Connect with us

Nasional

Kerumunan Pengunjung Waterboom Lippo Cikarang Buntut Harga Rp10 ribu

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan kerumunan pengunjung di Waterboom Lippo Cikarang dengan tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada Minggu 10 Januari 2021.

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi menyampaikan, kerumunan pengunjung di Waterboom Lippo Cikarang, buntut dari promosi tiket masuk seharga Rp10 ribu. Di harga normal, tiket masuk dibanderol Rp95 ribu.

“Rupanya dengan harga tiket Rp10 ribu masyarakat berbondong-bondonglah ke situ,” katanya, Senin 11 Januari 2021.

Sukadi menyampaikan, penjualan itu dilakukan secara online sehingga pihaknya tidak mengetahuinya.

Sukadi melanjutkan, setelah mendapat informasi bahwa pengunjung waterboom membludak, pihaknya langsung melakukan pembubaran.

“Saya sendiri yang membubarkan dan saya suruh tutup akhirnya,” kata Sukadi.

Dalam hal ini, polisi sudah memeriksa dua orang saksi dari pihak waterboom yakni, Ike selaku General Manager dan Dewi selaku manajer ticketing.

Atas kejadian ini, polisi menduga ada pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Proses lanjutan terkait peristiwa ini telah dilimpahkan dan ditangani oleh Polres Metro Bekasi.

“Nanti pengembangan kasusnya, terkait pasal-pasal berapa yang diterapkan, nanti pengembangannya dari krimsus Polres Metro Bekasi,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Banjir Kalsel, Kemendikbud: 1.385 Sekolah Rusak di 13 Kabupaten

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kemendikbud mencatat sebanyak 1.385 sekolah di 13 kabupaten kota rusak akibat banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Hendarman mengatakan, mengetahui adanya informasi bencana banjir itu LPMP langsung terjun ke lapangan untuk melakukan koordinasi pendataan.

”Dan juga mengkoordinaiskan kebutuhan bagi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dan siswa yang terkena dampak banjir,” katanya melalui siaran persnya, Jumat (22/1).

Baca juga: BNPB: 21.990 Jiwa Terdampak Banjir Kalsel

Berdasarkan data yang dihimpun hari ini oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Selatan, sekolah yang paling banyak mengalami kerusakan terdapat Kabupaten Banjar yakni 300 TK/PAUD, 300 SD, 55 SMP, dan 4 SMA dan 1 SLB. Selanjutnya, di Kota Banjarmasin yakni 119 TK/PAUD, 146 SD, 24 SMP, 1 SMK, dan 2 SLB, serta Kabupaten Balangan yakni 20 TK/PAUD, 52 SD, dan 1 SMP.

Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdapat 62 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan yaitu 55 SD, 6 SMP, dan 1 SLB. Di Kabupaten Barito Kuala terdapat 29 TK/PAUD, 23 SD, 7 SMP, dan 1 SMA sedangkan di Kabupaten Tanah Laut, TK/PAUD sebanyak 39, SD sebanyak 22 sekolah, 1 SMP dan 3 SMA, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, TK/PAUD sebanyak 33, 19 SD, dan 1 SLB.

Sisanya sekolah yang mengalami kerusakan terdapat di Kota Banjarbaru sebanyak 8 sekolah, di Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 15 sekolah dan di Kabupaten Tapin sebanyak 25 sekolah.

Total sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir Kalimantan Selatan yakni TK/PAUD sebanyak 606 sekolah, SD sebanyak 661, SMP sebanyak 112, SMA sebanyak 25, SLB sebanyak 7 sekolah dan SMK sebanyak 1 sekolah.

Kemendikbud bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendistribusikan bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Kalimantan Selatan.

Kemendikbud mendistribusikan bantuan masker kain anak 18.000 buah, School kit 800 paket jenjang PAUD – SMA, perlengkapan menggambar PAUD 100 paket, paket Family Kit untuk warga terdampak 9 box (Obat, selimut, sarung dan sembako). Selain itu juga terdapat bantuan atas kerja sama dengan UNICEF yakni tenda pembelajaran darurat 10 unit dan School kit 10 paket.

IG

Continue Reading

Nasional

Kemendagri Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumedang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta.  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan bantuan untuk korban terdampak bencana alam di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penyerahan dilakukan pada Jumat (22/01) oleh Kepala Biro Umum Kemendagri, Heru Tjahyono bersama Sekretaris Korpri, Yedi Rahmat kepada Bupati Sumedang di kediaman Bupati Gedung Negara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

“Dalam rangka kepedulian atas musibah dan terjadinya bencana alam berupa gempa bumi Provinsi Sulawesi Barat, bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, dan bencana tanah longsor di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, Kemendagri telah melakukan penggalangan dana sumbangan melalui Posko Peduli Bencana Tahun 2021 di lingkungan Kemendagri baik berupa dana maupun sembako dan lain-lain, untuk membantu korban bencana,” kata Yedi Rahmat.

Baca juga: Longsor Sumedang, 11 Meninggal 8 Lainnya Hilang 

Selanjutnya, dari kediaman Bupati Sumedang, bantuan langsung dibawa ke kantor Bupati Sumedang. Tim yang dikomandoi Kepala Biro Umum bersama Sekretaris Korpri Kemendagri diterima di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang.

Adapun jenis bantuan yang diberikan adalah sebagai berikut: baju layak pakai untuk anak-anak dan dewasa; perlengkapan bayi dan anak-anak; makanan terdiri dari: biskuit, sirup dan sarden; sembako; air mineral; kelengkapan kebersihan, sabun mandi dan pasta gigi; baju koko dan sarung; pop mie; susu cair; masker; dan terpal.

Sementara itu, Asisten Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Hilman Taufik Wijaya Somantri mengapresiasi jajaran Kemendagri, BNPP, dan Korpri yang telah menyalurkan bantuan untuk korban terdampak bencana alam di wilayahnya.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, dan warga yang terkena bencana tanah longsor dan banjir di Kecamatan Cimanggung, Jatinangor mengucapkan beribu terima kasih kepada Korpri, BNPP, Kementerian Dalam Negeri atas bantuannya, segera akan kami salurkan. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu (upaya) memperingan derita korban yang ada di wilayah bencana di Kabupaten Sumedang,” kata Hilman.

Continue Reading

Hot Topic

Gempa 71, M di Sulut, BNPB: Kerusakan di 2 Kecamatan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadi kerusakan infrastruktur di dua kecamatan di Kabupaten Talaud, sebagai dampak gempa 7,1 magnitudo yang terjadi pada Kamis (21/01) malam.

Kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga sedang teridentifikasi di Desa Bantik, Kecamatan Beo berupa dinding belakang rumah roboh. Sementara, dua kerusakan lain berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara dengan kategori rusak ringan.

Hingga saat ini, BNPB masih melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait dengan potensi korban jiwa.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama tiga detik. Saat gempa warga sempat panik. Namun hingga kini, BPBD setempat belum menerima informasi terkait dampak gempa dengan kedalaman 119 km tersebut.

Sebelumnya, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 7,1 magnitudo pada Kamis, 21 Januari 2021 pukul 19.23 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa berada di 134 kilometer timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.

Baca juga: Sulawesi Utara Diguncang Gempa 7,1 M 

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“#Gempa Mag:7.1, 21-Jan-21 19:23:07 WIB, Lok:4.98 LU,127.38 BT (134 km TimurLaut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:154 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis BMKG dalam akun Twitter-nya.

Peta guncangan yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong mencapai skala IV MMI, kemudian Manado dan Bitung III MMI.

Lalu dirasakan di Galela, Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat dengan skala II-III MMI; Bolaang Uki II MMI serta Ternate, Sofifi, dan Halmahera Tengah I-II MMI.

Skala IV MMI mendeskripsikan bila pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah serta terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC