Connect with us

Nasional

Karya Monumental, Syarat Opsional Jadi Guru Besar

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Salah satu jabatan prestisius bagi pengembangan karir dosen adalah profesor atau guru besar. Oleh karena itu, persyaratan menuju jenjang karir tertinggi dosen itu harus diatur dalam regulasi yang tidak memberatkan atau tidak mungkin ditempuh, dan juga tidak terlalu ringan. Karena, gelar profesor tidak semata merupakan puncak karir seorang dosen, tetapi harus memiliki dampak secara akademik maupun dampak sosial.

Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. M Ali Ramdhani dalam acara pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Agama tentang Penilaian Angka Kredit Dosen dan Rancangan Keputusan Menteri Agama tentang Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen pada Kamis, 19 November 2020 di Jakarta.

Hadir pada pembahasan itu Direktur Jenderal Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, Direktur Jenderal Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Prof. Suyitno, Tim Perumus, Prof Dede Rosyada, serta perwakilan dari Ditjen Bimas Hindu dan Ditjen Bimas Buddha.

Sebagaimana diketahui, pembahasan RPMA dan RKMA ini merupakan amanat PP No 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan yang menegaskan bahwa penilaian angka kredit jabatan lektor kepala dan profesor untuk rumpun ilmu agama dilaksanakan oleh Menteri Agama.

Salah satu isu yang dibahas dalam acara tersebut adalah terkait dengan ketentuan karya monumental.

“Persyaratan karya monumental ini merupakan salah satu terobosan Kementerian Agama berupa memunculkan opsi selain syarat karya ilmiah yang terindex pada lembaga indexing kredibel,” kata Dirjen kelahiran Garut ini.

Prof Ali Ramdhani juga menegaskan, sebagai sebuah persyaratan opsional, karya monumental harus memenuhi parameter yang jelas.

“Kami merencanakan parameter itu meliputi kolaborasi, kredibilitas sumber pendanaan, penerjemahan bahasa asing, desiminasi karya, Industrial/regulatory attachment, cakupan wilayah, dan manuscript references,” katanya.

Lebih lanjut, Prof Ali Ramdhani menambahkan bahwa detail teknis terkait tujuh parameter itu sedang disusun lebih komprehensif oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis). Misalnya, dalam hal kolaborasi internasional, ukurannya adalah karya ilmiah yang dihasilkan merupakan hasil kerjasama dengan akademisi dari universitas luar negeri pada bidang keilmuan serumpun. Sedangkan parameter kredibilitas sumber pendanaan karya ilmiah diukur dari pendanaan dari lembaga yang kridibel dari dalam dan luar negeri. Adapun

Penerjemahan buku/karya ilmiah dalam bahasa asing diukur dari karya tersebut diterjemahkan ke dalam lebih dari satu atau dua bahasa asing. Dalam hal desiminasi karya ilmiah paramterenya dilihat dari berapa banyak direview oleh akademisi bereputasi internasional.

Sedangkan dalam konteks industrial atau regulatory attachment, karya ilmiah yang dihasilkan memberikan manfaat secara materil dari industri maupun pemerintah dengan implementasi pada industri atau pemerintahan diakui oleh banyak negara.

Adapun cakupan wilayah penelitian dan pemanfaatan big data dilihat dari karya ilmiah yang dihasilkan merupakan hasil penelitian dengan coverage area di beberapa negara dan/atau karya ilmiah tersebut memanfaatkan big data data regional seperti asia, amerika, eropa ataupun data internasional.

Dalam hal manuscript references, karya ilmiah yang dihasilkan banyak merujuk kepada ummahatul kutub (mother text book) dalam khasanah pengetahuan agama dan/atau merupakan turunan dari ummahatul kutub tersebut.

“Melihat perkembangan pembahasan, kami optimis RPMA dan RKMA ini dalam waktu dekat bisa segera diimplementasikan,” tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si mendukung penuh penuntasan segera RPMA dan RKMA ini.

“Kami sepakat dengan gagasan yang ada dalam RPMA dan RKMA ini dan berharap agar bisa segera diimplementasikan,” tegas Prof. Thomas.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Yohanes Bayu Samodro yang juga hadir dalam pembahasan tersebut.

“Kami berharap RPMA dan RKMA ini segera ditetapkan dan juga kita harus berkoordinasi secara intensif dalam pengembangan pendidikan keagamaan,” tutur Yohanes Bayu Samodro.

Penuntasan RPMA dan RKMA ini menjadi prioritas program yang harus diselesaikan pada tahun 2020 ini. Direktur Diktis, Prof. Dr. Suyitno menyampaikan bahwa pembahasan RPMA dan RKMA ini ditargetkan selesai pada bulan Desember 2020.

“Kami berharap, pada tahun 2021, penilaian angka kredit untuk lektor kepala dan guru besar pada rumpun ilmu agama sudah dapat dilaksanakan di Kementerian Agama,” tegas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini.

Azha

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

4 Pegawai Positif Corona, Kantor Imigrasi Palu Tutup

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Sulawesi Tengah terpaksa menutup sementara pelayanan terkait dokumen keimigrasian menyusul empat pegawai terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Palu, Danil Rachman mengungkapkan keempat pegawai itu kini telah menjalani isolasi mandiri sambil menunggu tindak lanjut pemeriksaan dari intansi berwenang yang ada di daerah setempat.

“Mereka sementara ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” kata Danil, Jumat (27/11).

Meski pelayanan ditutup, khusus untuk pemohon dokumen perjalanan bagi masyarakat yang akan berobat ke luar negeri karena sakit dan mereka yang akan memperpanjang izin tinggal tetap diprioritaskan. Pelayanan hanya dikhususkan bagi hal-hal yang bersifat darurat.

Beberapa waktu lalu, seluruh pegawai Kantor Imigrasi Palu menjalani swab tes di salah satu laboratorium kesehatan di Kota Palu. Langkah mengehentikan sementara waktu kegiatan di kantor imigrasi semata-mata untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan bersama.

“Ini kebijakan dari kepala kantor agar supaya dilakukan sterilisasi dan baru akan dibuka kembali pelayanan pada 2 Desember 2020,” katanya.

Hari ini suasana Kantor Imigrasi Palu tampak sepi. Hanya ada seorang satpan yang siaga. Padahal, hari-hari sebelumnya terlihat cukup ramai melayani para pemohon paspor dan dokumen keimigrasian lainnya.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Rais Aam NU Miftachul Akhyar Resmi Menjadi Ketum MUI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Miftachul Akhyar resmi terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2020-2025. Kiai Miftah, begitu ia akrab disapa, sampai saat ini masih menjabat sebagai Rais Aam PBNU sejak 2018 lalu.

Ia terpilih berdasarkan musyawarah yang dilakukan oleh 17 Tim Formatur yang dipilih oleh peserta Munas X MUI yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (26/11) malam.

“Bahwa Ketum Terpilih adalah Almukarom Miftachul Akhyar,” kata anggota Tim Formatur Munas MUI, Ma’ruf Amin, Jumat (27/11) dini hari.

Baca juga: MUI Dukung DPR Untuk Sahkan RUU Minol 

Pengumuman itu lantas disambut tepuk tangan yang meriah dari peserta Munas.

Miftachul menjadi Ketua Umum MUI ke-8 sejak organisasi ini berdiri pada 1975 lalu. Ia menggantikan posisi Ma’ruf Amin menjabat sebagai Ketum MUI 2015-2020. Kini Ma’ruf menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Diketahui, Miftachul sendiri sempat disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketua umum MUI 2020-2025.

Sementara itu, beberapa jajaran pengurus Dewan Pimpinan MUI juga telah terpilih dalam Munas X MUI. Diantaranya Amirshah Tambunan terpilih sebagai Sekretaris Jendral MUI.

Selain itu, Ma’ruf Amin terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025. Ia menggantikan posisi Din Syamsuddin yang menjabat posisi tersebut pada periode 2015-2020.

“Ketua Dewan Pertimbangan adalah Ma’ruf Amin,” kata Ma’ruf mengumumkan dirinya sendiri.

Pengumuman itu lantas disambut tepuk tangan yang meriah dari peserta Munas.

Pelaksanaan Munas X MUI kali ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya karena digelar di tengah pandemi virus Corona. Munas menggunakan protokol kesehatan pencegahan corona yang ketat. Para peserta Munas diselenggarakan dengan dua cara dengan melalui online dan offline.

IG

Continue Reading

Nasional

BPOM: Vaksin Sinovac Memenuhi Syarat Dapat Label Halal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menuturkan vaksin Corona Sinovac sudah masuk dalam memenuhi aspek obat dan juga sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan label halal.

“Alhamdulillah, dari aspek mutu dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan Majelis Ulama Indonesia, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik,” kata Penny seperti dikutip dari Antara (27/11/2020).

Baca juga: Ma’ruf Amin Sebut Vaksin Corona Bisa Digunakan Meski Belum Halal

Penny menuturkan aspek kehalalan vaksin telah diperiksa MUI. Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia sedang dalam proses membahas soal fatwa vaksin Covid-19 dalam Musyawarah Nasional MUI yang digelar pada 25-27 November.

Penny mengungkapkan BPOM selalu memantau perkembangan uji coba vaksin Sinovac yang memasuki uji klinis fase III di Bandung. BPOM juga mengumpulkan data uji klinis Sinovac yang bisa dipadukan dengan data dari negara lain, seperti Brazil.

Untuk itu, dia mengatakan BPOM belum mengambil kesimpulan sehingga memberikan Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA) bagi vaksin Covid-19 meski sudah mendapat data aspek keamanan, khasiat dan mutu vaksin. Perlu keseksamaan lebih lanjut untuk memberi EUA bagi Sinovac.

BPOM, kata dia, akan terus memantau perkembangan uji klinis vaksin Sinovac dalam tiga bulan ke depan.

“Aspek keamanan akan terus kita pantau selama tiga bulan, nanti enam bulan penuh ke depan. Kita butuh vaksin yang tidak hanya bermutu dan aman, tapi juga efektif, memiliki khasiat yang baik,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan BPOM mengumpulkan data soal bagaimana vaksin Sinovac dapat memunculkan antibodi ke tubuh manusia sehingga seseorang dapat kebal terhadap Covid-19.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC