Jakarta Movin Allstars Rilis ‘Senandung Gugusan Bintang’ tentang Mimpi Tumbuh Bersama
Lifestyle & Sport

Jakarta Movin Allstars Rilis ‘Senandung Gugusan Bintang’ tentang Mimpi Tumbuh Bersama

Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment melahirkan grup vocal yang cukup memberi warna di industri musik Tanah Air. Demikian dengan Jakarta Movin yang sudah cukup familiar bagi pencinta teater musikal Tanah Air. Namun, entitas yang dikenal lewat berbagai pertunjukan musikal, koreografi megah, hingga penampilan di Synchronize Festival ini ternyata punya sisi lain yang tak kalah menarik. Mereka memiliki Jakarta Movin Allstars, kelompok berisi anak-anak muda bertalenta yang siap ikut meramaikan industri musik Indonesia.

Kini, Jakarta Movin Allstars membuka babak baru lewat single terbaru berjudul ‘Senandung Gugusan Bintang’. Sebuah lagu yang resmi dirilis pada 26 Agustus 2026 bersamaan dengan video liriknya di kanal YouTube Jakarta Movin.

Kehadiran single ini menjadi langkah menarik bagi Jakarta Movin Allstars untuk memperkenalkan warna musikal mereka kepada pendengar yang lebih luas. Apalagi, lagu ini lahir dari kolaborasi bersama trio pencipta lagu dan produser Laleilmanino.

Jakarta Movin Allstars terdiri dari sepuluh vokalis yang sudah saling bersahabat, yaitu Uyo, Ranu, Qonita, Alya, Randif, Katya, Manu, Nisa, Annete, dan Barly.

Kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama kelompok ini. Hal tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik pop dengan karakter Jakarta Movin Allstars yang enerjik, lengkap dengan pembagian vokal yang menjadi ciri khas mereka.

Lewat ‘Senandung Gugusan Bintang’, Jakarta Movin Allstars bercerita tentang orang-orang dengan latar belakang dan mimpi berbeda yang akhirnya dipertemukan. Dari pertemuan tersebut, mereka kemudian menjadi support system satu sama lain dan tumbuh bersama untuk mengejar tujuan masing-masing.

Barly menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari bagaimana banyak orang dengan perjalanan berbeda bisa dipertemukan oleh sesuatu yang ia gambarkan sebagai ‘gravitasi’.

“Kita mungkin datang dari tempat yang berbeda dan punya mimpi masing-masing. Lalu dipertemukan oleh ‘gravitasi’, tumbuh dalam suatu perjalanan yang saling menjaga semangat agar tidak pernah padam dan menjadi gugusan bintang yang jauh lebih besar daripada kita bersinar sendiri,” cerita Barly.

Qonita pun menambahkan bahwa lagu ini juga menjadi pengingat bahwa seseorang tidak selalu harus menghadapi berbagai rintangan sendirian.

“Lagu ini menjadi pengingat bahwa dalam segala rintangan dan susah terkadang kita tidak selamanya sendirian karena di dalam prosesnya ada orang-orang tersayang yang hadir untuk membantu kita bertumbuh,” tambah Qonita.

Salah satu hal menarik dari ‘Senandung Gugusan Bintang’ adalah keterlibatan Laleilmanino yang menulis sekaligus memproduksi lagu tersebut.

Kolaborasi ini terasa semakin spesial karena Jakarta Movin sepanjang 2026 sebelumnya sudah terlibat dalam dua proyek musikal bersama nama besar di industri musik Indonesia. Mereka menggarap Musikal Pandangan Pertama bersama RAN serta Musikal Senja Teduh Pelita bersama Maliq & D’Essentials.

Bagi Nuya, founder Jakarta Movin, kesempatan bekerja sama dengan Laleilmanino menjadi sesuatu yang sebelumnya tidak disangka. Terlebih, Nino ternyata sudah mengikuti perjalanan Jakarta Movin sejak 2022.

Ketertarikan tersebut bermula ketika Nino menyaksikan Reza Chandika tampil sebagai Kertarajasa dalam Musikal Petualangan Sherina. Dari sana, Nino terus mengamati perkembangan Jakarta Movin hingga akhirnya semakin yakin untuk berkolaborasi dengan Jakarta Movin Allstars.

Buat Jakarta Movin Allstars, ‘Senandung Gugusan Bintang’ akhirnya bukan sekadar lagu yang dinyanyikan bersama sepuluh orang. Lagu ini menjadi refleksi perjalanan mereka sendiri, tentang bagaimana pertemuan dengan orang-orang yang tepat bisa membuat seseorang terus melangkah dan berkembang.

Ada mimpi yang ingin dikejar, ada perjalanan yang kadang tidak mudah, tetapi semuanya terasa lebih berarti ketika dijalani bersama. Seperti gugusan bintang, masing-masing mungkin punya cahaya sendiri, tetapi ketika berkumpul, sinarnya bisa terlihat jauh lebih besar.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +  5  =