Connect with us

Nasional

Kamus Sejarah Kemendikbud Dijual Online Seharga Rp100 Ribu ?

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan dalam keterangan pers (19/4) bahwa buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Kamus Sejarah Indonesia Jilid II Nation Building (1951-1998) tidak diedarkan secara resmi. Kamus sejarah yang disusun pada 2017 itu diketahui menuai kontroversi lantara tidak memuat nama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid.

Namun, buku kamua sejarah ternyata dijual secara bebas di sejumlah lokapasar (marketplace). Satu paket buku tersebut dibandrol dengan harga rata-rata Rp100 ribu.

Dilansir dari NU Online, penjualan buku tersebut terdapat di berbagai lokapasar pada Rabu (21/4). Setidaknya, ditemukan empat toko daring di Bukalapak yang menjual buku tersebut dalam satu paket. Masing-masing menawarkan dengan harga yang sama, Rp100 ribu.

Satu toko di antaranya telah menjual empat paket buku dari total 100 paket stok yang tersedia, satu toko lainnya telah melariskan lima paket buku dari total lebih dari 100 paket stok yang tersedia, sedangkan dua toko lainnya belum menjual dengan masing-masing persediaan lebih dari 100 dan 10 buah Buku itu juga dijual di lokapasar Tokopedia.

Tak kurang dari tujuh toko menjual satu paket buku tersebut dengan harga yang lebih variatif, mulai dari Rp100 ribu, Rp150 ribu, Rp175 ribu, Rp180.500, hingga Rp190 ribu. Di lokapasar ini, buku tersebut terjual empat buah dari satu toko daring.

Selain itu, buku tersebut juga ditemukan di lokapasar Shopee. Paling tidak, ada tiga toko yang menjual buku tersebut dengan harga Rp100 ribu. Satu toko telah menjualnya sebanyak enam paket buku dari total persediaan 250 paket, satu toko lagi berhasil menjual dua paket dari 498 yang disediakan, sedangkan satu toko lainnya belum dapat menarik pembeli dari 1.000 paket yang telah disiapkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid sempat membantah penerbitan buku tersebut dalam siaran pers tertulisnya pada Senin (19/4).

Ia mengklaim buku kamus tersebut tidak pernah diterbitkan secara resmi. Hilmar Farid mengakui pihaknya telah melakukan kekeliruan dengan menghapus tokoh pendiri NU Hasyim Asy’ari dari Kamus Sejarah Kemendikbud dan berusaha akan menariknya dari peredaran, termasuk di perpustakaan-perpustakaan.

Baca juga: Di Kamus Nama Hasyim Asy’ari Hilang, Hilmar Farid: Murni Kekeliruan

Ketua Umum NU Circle (Masyarakat Profesional Santri) R. Gatot Prio Utomo melayangkan protes atas ketiadaan nama KH Hasyim Asy’ari dalam buku yang diterbitkan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Dirketorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017 tersebut.

“Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadratus Syech Hasyim Asy’ari tetapi tidak ada “entry” nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohanya.

“Kami meminta kamus itu direvisi dan ditarik dari peredaran,” katanya pada Senin (19/4).

Tidak hanya Kiai Hasyim, dalam penelusuran NU Online, nama Presiden Keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid juga tidak termaktub dalam entri buku tersebut. Karenanya, Gatot meminta Kemendikbud untuk mengakui adanya kesalahan buku tersebut dan menariknya dari masyarakat.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Jemaah Aboge Probolinggo Merayakan Idul Fitri Hari Ini

Published

on

By

Jemaah Aboge Probolinggo Merayakan Idulfitri Hari Ini

Channel9.id-Probolinggo. Ratusan jemaah Alif Rabo Wage (Aboge) di Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), baru merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari ini, Jumat 14 Mei 2021. Perayaan ini mundur satu hari dari ketetapan pemerintah.

“Ya memang selalu berbeda, kadang 1 hari bisa 3 hari selisih sampai 3 hari, tergantung tanggal di kitab Mujarobbah. Sudah sejak nenek moyang dulu. Namun demikian, meski begitu jemaah Aboge dan warga sekitar tetap hidup rukun,” jelas salah satu jemaah Aboge.

Pagi ini terlihat ratusan jemaah Aboge menunaikan salat id pukul 06.15 WIB. Salat digelar di Musala Al Barokah. Usai menggelar salat id, acara dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan dan makan bersama di Musala Al Barokah. Nanti, mereka juga akan datang ke rumah-rumah saudara dan tetangga.

Dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, jemaah Aboge berpedoman pada kitab Mujarobah atau kitab Jawa Kuno. Hasilnya, 1 syawal jatuh pada hari ini.

Tokoh Jemaah Aboge, Kyai Buri Mariah mengatakan, kata Aboge terdiri dari dua suku kata yakni A dan Boge. A berarti Tahun Alif sedangkan Boge berarti Rabu Wage.

Menurut Kiai Buri, perhitungan untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri tahun ini menggunakan Waljiro. Oleh karenanya, jika menggunakan rumus Waljiro, 1 Syawal jatuh pada hari pertama (dari 1 Muharram) dengan pasaran dua. Lalu disimpulkan, 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Jumat Kliwon.

“Jadi pasarannya siji atau satu, jadi Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021 jatuh pada Jumat Kliwon. Semoga masalah COVID-19 segera selesai dan kembali normal,” ujar Kiai Buri, Jumat (14/5/21).

Di Kabupaten Probolinggo ada 7 desa di 4 kecamatan yang melaksanakan salat id hari ini. Yakni di Kecamatan Leces, Dringu, Bantaran dan Kuripan.

Continue Reading

Nasional

Khofifah Dan Polda Jatim Tindaklanjuti Maraknya Produksi Petasan

Published

on

By

Khofifah Dan Polda Jatim Tindaklanjuti Maraknya Produksi Petasan

Channel9.id-Surabaya. Maraknya produksi petasan atau mercon di wilayah Jawa Timur selama bulan Ramadhan 2021, yang berakibat fatal bahkan berakhir dengan jatuhnya banyak korban jiwa menjadi PR yang serius bagi Pemerintah maupun pihak Kepolisian di wilayah Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Polda Jatim pun mewanti-wanti, agar masyarakat tidak memproduksi petasan secara home industry dan akan menindaklanjutinya dengan serius beberapa kejadian ledakan mercon ini.

“Accident mercon itu kemarin kami koordinasi dengan Pak Kapolda karena di Jatim selama puasa ini ada empat titik mercon yang meledak,” ujarnya.

Diketahui, ledakan pertama dari pabrik mercon pada 14 April 2021 di Jombang. Dari ledakan tersebut, satu orang tewas. Tak lama kemudian, pada 27 April 2021, dua orang warga Ponorogo juga tewas saat mengaduk bahan peledak untuk mercon.

Ledakan berikutnya dialami Jatim menjelang Idul Fitri. Pada 10 Mei 2021, ratusan petasan meledak hingga menelan nyawa dua orang pembikinnya. Terbaru, di malam takbiran, satu orang tewas mengenaskan dengan tubuh terbelah akibat petasan yang dia produksi meledak di Kediri.

“Kejadian yang terakhir itu termasuk yang ledakannya cukup tinggi,” kata Khofifah.

Pada kesempatan ini pun Khofifah kembali mengingatkan kepada seluruh warga Jatim agar tidak lagi membuat petasan di rumah. Selain mengalami kerugian materi, juga membahayakan nyawa.

“Jadi ini harus menjadi referensi kita semua bahwa hal yang sudah dilarang mohon untuk dipatuhi demi kebaikan dan perlindungan kita semua,” pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

Khofifah Apresiasi Pelaksanaan Salat Id di Masjid Al-Akbar Surabaya

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parwansa melaksanakan Salat Id di Masjid Al-Akbar Surabaya. Salat Id berlangsung dengan khusyuk dan khidmat sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan pada takbir hingga khotbah tidak lebih dari waktu yang telah ditentukan.

Merespon ketertiban protokol kesehatan, Khofifah mengapresiasi pelaksanaan Salat Id di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

“Artinya, upaya untuk bisa menjalankan salat Id dengan khusyuk dan khidmat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tanpa mengurangi kekhusyukan dan kekhidmatan. InsyaAllah sudah dapat dilaksanakan di Masjid Nasional Al-Akbar,” kata Khofifah, Kamis (13/5/21).

“Kalau dari awal diperkirakan proses dari mulai salat, khotbah, dan takbir pertama diharapkan 30 menit, saya rasa tadi 27 menit. Khotbah diharapkan 10 menit, tadi kurang dari 9 menit,” tambahnya.

Sebelum pelaksanaan salat Id, Khofifah sudah menerima beberapa angle video kedatangan jemaah yang dikirim oleh petugas pukul 04.45 WIB. Sebelum tiba, Khofifah sudah mendapat persiapan salat Id di Masjid Nasional Al-Akbar yang telah memenuhi protokol kesehatan.

Untuk menghindari kerumunan saat kepulangan, Khofifah sempat berpesan kepada petugas untuk memandu shaf. Shaf paling belakang bisa meninggalkan tempat terlebih dahulu, kemudian disusul shaf berikutnya.

Kemudian, para jamaah juga diberi kantong plastik untuk membungkus alas kaki, lalu ditaruh di tempat shaf masing-masing. Hal ini juga bisa mengurai kerumunan pada saat setelah salat dan mencari sandal atau sepatu.

“Ini tidak ada proses pencarian alas kaki, karena memang sudah diinformasikan mereka harus membawa alat untuk bisa menyimpan alas kaki di samping shaf masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamn ini Khofifah juga berharap, penerapan salat di Masjid Al-Akbar ini bisa menjadi referensi berikutnya. Terlebih pada pelaksanaan salat Jumat besok (14/5).

“Karena salat Jumat potensial jemaah dalam jumlah yang besar. Dan besok umat Islam tentu akan melaksanakan salat Jumat di masjid-masjid. Ini akan menjadi referensi protokol kesehatan terus bisa dijaga. Meskipun COVID-19 di Jatim ini Alhamdulillah sudah melandai, tapi tetap harus memiliki kewaspadaan berganda,” jelasnya.

Selain itu, Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim untuk silaturahmi secara virtual, seperti video call. Sebab, era saat ini sudah didukung oleh kecanggihan teknologi yang ada pada gadget.

Continue Reading

HOT TOPIC