Connect with us

Nasional

Kasus Positif Covid-19 DKI Bertambah 989 Selama PSBB Transisi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Akumulasi pasien positif terjangkit Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga Kamis (22/10/2020) bertepatan dengan hari ke-11 penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, ada 989 orang lagi yang dilaporkan terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di China itu.

Angka pertambahan pasien corona sendiri sudah belakangan ini selalu berada di kisaran 1.000-1.300 orang dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah penambahan hari ini berarti ada penurunan dari tren tersebut.

Baca juga: Anies Berlakukan PSBB Transisi Besok 

Karena itu, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 98.206 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.

Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.

Berdasarkan laman tersebut, 83.338 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah 1.160 orang sejak Rabu (21/10/2020).

Sementara, 2.120 orang lainnya secara akumulasi dinyatakan meninggal dunia sejak awal pandemi. Pasien wafat bertambah 15 orang sejak kemarin.

Selain itu, 2.768 pasien masih dirawat di Rumah Sakit (RS) yang tersebar di Jakarta. Sisanya, 9.980 orang yang positif menjalani isolasi.

Dengan demikian, maka ada 12.748 kasus aktif corona di ibu kota yang masih dalam penanganan sampai sekarang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 9.885 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.908 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 781 positif dan 7.127 negatif.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Gubernur Anies: Kenaikan Kasus Covid-19 Dampak Dari Libur Panjang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jika kenaikan kasus positif Covid-19 di ibu kota merupakan dampak dari pelaksanaan libur panjang beberapa hari yang lalu. Anies mengklaim, kasus harian Covid-19 di Jakarta sejatinya sempat menurun.

“Tapi ketika kita sudah mulai turun nih, tiba-tiba ada long weekend, kita tetap laksanakan. Konsekuensinya kita sekarang mulai menyaksikan kenaikan lagi peak-nya,” ujarnya dalam video YouTube Layanan Jakarta, Selasa (24/11).

Baca juga: Meski Terapkan PSBB, Kasus Corona DKI Melonjak Pesat

Menurut Anies. terjadi penurunan kasus Covid-19 di Jakarta saat Pemprov DKI menarik rem darurat pada pertengahan Oktober 2020.

Adapun ketersediaan tempat tidur pasien ICU di 98 rumah sakit rujukan, dijelaskan Anies saat ini 69 persen telah terisi.

“Kamar isolasi di rumah sakit terpakai sekitar 75 persen, dan tempat isolasi mandiri terpakai 53 persen,”imbuhnya.

Sebelumnya, pada Senin (23/11) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, terjadi lonjakan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.

Kenaikan kasus tersebut disebabkan masa libur panjang dan pelanggaran protokol kesehatan seperti kerumunan massa, terutama di daerah Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Slipi, Tebet Timur, serta Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Bahkan di ibu kota negara mencapai kasus yang relatif lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Dua hari lalu mencapai 1.579 dan kemarin 1.300-an,” kata Doni.

Continue Reading

Nasional

Mahfud MD: Jumlah Pelanggaran Prokes di Pilkada Hanya 2,2 Persen dari 73.500 Kegiatan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, jumlah pelanggaran protokol kesehatan selama rangkaian persiapan Pilkada 2020 hanya sebanyak 2,2 persen.

“Ada pelanggaran protokol kesehatan, terjadi sebanyak 2,2 persen dari 73.500 event, itu pelanggarannya kira-kira 1.510 event,” kata Mahfud melalui kanal Youtube Kemenko Polhukam RI, Selasa (24/11).

Menurutnya, banyak dari pelanggaran tersebut adalah pelanggaran yang sifatnya kecil. Misalnya saja tidak mengenakan masker.

“Itu pun yang kecil-kecil, misalnya lupa pakai masker, jumlah di ruangan lebih banyak dan sebagainya,” kata Mahfud.

Baca juga: Pelanggar Prokes Hanya 2,2 Persen, KPU Pastikan Pilkada Aman dari Covid-19 

Mahfud menyampaikan, semua pelanggaran tersebut sudah diingatkan. Pun mereka semua patuh, sehingga tidak ada kasus pelanggaran besar.

Sebagian di antara para pelanggar juga mendapatkan pemidanaan. Pihaknya mencatat paling tidak ada 16 kasus tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan selama rangkaian persiapan Pilkada 2020.

“Yang ditindak pidana dan diproses pidana khusus untuk pilkada itu ada 16 tindak pidana yang sekarang ini dalam proses penyelidikan dan penyidikan dan sudah dalam proses peradilan juga,” ujarnya.

“Jadi jangan bilang bahwa tidak ada tindakan, semua sudah ditindak,” lanjut Mahfud.

(HY)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tokoh Otomotif Nasional Helmy Sungkar Wafat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dunia otomotif Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Salah satu tokoh otomotif nasional Helmy Sungkar meninggal dunia, Selasa (24/11) pagi sekitar pukul 06.10 WIB. Helmy berpulang pada usia 68 tahun di tempat tinggalnya, Bintaro.

Helmy Sungkar Alurmei nama lengkapnya, dikenal sebagai sosok yang gigih memajukan dunia otomotif Tanah Air, utamanya motorsport. Mantan pembalap nasional dan promotor olahraga otomotif ini menurunkan kecintaannya terhadap dunia otomotif menurun kepada putranya, Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar.

Baca juga: Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Helmy rajin menggelar berbagai kejuaraan balap motor mulai dari road race, motocross hingga drag race.

Ia juga diketahui memiliki event organizer balap sendiri bernama Trendy Promo Mandira (TPM). Meski event motocross Indonesia tengah lesu, beliau tetap rajin menggelar acara balap dengan biaya sendiri tanpa sponsor.

Sebelumnya, Helmy Sungkar sempat dirawat selama satu bulan di rumah sakit akibat stroke. Diketahui, ia memang menderita sakit diabetes dan harus menjalani perawatan khusus.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC