Ekbis

Kejar Target Penugasan 1 Juta Ton Beras, Bapanas Tunggu Kepastian Anggaran Kemenkeu

Channel9.id, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi ketersediaan stok beras nasional berada dalam posisi aman dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog mencapai rekor 4 juta ton.

Meski begitu, otoritas pangan nasional tengah berfokus mengikis disparitas harga beras antarwilayah serta mengendalikan laju inflasi cabai yang terkerek di sejumlah daerah.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Aulia Sofyan menyampaikan bahwa kondisi pasokan beras nasional saat ini berada dalam level paling solid dibanding periode-periode sebelumnya. Kendati demikian, pemerataan distribusi serta efektivitas intervensi harga di tingkat lokal tetap menjadi prioritas utama.

“Stok beras kita aman. Apalagi hari ini stok Bulog itu hampir 4 juta ton lebih dan belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya,” ujar Aulia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan Bapanas, pergerakan harga beras di wilayah Zona 1, Zona 2, maupun Zona 3 masih terpantau variatif. Sejumlah daerah mencatatkan harga transaksi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara wilayah lainnya telah berhasil ditekan di bawah HET.

Guna meredam volatilitas harga jelang penutupan tahun, Bapanas bakal mengakselerasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berkolaborasi dengan Perum Bulog.

Di samping SPHP, Bapanas bersiap merealisasikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penugasan penyaluran beras hingga 1 juta ton sampai akhir tahun. Saat ini, realisasi penugasan berjalan baru menyentuh angka 200.000 ton.

Untuk mengeksekusi sisa target tersebut, Bapanas kini tengah menunggu kepastian alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kepastian anggaran menjadi krusial agar Perum Bulog dapat melakukan pemetaan distribusi secara terukur sesuai kebutuhan intervensi di daerah.

“Kami harap dalam dua hari ini anggaran sudah tersedia dan jelas nilainya, sehingga kami bisa mengatur penugasan kepada Bulog. Tujuan akhirnya agar stabilisasi harga bisa kita kendalikan,” tegas Aulia.

Suntikan Fasilitasi Distribusi Cabai

Selain komoditas beras, Bapanas memberikan perhatian khusus terhadap gejolak harga komoditas hortikultura, terutama cabai. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga cabai saat ini telah meluas hingga ke hampir 90% kabupaten/kota di Indonesia.

Guna meredam gejolak harga cabai, Bapanas mengoptimalkan instrumen Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk memobilisasi pasokan dari daerah surplus (produsen) menuju wilayah defisit (konsumen). Langkah subsidi ongkos angkut ini ditargetkan mampu memangkas rantai pasok dan menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.

Aulia menambahkan, penyerapan anggaran program FDP saat ini telah mencapai 69,5%. Bapanas akan mengoptimalkan sisa alokasi anggaran sebesar 30,5% untuk memfasilitasi intervensi distribusi di daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga ekstrem.

“Kebetulan anggaran FDP masih tersedia sekitar 30,5%, ini yang akan kita optimalkan untuk daerah yang mengalami kenaikan harga tinggi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18  +    =  24