Connect with us

Nasional

Jokowi Bagi-bagi Satu Juta Sertifikat ke Seluruh Indonesia

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan satu juta sertifikat hak atas tanah untuk rakyat secara virtual kepada para penerima hak dari 31 provinsi di Indonesia pada Senin (09/11). Penyerahan sertifikat ini bertepatan dengan peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) tahun 2020.

“Dalam rangka bulan bakti Agraria dan Tata Ruang, hari ini saya akan membagikan satu juta sertifikat tanah kepada masyarakat di 31 provinsi,” ujarnya.

Tiga puluh penerima sertifikat sebagai perwakilan hadir secara langsung di Istana Negara dengan sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan. Sementara para penerima lain dari hampir seluruh provinsi di Indonesia mengikuti jalannya acara penyerahan melalui konferensi video.

Baca juga: Presiden Serahkan 1.000 Sertifikat Hak Atas Tanah Untuk Rakyat di Kabupaten Samosir

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan bahwa saat turun ke daerah, dirinya acap kali menerima keluhan dari masyarakat mengenai banyaknya bidang tanah yang belum bersertifikat. Hal itu pada akhirnya menyebabkan terjadinya banyak sengketa lahan.

Selain itu, banyak laporan yang ia dapat, warga juga merasa enggan untuk mengurus sertifikat oleh karena prosedurnya yang rumit, berbelit, dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Enggak usah ngomong ke saya, saya mengalami sendiri mengurus juga lama banget. Saya pernah mengalami sendiri. Jadi enggak usah diceritakan pun saya sudah tahu,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Jokowi menginstruksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk mencari cara mempermudah prosedur pengurusan sertifikat hak atas tanah sekaligus mempercepat penerbitan sertifikat-sertifikat tersebut.

Untuk diketahui percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah ini merupakan bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang telah dimulai sejak periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebagaimana instruksi Presiden, Kementerian ATR pada 2017 silam berhasil melakukan percepatan dengan menerbitkan dan menyerahkan sebanyak 5,4 juta sertifikat setelah tahun-tahun sebelumnya hanya mampu menerbitkan kurang lebih 500 ribu-an sertifikat. Target dan realisasi tersebut semakin meningkat tiap tahunnya di mana pada tahun 2019 lalu tercatat sebanyak 11,2 juta sertifikat hak atas tanah telah diterima masyarakat di seluruh Indonesia.

“Tahun ini sebetulnya saya beri target 10 juta. Tapi saya tahu ini ada pandemi, ada hambatan di lapangan maupun di kantor. Oke, saya turunkan dari 10 juta menjadi 7 juta. Saya yakin insyaallah ini juga bisa tercapai,” ucapnya.

Dalam laporannya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil melaporkan bahwa dari sebanyak 7 juta target penyerahan sertifikat yang ditetapkan untuk tahun 2020 ini, Kementerian ATR telah merealisasikan target penyerahan untuk kurang lebih 6,5 juta bidang tanah.

“Kementerian ATR/BPN telah berhasil mensertifikatkan sebanyak 5,4 juta pada tahun 2017, sebanyak 9,3 juta pada tahun 2018, dan sebanyak 11,2 juta pada Tahun 2019. Karena pandemi dan refocusing anggaran, target PTSL 2020 menjadi 7.370.510 bidang dan pada saat ini telah terealisasi sebanyak 6,5 juta bidang,” tuturnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang juga terus berupaya untuk melakukan percepatan transformasi digital untuk semakin mempercepat pengurusan sertifikat hak atas tanah dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Lantik Sejumlah Pejabat Tinggi, Mendagri Sebut Soal Leadership

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas Lingkup Kemendagri, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Senin, (30/11).

Pada kesempatan tersebut, Tito  mengingatkan bahwa Kemendagri merupakan salah satu pilar sentral dalam sistem administrasi pemerintahan Indonesia.

“Saya minta rekan-rekan silahkan terapkan segala pelajaran teori tentang leadership jadi pemimpin yang baik, entah itu pemimpin yang bisa menjadi contoh, pemimpin yang bisa membawa tujuan organisasi, dan lain-lain. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mencapai tujuan organisasi dan yang mampu mengakomodir kepentingan sebagian besar anggotanya,” terangnya.

Baca juga: Dalam Waktu Bersamaan, Kemendagri Raih 3 Penghargaan 

Meskipun demikian, Tito juga menekankan bahwa dalam berorganisasi harus ada keselarasan antara seorang  pemimpin dan followers pengikutnya. Menurutnya, dari sudut pandang seorang pemimpin ada dua variabel followers yang baik, yaitu prestasi dan loyalitas.

“Karena kita bekerja pasti ada atasan, saya pun juga sama, diatas saya juga ada (atasan). Saya melihat salah satu pengalaman penting untuk bisa menjadi bawahan yang baik kita juga bisa memahami pemimpin itu menghendaki apa, dan pimpinan ini selalu melihat bawahan itu seperti apa penilaiannya,” tuturnya.

Sementara itu, Mendagri mengatakan pelantikan bukan hanya sekedar ritual biasa, tetapi menandakan penyegaran dalam lingkup organisasi tersebut dengan adanya rotasi kepemimpinan.

“Bergeraknya gerbong ibarat kereta api ada lokomotif dengan gerbong-gerbongnya, maka dengan bergeraknya gerbong ini kereta tetap berjalan, regenerasi tetap berjalan. Karena salah satu tanda sehatnya organisasi dengan sistem kaderisasi dan regenerasi yang baik. Tidak tergantung pada figur, tapi membuat sistem yang baik maka organisasi akan survive. Organisasi yang bergantung kepada figur begitu figur itu tidak ada maka akan melemah,” terangnya.

Adapun, penerapan reward dan punishment menjadi sangat penting di organisasi manapun. Menurutnya, pekerja yang baik layak diberikan reward, sementara yang kurang baik diberikan punishment, keduanya sebagai dorongan untuk bekerja lebih baik.

“Yang baik diberikan reward, yang kurang baik diberikan punishment, sehingga memberikan efek deteren untuk tidak melanggar, juga memberikan motivasi untuk berlomba-lomba berkompetisi secara sehat dalam rangka untuk mendapatkan penghargaan reward, diantaranya promosi jabatan, perpindahan jabatan, dan lain-lain,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Bertambah 4.617, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 538.883 Orang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah mengumumkan kembali perkembangan virus corona di Indonesia. Tercatat ada penambahan sebanyak 4.617 kasus positif Covid-19 pada hari ini, Senin (30/11). Dari jumlah tersebut, total jumlah kasus Covid-19 di tanah air menjadi 583.883 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Disisi lain, pasien sembuh dari virus corona juga semakin banyak. Ada penambahan 4.725 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi memiliki virus corona. Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan laboratorium dengan metode polymerase chain reaction (PCR), yang hasilnya negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh sampai saat ini berjumlah 450.518 orang sejak awal pandemi.

Baca juga: Pecah Rekor, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 6.267 

Sementara itu, masih ada penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 29-30 November 2020, ada 130 orang yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia tercatat sebesar 16.945 orang.

Berdasarkan data tersebut, maka kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 71.420 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isoloasi mandiri. Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 72.786 orang yang kini berstatus suspek.

Sebanyak 4.617 kasus baru Covid-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 40.055 spesimen dalam sehari. Pada jangka waktu yang sama, ada 29.839 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Sejauh ini pemerintah sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5.695.747 spesimen dari 3.827.720 orang yang diambil sampelnya. Sebagai informasi, satu orang dapat menjalani pemeriksaan spesimen dan diambil sampelnya lebih dari satu kali.

Continue Reading

Nasional

Pemkot Surabaya Ciptakan Perpustakaan Herbal

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Ingin belajar manfaat tanaman obat hingga cara budidayanya? Kunjungi saja perpustakaan herbal di Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) menciptakan perpustakaan yang diberi nama Perpustakaan Herbal
Terletak di di Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, perpustakaan baru ini banyak diminati warga kota.

Kepala Dispusip Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan, awalnya perpustakaan tersebut dibuat lantaran warga setempat menginginkan adanya tempat baca di sekitar wilayah itu.

Setelah ditelusuri, di lokasi tersebut ditemukan potensi masyarakat yang dapat dikembangkan, yakni pengelolaan tumbuh-tumbuhan herbal. Pemkot Surabaya pun memutuskan memberi nama perpustakaan tersebut dengan sebutan Perpustakaan Herbal.

“Kebetulan di lingkungan perpustakaan itu ada tumbuh-tumbuhan herbal yang dikelola oleh masyarakat setempat. Nah tanah yang ditanami itu milik fasilitas umum (fasum) Pemkot,” kata Musdiq di Surabaya, Senin (30/11/20).

Musdiq menjelaskan, melihat potensi yang ada di sekitar perpustakaan, koleksi buku pun disesuaikan. Pemkot Surabaya memperbanyak buku-buku terkait tanaman atau obat herbal. Musdiq merinci dari total koleksi 1.119 judul buku yang tersusun rapi dalam rak, 500 buku di antaranya membahas seputar tanaman herbal.

“Alhamdulillah antusias masyarakat setempat cukup banyak untuk datang ke perpustakaan kami. Biasanya anak-anak itu ada proses bimbingan belajar (bimbel), membaca, serta mengerjakan tugas sekolahnya,” kata dia.

Kepala Seksi Informasi dan Layanan Perpustakaan Dispusip Kota Surabaya, Imam Budi Prihanto menambahkan, sebelum pandemi Covid-19, perpustakaan tersebut tak pernah sepi pengunjug. Pada pagi hari, sebagian besar pengunjung adalah kalangan ibu-ibu yang hendak membaca literasi herbal.

Sedangkan, di siang hingga sore hari perpustakaan tersebut dipadati oleh anak-anak sekolah.
Masyarakat juga diakuinya langsung mengimplementasikan ilmunya di lahan milik Pemkot itu. Sebagian besar dari mereka disibukkan dengan pengolahan herbal minuman seperti pengolahan jahe merah dan sebagainya. Tidak sedikit pula dari mereka yang mengolah tanaman herbal menjadi makanan.

“Jadi ada hasil yang dapat diterapkan warga setelah membaca koleksi herbal dari kami. Kalau selama ini yang sering itu minuman herbalnya,” kata dia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC