Internasional

Kepulauan Solomon dan Cina Tanda Tangani Pakta Keamanan

Channel9.id-Kepulauan Solomon. Perjanjian keamanan antara Kepulauan Solomon dan Cina tak akan mengganggu keamanan dan daerah sekitar, ujar perdana menteri Kepulauan Solomon yang berusaha menenangkan Amerika Serikat dan Aliansinya mengenai pengaruh Cina yang semakin besar di daerah tersebut, Rabu (20/4/2022)

Pakta keamanan itu adalah jalan masuk terbesar Cina ke daerah Pasifik, dimana Amerika Serikat dan aliansi-aliansinya telah lama menganggap daerah tersebut sebagai daerah “permainan” mereka.

Kepulauan Solomon pada bulan lalu telah menyebutkan kalau mereka berencana untuk membentuk kerja sama dengan Cina untuk megatasi masalah keamanan dan memastikan lingkungan yang aman untuk investasi.

“Saya mohon kepada seluruh negara tetangga, teman dan kolega kami untuk menghargai kepentingan kedaulatan Kepulauan Solomon. Kami pasitkan kalau keputusan ini tidak akan memberikan dampak atau merusak keharmonisan daerah sekitar,” ujar Perdana Menteri Manasseh Sogavare di parlemen.

Kepulauan Solomon sendiri telah mendengar suara-suara dari negara Barat dan tetangga-tetangganya untuk tidak menyetujui pakta tersebut.

Australia sendiri khawatir kalau pakta tersebut akan memberikan kesempatan Cina untuk menempatkan militernya di daerah Pasifik yang hanya berjarak 2,000 km dari Negara Kangguru tersebut.

Namun Sogavare sudah mengkonfirmasi kalau pakta tersebut sudah ditandatangani oleh kedua menteri luar negeri.

Konfirmasi itu sendiri disebar sehari sebelum delegasi dari Gedung Putih, Kurt Campbell, tiba di ibu kota Kepulauan Solomon, Honiara.

Pada hari Rabu, Campbell bertemu dengan perdana menteri Fiji, Frank Bainimarama, di Suva untuk mendiskusikan soal keamanan daerah sekitar.

Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru dan Australia sama-sama merasa khawatir mengenai pakta keamanan Cina-Kepulauan Solomon ini karena itu adalah ancaman besar untuk Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas, kutip pernyataan dari Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru telah menjelaskan kepada kedua negara kalau pakta mereka dapat menggoyahkan kestabilan daerah Pasifik.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  +  84  =  88