Kedutaan Myanmar di Inggris DiKudeta
Internasional

Kedutaan Myanmar di Inggris DiKudeta

Channel9.id-Inggris. Kedutaan Myanmar di Inggris menuduh seseorang yang mempunyai hubungan dengan junta militer sedang menempati kantor kedutaannya dan melarang ia masuk pada hari Kamis( 8/4/2021).

Kabar ini datang disaat tindak kekerasan di Myanmar terus berlanjut dengan setidaknya 20 orang meninggal di daerah Sagaing dan Bago, menjadikan total korban Myanmar sejak kudeta terjadi menjadi 600 orang, lapor agensi berita Myanmar Now pada hari Kamis.

Baca juga : Pengunjuk Rasa Melancarkan “Serangan Sampah” di Myanmar

Di London, para pengunjuk rasa berkumpul di luar di kompleks Mayfair dengan duta Myanmar, Kyaw Zwar Min, disaat adanya laporan ia dilarang masuk ke kantornya. Ketika ditanya siapa yang di dalam kantornya, dia mengatakan: “junta militer, mereka mengambil alih kantor saya,” katanya.

Kyaw Zwar Min mengatakan  kepada agensi berita AFP kalau ia akan terus diluar kantornya semalaman, ia berujar “ini kantor saya”.

Myanmar sedang mengalami kekacauan sejak pihak militer menahan pemimpin negara terpilih, Aung San Suu Kyi pada tanggal 1 Februari yang memicu rangakaian protes di Myanmar dan sanksi-sanksi dari komunitas internasional.

Pemerintah militer menarik dutanya di Inggris bulan lalu setelah dia mengeluarkan pernyataan yang mendesak junta untuk membebaskan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

“Diplomasi adalah satu-satunya cara dan jawaban untuk mengatasi kebuntuan ini,” kata Kyaw Zwar Minn pada pernyataannya yang disebar oleh Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di media sosial.

Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan “Kami sedang mencari info lebih lanjut mengenai kejadian di kedutaan Myanmar di London”. Polisi Metropolitan mengatakan mereka juga sudah awas atas situasi ini.

Kyaw Zwar Minn mengatakan ke Daily Telegraph “Ketika saya keluar dari kantor kedutaan, mereka langsung masuk”.

“Mereka mengatakan kalau mereka mendapatkan instruksi dari ibu kota, jadi mereka tidak akan membiarkan saya masuk,” tambahnya dan juga meminta pemerintah Inggris membantu ia mengatasi masalah ini.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  28  =  31