Connect with us

Nasional

Jalan Jihad Penjual Siomay Literasi (3)

Published

on

Oleh: Tim Rumah daulat Buku (Rudalku)

Channel9.id – Jakarta. Saat mengelola usaha warnet, Kristianto belum memahami dinamika dunia Islam. Kala itu ia menggemari video ceramah KH Anwar Zahid yang lucu.

“Saya dulu benci jenggot, celana cingkrang. Saya waktu itu gak mau terkotak-kotak,” ujar Kristianto.

Penasaran dengan Aksi Pengeboman

Beberapa tahun sebelum bergabung dengan Jamaah Anshorud Daulah (JAD), Kristianto memiliki sikap anti pemerintah karena dalam pandangannya pemerintah itu penuh korupsi dan ketidakadilan. Rasa penasaran Kristianto mulai muncul begitu ada peristiwa pengeboman, beberapa tahun sebelum ada Jamaah Anshorud Daulah (JAD).

Sejumlah peristiwa pengeboman, membuat ia ingin mengetahui apa alasan orang melakukan aksi pengeboman. Ia pun mencari alasan itu melalui internet.

Baca juga: Jalan Jihad Penjual Siomay Literasi (2)

Puncak keingintahuan Kristianto pada saat terjadi krisis Timur Tengah, terutama saat Islamic State in Irak and Syiria (ISIS) mendeklarasikan berdirinya kekhilafahan Islam pada Juni 2014.

“Saat 2014 itu, saya sudah googling kemana-mana,” ucapnya.

Saat di Malang ada acara deklarasi khilafah Kristianto penasaran. “Apa sih?” pikirnya kala itu. Ia pun mencari tempatnya, tapi tidak menjumpai. Ia tahu bahwa saat itu belum ada JAD, yang ada FPI, MMI, Al-Muhajirin, dan NII. Organisasi-organisasi tersebut kemudian sepakat bergabung di JAD.

Mulai Kenal Ustadz Romli.

“Ketika deklarasi khilafah di 2014 itu, saya belum kenal dekat dengan Ustadz Romli,” ujar Kristianto.

Perkenalan Kristianto dengan Ustadz Romli karena putri pertamanya yang belajar di Pesantren al-Ikhlas asuhan Ustadz Faiz (alm). Di pesantren itu pula putri Ustadz Romli belajar. Kristianto pun bertemu Ustadz Romli di pesantren itu. Setelah kenal, ia main ke kediaman Ustadz Romli.

“Saya penasaran ingin tahu,” ujar Kristianto.

Dari situ mulai, ia diajak mengaji di kediaman Ustadz Romli. “Waktu itu belum banyak orang, baru ada 4 orang, kadang di tempat Pak Romli, kadang di tempat saya,” ucapnya.

Ustadz Romli, cerita Kristianto, sebelumnya sudah ikut pengajian online al-Muhajirin yang ustadznya adalah Ustadz Aman Abdurrahman. Saat itu, Kristianto mulai aktif, dan ikut i’dad fisik dan i’dad imani dengan mengikuti dauroh-dauroh (pelatihan-pelatihan) dan halaqoh. Kristianto pertama kali ikut i’dad fisik di Gunung Panderman, di Batu, Malang. Ia hanya ikut i’dad fisik, tidak tadrib askari.

“Kalau tadrib itu untuk askariah (militer). Untuk umum, i’dad saja. Untuk dakwah beda lagi. Ada tadribnya sendiri untuk masalah keilmuan,” tutur dia.

Ia sempat ditunjuk menjadi anggota askari, tapi menolak. “Naik gunung saja napasnya pedot,” ujar Kristianto.

Cerita Amir JAD

Pada 14 Januari 2016 terjadi pengeboman di Jalan Sarinah, Tamrin, Jakarta. Dari peristiwa itu merembet ke mana-mana, banyak penangkapan, termasuk anggota JAD di Malang.

“Anggota JAD Malang yang dibawa enam orang, termasuk Pak Romli. Ada yang dibebaskan 1 karena orang baru. Terus kosong,” ujar Kristianto.

Setelah kosong, Abu Umar Blitar, amir JAD Jawa Timur, mengangkat Kristianto untuk menjadi amir JAD Malang. Suatu hari Abu Umar datang ke tempat Kristianto. “Ikut saya ke Probolinggo,” ajar Abu Umar. Saat itu di Probolingga ada acara pertemuan JAD se-Jawa Timur.

Saat acara itulah Kristianto ditunjuk menjadi amir JAD Malang. Meski ia menolak, akhirnya menerima karena alasan tidak ada anggota yang lain kecuali Kristianto.

Setelah menjadi amir, Kristianto kembali ke Malang. Ia melakukan aktivitas seperti biasa. Aktivitas ekonominya adalah menjual tahu frozen. Ia juga mengelola taman baca Al-Quran.

Sementara itu, JAD Malang memiliki sejumlah program, di antaranya membangun ekonomi keluarga anggota yang ditangkap.

“Memberdayakan umahat (para istri) agar punya usaha sendiri. Melakukan pelatihan bekam; yang bisa mengajari yang belum bisa,” ujar Kristianto.

Kristianto menjelaskan bahwa plihan mendirikan usaha itu yang dapat dilakukan karena sulit mendapatkan peluang bekerja. Tapi, program tersebut belum sempat berjalan.

“Dapat uang bisa untuk diri sendiri dan untuk membantu yang lain,” ujarnya.

Kristianto protes dengan kepemimpinan Abu Umar yang sering ke Malang—karena dua dari tiga istrinya tinggal di Malang—tanpa melibatkan dirinya ketika ada santunan untuk umahat yang suaminya di penjara.

“Ini daerah saya, Malang, kenapa gerak sendiri. Saya amir Malang. Malang ya Malang, Jatim ya Jatim. Fungsi saya apa?” gugat Kristianto. Dirinya pun menolak ditarik infak. “Kalau saya tidak dipercaya, kenapa saya dijadikan amir.”

Bagi Kristianto waktu itu, hijrah itu keinginan, dan cita-cita. Suriah, tempat para nabi. Meninggal di sana bagus, luar biasa. “Saya sih anggap ini rejeki, kalau memang bisa ke pergi dan tinggal di sana. Persiapan apa yang dilakukan. Pasport saja tidak punya,” demikian ceritanya. (Bersambung)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Meski Covid-19 Terkendali, Pemerintah Tetap Upayakan Perlindungan Maksimal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini cukup terkendali dengan terus menurunnya kasus positif dan kasus aktif, sejalan dengan angka kesembuhan yang terus meningkat dan angka kematian yang terus ditekan.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya maksimal memberikan perlindungan dengan meningkatkan kualitas penanganan dan menggencarkan vaksinasi, terutama vaksin dosis kedua. Terlebih lagi saat ini Indonesia memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi meningkatkan penularan.

“Upaya yang dilakukan Pemerintah ini untuk memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat,” Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam Internasional Media Briefing di Graha BNPB, Selasa (7/11/2021).

Melihat pencapaian program vaksinasi di Indonesia, saat ini pencapaian vaksin dosis 1 sebesar 68,45%, dan dosis 2 sebesar 47,59%. Namun yang disayangkan, masih ada 21 provinsi dengan cakupan vaksinasi dosis 2 di bawah angka nasional. “Dan ini perlu segera dilakukan upaya perbaikan,” tegas Wiku.

Untuk kondisi terkini, lanjutnya, Indonesia mengalami penurunan kasus selama 20 minggu berturut-turut paska lonjakan kasus terakhir terjadi pada Juli 2021. Saat itu, total kasus mingguan tertinggi mencapai 347.847 kasus.

“Dibandingkan saat ini, kasus mingguan Indonesia mencapai 1.749 kasus, atau turun 99% dari puncaknya,” imbuh Wiku.

Baca juga: Cegah Penyebaran Omicron, Wisatawan Asing Masuk Wilayah RI Dibatasi 

Sejalan itu, kasus aktif Indonesia juga terus menurun. Saat ini terdapat 7.526 kasus atau persentasenya 0,18%. Jika dibandingkan tingkat dunia, persentase di Indonesia jauh lebih rendah dari kasus aktif dunia saat ini sebesar 7,93%. Menurunnya kasus aktif ini terus meningkatkan angka kesembuhan.

Pada minggu ini, angka kesembuhan sebanyak 2.378 kasus atau sudah mencapai 96,44% dari total kasus positif. Dan kabar baiknya, angka kesembuhan yang relatif tinggi ini sejalan dengan angka kematian, di mana selama sepekan terakhir Indonesia mencatatkan 59 kematian.

Selain itu, Pemerintah juga terus meningkatkan angka testing Covid-19. Dalam seminggu terakhir, sudah lebih dari 1,3 juta orang yang diperiksa. Angka ini meningkat dari minggu-minggu sebelumnya yang berkisar di angka 900 ribu – 1,2 juta orang. Dengan jumlah tes yang besar ini, tingkat positivity rate Indonesia tetap terkendali yang saat ini berada di angka 0,12%.

Penurunan kasus positif dan positivity rate juga menurunkan tingkat hunian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. Pekan ini, BOR ruang isolasi di tingkat nasional hanya 2,77%.

Walaupun begitu, salah satu indikator yang terus dipantau adalah tingkat reproduksi atau angka Rt. Karena, beberapa pekan terakhir jumlahnya terus meningkat. Nilai Rt di Indonesia saat ini sebesar 0,97. “Ini artinya sebentar lagi angka ini akan mendekati 1,” tandas Wiku.

Continue Reading

Hot Topic

Cegah Penyebaran Omicron, Wisatawan Asing Masuk Wilayah RI Dibatasi

Published

on

By

Channel.id-Jakarta. Beberapa negara di dunia saat ini telah mengkonfirmasi ditemukan Varian Omicron. Seperti Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, dan Israel. Bahkan, saat ini Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura dan Malaysia yang merupakan negara tetangga Indonesia juga telah mengkonfirmasi kasus varian Omicron.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa Indonesia telah melakukan langkah antisipasi mencegah masuknya varian ini agar tidak menyebar lebih luas di tanah air. Dan ini sebagaimana yang telah dilakukan Pemerintah negara-negara lain mengantisipasi varian Omicron. Keberhasilan Indonesia akan berpengaruh terhadap penanganan pandemi COVID-19 tingkat global.

Saat ini, Indonesia memberlakukan kebijakan karantina internasional 10 hari dengan pengujian pada hari ke-1 dan ke-9, serta pembatasan sementara terhadap wisatawan internasional yang tinggal atau memiliki riwayat singgah di negara-negara Afrika bagian selatan. Pembatasan masuk ke negara ini juga terus dipantau.

“Penting untuk diingat bahwa pembatasan sementara masuknya wisatawan internasional tidak sama dengan melarang masuknya warga negara dengan kewarganegaraan resmi,” Wiku dalam International Media Briefing di Graha BNPB, Selasa, (7/12/2021).

Baca juga: Waspada Covid-19 Varian Omicron, Presiden Jokowi Gencarkan Vaksinasi 

Wiku menuturkan, pembatasan sementara ini dikenakan pada wisatawan internasional dari negara mana pun. Baik kepada yang tinggal, atau memiliki riwayat transit di negara-negara yang dikenakan daftar pembatasan.

Untuk itu, sambungnya, upaya antisipasi seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat juga akan terus dilakukan. Terutama karena Indonesia akan segera memasuki periode Nataru dimana peningkatan aktivitas masyarakat berpeluang meningkatkan potensi penularan.

Penyesuaian aktivitas masyarakat dalam negeri menjelang periode Natal dan Tahun Baru merupakan bagian dari strategi mitigasi COVID-19. Sekaligus upaya untuk mencegah mutasi akibat tingginya angka penularan.

Karena itu, kata Wiku, belajar dari pelajaran masa lalu, Indonesia percaya bahwa tidak ada solusi selain bekerjasama sebagai masyarakat global untuk mencegah tragedi lain terjadi. Setiap pemerintah harus bekerja dalam solidaritas dan berkolaborasi untuk mencegah penyebaran Omicron.

“Kami percaya keberhasilan Indonesia dalam menurunkan kasus nasional akan berdampak besar pada perkembangan kasus di tingkat global,” jelasnya.

Continue Reading

Nasional

Tinjau Lokasi Erupsi Gunung Semeru, Presiden Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Baik

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan penanganan bencana erupsi berjalan baik dan segenap kekuatan yang dimiliki oleh pemerintah telah siaga di lapangan. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12).

“Pagi hari ini saya datang ke lokasi untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang masih ada, kemudian juga evakuasi, juga penanganan pengungsi di lapangan, dan juga ini kita lihat untuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat letusan Gunung Semeru ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi juga meninjau posko terpadu yang dilengkapi dengan dapur umum, posko layanan kesehatan, hingga posko penyembuhan trauma bagi anak di Lapangan Desa Sumberwuluh. Ia juga meninjau posko pengungsian di lokasi tersebut dan menyempatkan berdialog bersama sejumlah warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Di lokasi pengungsi saya juga ingin memastikan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan pengungsi juga tertangani dengan baik. Baik yang berkaitan dengan konsumsi, kesehatan, kemudian air bersih, saya kira kondisinya mulai membaik,” ungkapnya.

Baca juga: Ketua DPR: Kebutuhan Warga Terdampak Letusan Gunung Semeru Harus Diprioritaskan

Jokowi berharap, setelah bencana ini mereda, perbaikan infrastruktur bisa segera dimulai. Selain itu, pemerintah juga merencanakan kemungkinan untuk merelokasi rumah-rumah warga terdampak yang berada di lokasi berbahaya untuk dihuni.

“Tadi saya mendapatkan laporan kurang lebih 2 ribuan rumah yang harus direlokasi. Ini segera akan kita putuskan di mana relokasinya dan saat itu juga akan segera kita bangun karena saya kira semuanya sudah siap,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 6 Desember 2021, pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56 orang, hilang 22 orang, dan meninggal dunia 22 orang. Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya para warga korban erupsi Gunung Semeru.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban akibat letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

 

Continue Reading

HOT TOPIC