Kamila Batavia Rilis Lagu ‘Tayomi’, Rangkum Peradaban 1.000 Tahun
Lifestyle & Sport

Kamila Batavia Rilis Lagu ‘Tayomi’, Rangkum Peradaban 1.000 Tahun

Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment Indonesia melahirkan talenta yang tak hanya berbakat tapi juga melakukan sesuatu yang baru dalam industri musik Tanah Air. Demikian dengan musisi Kamila Batavia yang menyapa pendengar dengan lagu baru ‘Tayomi’. Sebuah lagu yang bukan sekadar rilisan biasa, melainkan pemetaan peradaban selama seribu tahun yang dikemas dengan konsep artistik.

Mengusung micro-genre yang ia sebut Baroque Galactic, Kamila Batavia menggabungkan elemen instrumen abad pertengahan dengan tekstur luar angkasa yang luas. Ia menguak alasan emosional di balik pemilihan genre yang unik dan berani tersebut.

“Menurutku, cintaku kepada mendiang ibuku begitu besar, hingga satu periode peradaban pun terasa tidak pernah cukup untuk menampung rasa rindu itu. Dari sana genre baroque galactic ini lahir sebagai upaya menerjemahkan filosofi hidup ke dalam sebuah dunia visual dan audio,” ujar Kamila Batavia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Lebih lanjut, Kamila Batavia menerangkan, judul lagu ini diambil dari nama mendiang ibunya yang berakar dari bahasa Jawa: tak ayomi, yang memiliki arti aku melindungimu.

“Saya percaya janji perlindungan itu tetap hidup melampaui dimensi waktu dan jarak yang kini memisahkan mereka di dunia berbeda, “ terangnya.

Secara musikal, lagu ‘Tayomi’ menghadirkan instrumen kuno bernama Rebec yang bersanding dengan vokal jernih dan berlapis. Penggarapan lagu ini juga melibatkan kolaborasi internasional bersama musisi Celtic-folk asal Spanyol, Ian Fontova, untuk mencapai presisi artistik yang detail.

Narasi lagu ini mengajak pendengar melakukan perjalanan waktu, dari era sebelum mesin diciptakan hingga masa depan nun jauh di ruang angkasa. Kamila Batavia memulai kisahnya dengan jargon pembuka yang menjadi ciri khas era barunya.

“Once upon a time, the Princess of Batavia built a castle from the ruins of memory and looked up to the sky,” beber Kamila Batavia.

Lewat penggalan lirik “kubangun istana dari puing memori,” ia menunjukkan sisi emosional dalam menghadapi kehilangan mendalam melalui bahasa sastra nan indah.

Kamila Batavia juga menyelipkan harapan untuk bisa bertemu kembali dengan ibu dalam relasi setara di kehidupan setelah kematian nanti.

Keunikan lain dari karya ini penerapan konsep Gesamtkunstwerk, di mana musik, visual, simbol, dan narasi jadi satu kesatuan dunia artistik yang utuh. Hal ini dilakukan untuk membangun arsitektur sonik yang personal namun tetap bisa dirasakan secara universal.

Lagu ‘Tayomi’ menjadi gerbang pembuka menuju proyek berikutnya yang telah Kamila Batavia rencanakan beberapa tahun ke depan.

Lewat karya ini, Kamila Batavia akan memperdalam dan memperluas dunia ciptaannya dalam album yang akan diberi judul ‘Memento Mori: The Baroque Galactic Era’.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  3  =