Connect with us

Techno

Kebijakan Privasi Terbaru WhatsApp Segera Berlaku, Pengguna Harus Setuju Atau Akun Dihapus

Published

on

Kebijakan privasi Whatapp

Channel9.id-Jakarta. WhatsApp kini meminta sejumlah pengguna Android untuk menyetujui ketentuan dan kebijakan privasi terbarunya. Memang, beberapa waktu lalu, layanan pesan instan ini dilaporkan akan memperbarui keduanya.

WABetaInfo mendapati pembaruan itu di WhatsApp beta untuk Android versi 2.21.1.1, yang merupakan pembaruan pertama WhatsApp di 2021.

WABetaInfo membeberkan sejumlah perubahan utama di kebijakan baru terbaru WhatsApp, yaitu perihal layanan dan bagaimana WhatsApp memproses data pengguna.

Baca juga : Mulai 2021, Ponsel Jadul Ini Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp

Selain itu, terkait bagaimana pebisnis bisa memanfaatkan layanan yang dihost Facebook untuk menyimpan dan mengelola percakapan di WhatsApp. Kemudian tentang bagaimana WhatsApp bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi antara Facebook Company Products.

Menurut WABetaInfo, kebijakan privasi tersebut akan berlaku bagi seluruh pengguna mulai 8 Februari 2021. Nantinya pengguna harus menyetujui kebijakan tersebut agar tetap bisa menggunakan WhatsApp. Jika tidak, akun mereka dihapus, dikutip dari WABetaInfo, Selasa (5/1/2021).

Setelah menyetujui kebijakan baru tersebut, pengguna tak akan merasakan perbedaan saat menggunakan WhatsApp. Semua chat, pesan, panggilan dan update status tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end.

Selain pembaruan kebijakan privasi, WhatsApp pun menawarkan pengguna WhatsApp Web Beta untuk menjajal fitur dukungan multiperangkat. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengakses akun WhatsApp-nya di berbagai perangkat secara bersamaan, tanpa membutuhkan jaringan internet di perangkat utama.

Namun, WABetaInfo mengaku belum tahu kapan jadwal peluncuran fitur multiperangkat tersebut.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Strategi WhatsApp Gaet Lagi Pengguna

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beberapa hari belakangan ini, banyak pengguna yang meninggalkan WhatsApp. Mereka diketahui berhijrah secara besar-besaran ke aplikasi serupa, seperti Signal dan Telegram.

Sekadar informasi, mulai 8 Februari 2021, WhatsApp akan menerapkan kebijakan privasi terbarunya, di mana salah satu buntut dari kebijakan ini akan memaksa pengguna berbagi data ke Facebook. Menyadari pentingnya privasi dan kerap kali Facebook terseret kasusu kebocoran data, banyak pengguna yang akhirnya meninggalkan WhatsApp.

Untuk menekan laju hijrah ke aplikasi lain, WhatsApp melakukan sejumlah strategi. Salah satunya dengan mengiklan di media massa.

Baca juga : Banyak yang Hijrah ke Signal dari WhatsApp

Sebagai pasar terbesar WhatsApp, India menjadi target iklan mereka. WhatsApp memajang iklan satu halaman penuh di sejumlah koran ternama.

Pada iklan tertulis bahwa WhatsApp akan tetap menjaga ketat privasi pengguna, meski ada pembaruan kebijakan, dilansir dari Independent pada Jumat (15/1),

“Menghormati privasi Anda ada di dalam DNA kami,” tulis WhatsApp di media The Assam Tribune, The Hindu, The Times of India, Economic Times hingga Indian Express.

Tak hanya itu, terpampang pula tautan menuju FAQ WhatsApp untuk menjelaskan pembaruan kebijakan. Di iklan tersebut pula, WhatsApp mengklaim tak akan mengganggu percakapan privat para user.

“WhatsApp tak bisa melihat pesan privat Anda atau mendengar panggilan, begitu pula Facebook. Tiap pesan privat, foto, video, voice message dan dokumen yang Anda kirim ke teman, keluarga dan kolega one on one atau di grup dilindungi enkripsi end to end,” jelas WhatsApp.

Kiranya, WhatsApp tengah mewaspadai kebangkitan pesaingnya, Signal dan Telegram. Pasalnya, jumlah unduhan kedua pesaing WhatsApp ini memang melejit.

(LH)

Continue Reading

Techno

Penjualan PC dan TV Meningkat Selama Pandemi

Published

on

By

Penjualan PC dan TV Meningkat

Channel9.id-Jakarta. Selama pandemi Covid-19, bisnis personel computer (PC) kian meningkat. Bahkan, bisnis ini disebut mengalami pertumbuhan besar pertama dalam 10 tahun terakhir.

Sebuah perusahaan riset Canalys mencatat adanya peningkatan pengiriman PC hingga 297 juta unit pada 2020. Angka ini naik 11% dari tahun sebelumnya, dilansir dari The Verge.

Perusahaan riset lainnya yakni International Data Corporation (IDC) pun menyebutkan adanya peningkatan distribusi PC sebesar 13,1% menjadi 302 juta unit, dibanding tahun lalu.

Baca juga : Tak Cuma Lewat PC, Kini Pemain Bisa Siarkan Permainan Lewat Ponsel

Pandemi Covid-19 diakui mendorong peningkatan pengiriman PC. Meski distribusi terhalang karena karantina wilayah pada pertengahan tahun lalu, namhn permintaan terus ada sepanjang 2020.

“Permintaan mendorong pasar PC maju dan semua tanda lonjakan ini masih ada jalan terus berlanjut, “ ungkap Ryan Reith dari IDC.

Selain itu, tingginya permintaan PC ini juga didorong oleh pemberlakuan bekerja di rumah dan pembelajaran jarak jauh.

Bukan cuma PC atau laptop, penjualan TV pun diperkirakan akan menyentuh 223 juta pada 2021. Jumlah ini naik 2,8% dari tahun lalu.

Adanya pandemi Covid-19 dan gelaran kejuaran seperti Olimpiade Tokyo dan UEFA turut mendorong pertumbuhan penjualan di tahun ini.

TrendForce menyebut bahwa 2020 menjadi titik awal tingginya permintaan televisi 65 inch. Peningkatan ini terjadi hingga melampaui 60% pada 5 merk TV.

Paruh kedua tahun lalu pun menunjukkan pertumbuhan sebesar 47,8% dalam penjualan panel TV 65 inci ke atas.

(LH)

Continue Reading

Techno

Banyak yang Hijrah ke Signal dari WhatsApp

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aplikasi perpesanan seperti Signal kini kian populer, setelah WhatsApp memperbarui kebijakan privasinya. Untuk diketahui, buntut dari pembaruan WhatsApp tersebut yaitu pengguna wajib berbagi data pada Facebook.

Tak heran bila banyak pengguna yang lantas berpaling dari WhatsApp. Pasalnya, mereka masih ingat bahwa Facebook pernah mengalami skandal kebocoran ribuan data penggunanya.

Menurut laporan Android Police pasa Rabu (13/1), Signal berada di posisi teratas di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store di berbagai negara.

Aplikasi tersebut berada di urutan pertama di Play Store di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Lebanon dan Prancis. Pun berada di urutan ketiga di negara seperti India, Brasil dan Singapura.

Untuk diketahui, Signal memiliki fitur yang nyaris sama dengan WhatsApp pada versi awal. Aplikasi ini pun diakui memberi privasi yang lebih aman dan antisadap seperti end-to-end encryption.

Adapun teknologi yang bernama The Signal Protocol rupanya diternyat juga oleh WhatsApp, Facebook Messenger, Skype dan platform lainnya.

Selain itu, Signal pun menjadi kian populer setelah CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk mengajak pengikutnya di Twitter untuk hijrah ke Signal.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC