Connect with us

Nasional

Besok, Mendagri Berbagi 5 Juta Masker di Kepulauan Riau

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Pjs. Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar Baharuddin mengatakan pandemi Covid-19 ini merupakan musuh bersama masyarakat. Saat ini, untuk melawannya salah satunya dengan menggunakan masker. Oleh karena itu, “amunisi” masker harus dibagi kepada semua kalangan.

“Untuk melawan musuh  bersama ini dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker. Karena itu mari menjadi pahlawan dengan berbagi masker. Di Hari Pahlawan ini Kepri akan berbagi 5 juta masker,” kata Bahtiar di Tanjungpinang, Senin (09/11).

Baca juga: Pjs Gubernur Kepri: Mari Jadi Pahlawan Dengan Berbagi Masker

Mendagri Muhammad Tito Karnavian akan melakukan Launching Lima Juta Masker untuk Mewujudkan Pilkada Sehat 2020 di Provinsi Kepri besok, Selasa (10/11). Peluncuran ini kemudian diikuti secara serentak di kabupaten/ kota seluruh Provinsi Kepri.

Bahtiar mengajak seluruh masyarakat membentengi diri dengan selalu menggunakan masker. Masker saat ini menjadi salah satu pertahanan paling utama untuk melawan sebaran Covid-19.

“Masker ini jelas kebutuhan premier. Mari kita jadikan 10 November ini gerakan bersama. Jadi pahlawan bagi manusia lainnya,” kata Bahtiar yang juga Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini.

Dalam banyak kesempatan, Bahtiar terus mengajak setiap komponen masyakat untuk taat, patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, selalu memakai masker serta menjaga jarak atau menghindari kerumunan yang berpotensi sebagai tempat penularan.

Bahkan sejak Oktober lalu, Bahtiar mengajak setiap warga Kepri untuk menjadi pahlawan kemanusiaan dengan turut terlibat dalam pembagian 5 juta masker.

”10 November ini kita jadikan momentum bersejarah. Saya ajak semua warga Kepri tanpa terkecuali. Kami panggil jiwa dharma bhaktinya serta keihlasannya menjadi pahlawan kemanusiaan untuk membagikan masker bagi lingkungan sekitarnya,” ajaknya.

Menurut Bahtiar, untuk melawan pandemi ini tidak dapat dilakukan secara sendiri, namun butuh kerjasama dan keterlibatan semua pihak untuk memberikan pemahaman bahwa virus ini harus diputus mata rantainya. Sehingga tidak menyebar dan membahayakan umat manusia.

“Sekarang ini saatnya kita bergandengan tangan bersama seluruh komponen baik pemerintah, swasta, komunitas dan seluruh masyarakat untuk melawan agar virus ini segera hilang dan musnah,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Wagub DKI Positif Covid-19, Tertular Staf Pribadi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. Melalui keterangan tertulis, ia menyatakan tetap dalam kondisi baik. Sesuai arahan dokter, saat ini Ariza menjalani isolasi mandiri.

“Alhamdulillah, meskipun hasil testing pada Jumat (27/11) kemarin menunjukkan positif Covid-19, namun kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali,” kata pria yang akrab disapa Ariza, Minggu (29/11).

Baca juga: Rizieq Tolak Tes Swab, Wagub DKI Ingatkan Denda Rp7 Juta 

Dia menuturkan, staf serta seluruh anggota keluarga sudah menjalani tes usap. Ariza melakukan dua kali tes usap atau PCR test pada Kamis (26/11/2020) dengan hasil negatif dan Jumat 27/11/2020) dengan hasil terkonfirmasi positif. Adapun tes dilakukan berdasarkan hasil dari pelacakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Dari hasil pelacakan, Ariza diketahui positif karena tertular dari staf pribadinya yang sebeulumnya tertular dari lingkungan keluarga staf tersebut.

“Jadi, temuan positif Covid-19 ini adalah dari lingkungan pekerjaan, di mana ada staf saya yang tertular dari klaster keluarganya. Ini tentu menjadi perhatian kita semua untuk lebih menjaga kedisiplinan protokol kesehatan hingga di dalam keluarga sekali pun,” ujar Ariza.

Politikus Gerindra ini berharap, warga Jakarta semakin meningkatkan disiplin protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak.

“Mohon doanya agar kita semua dalam kondisi sehat wal’afiat. Jakarta belum terbebas dari pandemi Covid-19. Jangan ragu dan takut untuk saling mengingatkan protokol 3M. Tetap tingkatkan iman, imun, dan aman bahkan hingga di dalam lingkup keluarga kita,” pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

PP Muhammadiyah: Teror di Sigi Sulteng Bukan Konflik Agama

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan aksi teror yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Tengah, bukan merupakan konflik antarumat beragama.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, meminta masyarakat untuk tetap tengan dan tidak terprovokasi aksi teror tersebut.

Mu’ti mengaku prihatin dengan terjadi kasus kekerasan di sebuah desa di Kabupaten Sigi. Ia meminta agar aparat keamanan segera bertindak dan menindak tegas pelaku sesuai hukuma yang berlaku.

Ia pun berharap Masyarakat mempercayakan penanganan masalah teror tersebut kepada aparat keamanan dan penegak hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Pemerintah dan pemerintah daerah perlu mengambil langkah cepat,” kata Mu’ti.

Baca juga: Kutuk Pembantaian Sigi, Mahfud MD: Masyarakat Jangan Terprovokasi 

Tak hanya itu, Mu’ti meminta agar pemerintah bisa segera memanggil para tokoh-tokoh masyarakat dan agamawan setempat untuk bermusyawarah mencari jalan keluar yang komprehensif terkait insiden ini.

Menurutnya, peristiwa itu bukan persoalan yang sederhana, sehingga harus diselesaikan dengan bersama-sama dan secara seksama.

“Diperlukan kebersamaan menyelesaikan persoalan agar peristiwa serupa tidak terjadi di tempat yang sama atau tempat yang lainnya,” kata Mu’ti.

Diketahui, diduga kelompok MIT di bawah pimpinan Ali Kalora melancarkan serangan dan pembakaran tujuh rumah warga di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11). Peristiwa itu telah menewaskan empat orang.

Mereka juga diduga membakar tujuh rumah yang salah satunya kerap dijadikan tempat ibadah umat Nasrani di daerah tersebut.

IG

Continue Reading

Nasional

Kutuk Pembantaian Sigi, Mahfud MD: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD mengutuk keras pelaku pembantaian di Sigi, Sulawesi Tengah. Pemerintah juga menegaskan akan terus memburu para pelaku teror itu.

“Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku melaui Tim atau Satgas Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan terhadap suatu kelurga yang menyebabkan terbunuhnya 4 orang di Sigi. Tentu pemerintah mengutuk keras kepada pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangan persnya, Minggu (29/11).

Baca juga: Ketua Umum GP Ansor Kutuk Keras Kasus Pembunuhan dan Pembakaran di Sulteng

Mahfud menuturkan, pemerintah sesuai perintah presiden telah melakukan langkah-langkah, melakukan pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku.

“Pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan pengejaran, tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku,” katanya.

Menurut Mahfud, pelaku pembantaian tersebut adalah sisa-sia kelompok Santoso atau biasa dikenal Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Memang pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini adalah sisa sisa kelompok Santoso yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi, dan operasi Tinombala, atau Satgas Tinombala sedang mengejar sekarang,” jelasnya.

Mahfud berharap, para pimpinan umat beragama khususnya di Sulawesi Tengah, tetap jalin silaturrahim agar masyarakt tidak terprovokasi isu-isu sara. Karena, lanjutnya, sejatinya agama apapun hadir untuk membangun perdamaian.

“Diharapkan oleh Pemerintah kepada seluruh pimpinan umat beragama di Sulawesi Tengah terutama, terus melakukan silaturahim, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu sara. Karena sebenarnya yang terjadi bukan disebuah gereja, tetapi memang di sebuah tempat yang selama ini secara tidak rutin menjadi tempat pelayanan umat. Tetapi pelakunya memang Mujahidin Indonesia Timur. Demikian sikap pemerintah, nanti setiap perkembangannya akan diinformasikan,” pungkas Mahfud.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC