Connect with us

Nasional

Izinkan Kampus Kuliah Tatap Muka, Nadiem Ungkap Persyaratannya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan perguruan tinggi diperbolehkan perkuliahan tatap muka mulai Januari 2021. Namun, dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengisi daftar periksanya yang ditentukan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi.

Mengutip Antara, Minggu (22/11), aturan perkuliahan tatap muka pada perguruan tinggi, saat ini sedang disusun oleh Ditjen Dikti. Untuk itu, Nadiem menegaskan, pembelajaran tatap muka tidak hanya untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK tetapi juga perguruan tinggi.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Ungkap Syarat Sekolah Tatap Muka

Nadiem menjelaskan, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara serentak atau bertahap per wilayah kecamatan dan atau desa atau kelurahan. Hal itu berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau bulan Januari 2021.

Meski demikian, lanjutnya, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan izin tiga pihak yakni Pemda, kepala sekolah dan komite sekolah dan juga orangtua.

Tak hanya itu, sekolah juga harus memenuhi daftar periksa. Enam daftar periksa yang harus dipenuhi yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan (toilet bersih dan layak serta sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau penyanitasi tangan), mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan masker, memiliki thermogun, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan (yang memiliki komorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, dan riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko yang tinggi), dan mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali.

Selanjutnya, kondisi kelas dengan jarak antarsiswa minimal 1,5 meter, jumlah maksimal peserta didik per ruang kelas PAUD sebanyak lima siswa, pendidikan dasar dan menengah sebanyak 18 siswa, dan SLB sebanyak lima siswa.

Selanjutnya, jadwal pembelajaran juga dilakukan dengan sistem bergiliran yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Peserta didik dan tenaga pendidik wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker bedah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk atau bersin.

“Kita pastikan bahwa kondisi medis warga satuan pendidikan yang punya komorbiditas tidak boleh melakukan tatap muka, tidak boleh datang ke sekolah kalau mereka punya komorbiditas karena risiko mereka jauh lebih tinggi,” tegas Nadiem.

Kemudian, tidak diperkenankan kegiatan-kegiatan yang berkerumun artinya kantin diperbolehkan beroperasi, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan untuk dilakukan.

Selain pembelajaran tidak ada lagi kegiatan selain kegiatan belajar-mengajar seperti orang tua tidak boleh menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua dan murid itu tidak diperbolehkan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Jelang Akhir Tahun, ASN Banyuwangi Gelar Shalawatan Dan Doa Bersama

Published

on

By

Channel9.id-Banyuwangi. Jelang berakhirnya tahun 2020 dan menyambut datangnya tahun 2021, Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi menggelar sholawatan, zikir dan doa bersama di Masjid Baabussalam Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (4/12/ 20).

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Doa bersama ini juga dihadiri Habib Abdurrahman Al Jufri, Habib Abdul Qadir Al Jailani Al Haddar, Sekretaris Daerah Banyuwangi dan sejumlah kepala OPD, dan segenap karyawan/karyawati pemkab.

Dalam sambutannya, Bupati Anas berharap, lewat sholawat dan zikir tersebut, Allah berkenan menurunkan rahmat-Nya dan memberikan segala kemudahan dalam menjalankan proses pemerintahan kepada Pemkab Banyuwangi.

“Semoga dengan sholawat, zikir dan doa bersama ini, Allah memudahkan kita sebagai ASN dalam menjalankan tugas. Dan tentunya yang tak kalah penting, kita bisa melalui segala ujian seperti covid 19 ini, kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyampaikan harapannya dan minta didoakan agar diberikan kemudahan dalam menyelesaikan tugas dan diberikan keselamatan hingga akhir jabatannya sebagai Bupati Banyuwangi.

“Jabatan saya 2 bulan lagi usai, saya mohon agar terus didoakan untuk kebaikan Banyuwangi ke depan, keguyuban karyawan dijaga, serta mohon didoakan agar saya mampu menyelesaikan amanah saya dengan baik hingga di akhir jabatan nanti,” harap Anas.

Gema shalawat nan merdu dan membangkitkan kerinduan akan sosok Nabi Muhammad SAW dilantunkan oleh kelompok hadrah Dhiya’ul Musthofa dari Banyuwangi. Juga ada santunan anak yatim yang tak pernah ketinggalan disertakan dalam setiap event Pemkab Banyuwangi. Dilanjutkan dengan doa tahlil oleh Habib Abdul Qadir Al Jailani Al Haddar.

Tausiyah dari Habib Abdurrahman Al Jufri menjadi penutup dari kegiatan tersebut. Habib Abdurrahman Al Jufri mengingatkan untuk selalu melatih lisan untuk bersholawat, berzikir dan berdoa.
Habib Al Jufri pun berpesan agar senantiasa menjaga perkataan dengan baik. Menurutnya itu adalah salah satu ciri orang yang beriman.

Continue Reading

Hot Topic

Menag: Paham Ekstremisme Bisa Lewat Guru dan Rohis

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan bahwa ekstremisme agama bisa masuk ke sekolah lewat tiga jalur: guru, ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islam/Rohis) dan kurikulum atau mata pelajaran.

Fachrul meminta pihak guru pendidikan, khususnya mata pelajaran agama Islam perlu memberikan pemahaman agar ekstremisme tertolak di benak siswa. Sekolah serta pengawas pendidikan benar-benar harus mengantisipasi jalur penyebaran paham ekstremisme tersebut.

“Guru PAI perlu secara optimal memainkan peranan strategisnya, termasuk dalam membina aktivitas keagamaan dan menguatkan moderasi beragama para siswa,” kata Fachrul lewat siaran pers, Jumat (4/12).

Baca juga: BNPT Gandeng Pesantren Cegah Terorisma di Kalangan Remaja

Fachrul menjelaskan bahwa guru memiliki peran penting di sekolah. Di samping bisa menangkal paham ekstremisme, guru juga bisa jadi jalur penyebar paham tersebut.

Jalur kedua yakni organisasi atau ekstrakurikuler bidang keagamaan. Pola mentoring yang selama ini diterapkan bisa dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin menanamkan paham ekstremisme.

Jalur ketiga adalah pendidikan atau kurikulum. Fachrul mengatakan ekstremisme bisa saja ditanamkan lewat mata pelajaran selain agama.

“Meski, tidak selalu pintu masuk pemikiran ekstrem ini melalui kurikulum pendidikan agama, karena bisa saja disisipkan melalui mata pelajaran umum,” ujar Fachrul.

Fachrul meminta agar para guru agama di sekolah-sekolah ikut secara intensif memberikan pembinaan pada berbagai aktivitas siswa.

Menurutnya, program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag saat ini turut menjangkau pendidikan agama dan keagamaan di sekolah-sekolah.

“Saya minta guru dan pengawas pendidikan agama lebih intens berpartisipasi dalam memberikan pembinaan atas organisasi siswa,” kata Fachrul.

Fachrul mengatakan Kementerian Agama kini telah bekerjasama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud untuk mereview kurikulum pendidikan agama. Saat ini, Kemenag telah menerbitkan 12 buku Pendidikan Agama Islam dengan muatan moderasi.

Fachrul turut mengapresiasi penerbitan buku kumpulan praktik baik implementasi Inisiatif Pencegahan Kekerasan (IPK). Hasil best practice IPK ini adalah modeling pencegahan kekerasan pada jenjang pendidikan menengah.

Menurutnya, buku ini akan semakin menambah referensi bagi para pihak yang berkepentingan, terutama guru pendidikan agama dan sekolah untuk turut berkontribusi dalam mencegah tumbuh kembangnya ekstremisme dalam beragama.

“Saya baca sekilas, naskah buku PVE juga mencoba menutup 3 pintu masuk ekstremisme keberagamaan yang selama ini menjadi kekhawatiran kita semua,” kata dia.

IG

Continue Reading

Nasional

Prof. Dr. Dadang Hawari Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad Prof. Dr. Dadang Hawari meninggal dunia pada Kamis 3 Desember 2020. Psikiater ini meninggal pada pukul 15.10 WIB.

“Kami keluarga besar Masjid Raya Al Ittihaad turut berduka cita. Insya Allah Husnul Khotimah, ditempatkan di Surga bersama Baginda Nabi Muhammad SAW,” ucap Keluarga Besar Masjid Raya Al Ittihaad.

Dr. Irzan melalui cuitannya di Twitter menyampaikan, Dadang meninggal karena Covid-19.

Irzan menyampaikan, Dadang Hawari sempat menjalani perawatan Covid-19 bersama istrinya di rumah sakit.

“Terakhir beliau dan istri sempat masuk RS dalam perawatan krn Covid,” katanya.

Irzan pun meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk dr. Dadang Hawari.

“Moga almarhum husnul khatimah. Indonesia kembali kehilangan salah satu guru besar kedokteran,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC