasus di Tokyo sudah melebihi angka 3,000 dan pengumuman ini mungkin bisa memberikan dampak ke publik. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan ini, saya ingin pemerintah untuk memberikan pesan yang tegas dan jelas,” tambahnya.

Omi mengatakan vaksin dapat membantu Jepang menghadapi pandemi, namun masih banyak faktor yang berisiko memperburuk situasi pandemi, termasuk adanya varian Delta yang mudah menular, kurang ketatnya protokol kesehatan, dan juga Olimpiade.

Hanya 26.5% warga Jepang yang sudah divaksin penuh dan stok vaksin di Jepang saat ini sedang menipis. Menurut sebuah data, lebih dari 60% kasur rumah sakit di Tokyo sudah diisi oleh para pasien Covid-19.

Kenaikan angka kasus ini juga memberikan dampak buruk terhadap citra PM Yoshihidr Suga yang akan menghadapi pemilu dalam waktu dekat ini. Dalam sebuah survey, dukungannya merosot jauh semenjak ia mulai menjabat September lalu.

Banyak masyarakat Jepang yang khawatir dengan diadakannya Olimpiade, situasi pandemi akan memburuk karena banyaknya orang luar negeri yang masuk ke Jepang. Selain itu para ahli juga mengatakan kalau diadakannya acara besar seperti Olimpiade malah akan membingungkan masyarakat dengan peraturan untuk dirumah saja.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

PM Pashinyan Meminta Rusia Untuk Berjaga di Daerah Perbatasan

Published

on

By

PM Pashinyan Meminta Rusia Untuk Berjaga di Daerah Perbatasan

Channel9.id-Armenia. Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan meminta Rusia untuk menempatkan pasukannya di daerah perbatasan Armenia dengan Azerbaijan ditengah-tengah semakin tegangnya tensi Armenia-Azerbaijan, lapor agensi berita TASS pada hari Kamis (28/7/2021).

Armenia dan Azerbaijan pada Kamis pagi saling menuduh sudah melanggar gencatan senjata yang sebelumnya sudah dimediasi oleh Rusia pada hari Rabu.

“Dikarenakan situasi saat ini, saya rasa saat ini sungguh sangat logis untuk meminta pasukan penjaga perbatasan Rusia untuk berjaga-jaga di sepanjang perbatasan Armenia-Azerbaijan,” ujar Pashinyan di dalam pertemuan dengan pemeritah.

Baca juga: Rusia Mediasi Konflik Antara Armenia-Azerbaijan

Beliau mengatakan kalau Armenia sedang bersiap-siap untuk mendiskusikan permintaan tersebut kepada Rusia nantinya, dan langkah tersebut akan dilakukan di daerah perbatasan tanpa adanya bentrokan antar pasukan.

Kementerian pertahanan Armenia sebelumnya mengatakan kalau pasukan Azerbaijan telah melepaskan tembakan kepada pasukan Armenia di daerah perbatasan Gegharkunik pada Kamis pagi ini, memicu pasukan Armenia membalas tembakan tersebut.

Di lain pihak, kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan kalau pasukan Armenia yang lebih dahulu melepaskan tembakan dengan menggunakan tembakan mesin dan roket ke arah pedesaan di daerah Kelbajar, dan juga melemparkan granat. Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan pasukannya melepaskan tembakan untuk melindungi dirinya sendiri.

Gencatan senjata ini diserukan pada hari Rabu setelah adanya insiden baku tembak terparah sejak perang enam minggu antara pasukan ernis Armenia melawan Baku dalam perebutan wilayah Nagorno-Karabakh dan juga daerah sekitarnya.

Pada insiden hari Rabu itu, Armenia mengungkapkan kalau tiga tentaranya telah gugur dan Azerbaijan menyatakan kalau ada dua tentaranya yang terluka.

Continue Reading

HOT TOPIC