Connect with us

Nasional

Kapolri Silaturahmi ke Ketua MUI Sulsel

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Anre Gurutta (AGH) KH Sanusi Baco.

Listyo bertemu Anre di kediamannya Jalan Kelapa Tiga, Makassar, Jumat 12 Februari 2021 malam.

Tujuan silaturahmi itu untuk mempererat hubungan Polri dengan ulama serta ormas-ormas besar Islam.

Listyo pun meminta para ulama menyampaikan pesan-pesan jaga kamtibmas ke masyarakat melalui dakwah dan ceramah.

“Dukungan para ulama sangat penting untuk mewujudkan kamtibmas yang aman dan damai,” kata Listyo Sigit dilansir NTTPedia.

Anre Gurutta menyambut baik harapan Kapolri itu. Dia menyampaikan, harapan itu menjadi catatan tersendiri untuk senantiasa menyampaikan dakwah yang sejuk kepada masyarakat supaya tercipta situasi kamtibmas aman dan damai.

Silaturahmi ini dilakukan pasca kunjungan kerja Kapolri ke Polda Sulsel dan peresmian pembangunan 50 rumah hunian tetap untuk aparat kepolisian beserta keluarganya yang menjadi korban gempa bumi di Sulawesi Barat.

HY

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

KBRI Tokyo Fasilitasi Buruh Migran Kuliah Poltek Negeri Surabaya

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. KBRI Tokyo memfasilitasi buruh Migran Indonesia di Jepang untuk meningkatkan keahlian dengan mengikuti pendidikan jarak jauh tanpa mengganggu jam kerja mereka.

Para buruh migran itu diberikan kuliah jarak jauh oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada Rabu 24 Februari 2021 waktu setempat.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBPP) Heri Akhmadi menyatakan, peningkatan keahlian ini dengan PJJ ini, nantinya akan diikuti pekerja migran di negara lain.

“Program kuliah jarak jauh ini dapat menjadi contoh ke depan untuk direplikasi di negara-negara lain. Khususnya di negara-negara yang jumlah pegawai migran asal Indonesia sangat banyak seperti China dan Korea,” kata Heri Akhmadi, usai menandatangani secara virtual Kesepakatan Kerja Sama Pendidikan Jarak Jauh KBRI Tokyo dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kamis 25 Februari 2021.

Atdikbud Yusli Wardiatno menjelaskan, kesepakatan kerja sama untuk menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada tingkat pendidikan tinggi ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan vokasi di luar negeri.

“Penyelenggaraan program ini akan membuka akses pendidikan bagi pekerja migran Indonesia yang jumlahnya mencapai 36.000 dan sebagian besar masih berstatus pegawai magang (Kenshusei),” kata Yusli Wardiatno.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI), Benny Bandanadjaja memastikan, Kemdikbud RI sangat menyambut baik dan akan mendukung program ini.

“Kemdikbud akan segera memfasilitasi bantuan pembiayaan bagi politeknik di Indonesia yang menjalin kerja sama double degree dengan perguruan tinggi di luar negeri,” ujar Benny Bandanadjaja.

Acara penandatanganan juga dihadiri oleh Koordinator Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Center Gatot Hari Priowirjanto. Acara ini diikuti oleh lebih dari 200 undangan asal sekolah menengah atas/kejuruan di Indonesia.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi cara terbaik saat ini bagi para pekerja migran karena tidak mengganggu waktu kerja.

Selain akan memperoleh ilmu pengetahuan yang diajarkan serta ijazah, mereka juga akan mendapatkan pengayaan bahasa Jepang sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang hingga lulus N4 atau N3.

Diharapkan ke depannya mereka akan mampu meningkatkan statusnya menjadi Specified Skilled Worker (Tokutei Gino) yang kebutuhannya di Jepang belum dapat dipenuhi oleh pekerja asal Indonesia.

 

Continue Reading

Nasional

Target Pemerintah, Menurunkan Kasus Aktif, Meningkatkan Kesembuhan dan Menghindari Kematian

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Perkembangan kasus aktif di tingkat nasional saat ini berada di angka 12%. Target pemerintah ialah menurunkan angka kasus aktif dengan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 dan menghindari angka kematian. Saat ini jika dilihat secara kabupaten/kota, sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia memiliki hanya 11 – 100 kasus aktif.

Secara persentasenya sebesar 47,7% atau 260 dari 514 kabupaten/kota. Bahkan sebesar 5,3% atau 28 kabupaten/kota tidak memiliki kasus aktif Covid-19 sama sekali.

“Ini adalah perkembangan yang baik dan patut kita apresiasi,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (25/2/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Namun Wiku menekankan, yang perlu menjadi perhatian bahwa masih terdapat 33,1% atau 161 kabupaten/kota yang memiliki 101 – 1000 kasus aktif. Bahkan terdapat 14% atau 65 kabupaten/kota yang memiliki lebih dari 1000 kasus aktif. Adapun 20 kabupaten/kota dengan kasus aktif tertinggi yakni Kota Surakarta (7.534), Kota Depok (7.096), Kota Denpasar (6.210), Jakarta Timur (4.367), Jakarta Selatan (4.238), Bekasi (4.165), Bogor (3.705), Kota Jayapura (3.616), Badung (3.516) dan Kota Bekasi (3.386).

Wiku menghimbau kabupaten/kota yang masuk 65 daerah dengan kasus aktif tertinggi, agar serius dalam penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Upayakan meningkatkan angka kesembuhan dan mencegah kematian pasien Covid-19. Sehingga kasus aktif tingkat nasional dapat berkurang.

Dengan hal ini juga, Wiku meminta agar semua pihak memahami bahwa meskipun kasus aktif tingkat nasional menurun, tetapi masih terdapat kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif yang tinggi.

“Dibutuhkan gotong royong dan saling bahu membahu, antara seluruh unsur yang terlibat agar dapat mengefektifkan upaya penanganan Covid-19,” lanjut Wiku.

 

Continue Reading

Nasional

Tekan Penyebaran Covid-19, Jatim Canangkan Gerakan Santri Bermasker

Published

on

By

Tekan Penyebaran Covid-19, Jatim Canangkan Gerakan Santri Bermasker

Channel9.id-Surabaya. Untuk menekan penyebaran virus Covid-19 terutama dilingkungan pondok pesantren, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menginisiasi gerakan santri bermasker.

Gerakan ini didukung para kiai dan ulama Jatim. Launching berlangsung di Rupatama Polda Jatim.
Pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini secara langsung dihadiri oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur Prof Akhmad Muzakki, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Rosidi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr. Saad Ibrahim MA, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo KH Gus Ali Mashuri, perwakilan dari Kanwil Kemenag Jatim serta Kejaksaan Tinggi Jatim.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh kiai maupun alim ulama dari seluruh pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur. Serta ketua dan pengurus MUI, NU dan Muhammadiyah tingkat kabupaten/kota, dan Forkopimda kabupaten/kota di 38 jajaran Polres kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur, secara virtual.

Baca juga: Polda Metro Jaya Luncurkan Gerakan Jakarta Bermasker

Gubernur Khofifah mengatakan gerakan tersebut juga sebagai langkah preventif agar pondok pesantren tidak menjadi klaster baru Covid-19 sehingga perlu dilakukan upaya ajakan dan melibatkan peran banyak pihak termasuk TNI dan Polri.

“Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya. Terutama bagaimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M. Bahkan sekarang 5M. Ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan seiring dengan proses vaksinasi,” papar Gubernur Khofifah, Kamis (25/2/21)

Kapolda Jatim dalam sambutannya mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah COVID-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesantren dan santri di Jawa Timur yang banyak, bisa memutus mata rantai COVID-19.

“Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi COVID-19,” ucap Nico Afinta saat meluncurkan Gerakan Santri Bermasker.

Dalam acara ini Kapolda Jatim membagikan 1.287.000 masker. Yang secara simbolis diterima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara ini. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jatim, para kiai, alim ulama, dan santri atas sinergitas yang telah terbangun selama ini, bersama TNI-Polri dan pemerintah daerah. Serta Kamtibmas di Jawa Timur yang berjalan kondusif dan baik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga kita semua dapat terbebas dari COVID-19 demi terwujudnya Jawa Timur Bangkit dan Indonesia Maju,” imbuhnya.

Continue Reading

HOT TOPIC