Connect with us

Nasional

Ketua DPRA Sampaikan Aspirasi Perpanjangan Dana Otsus Aceh

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Ketua DPR Aceh, H. Dahlan Djamaluddin menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh kepada Pemerintah Pusat untuk memperpanjang alokasi Dana Otsus Aceh yang akan berakhir tahun 2027 mendatang.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah dan  Pelantikan Ir. H Nova Iriansyah, MT sebagai Gubernur Aceh, pada Kamis (05/11).

Sesuai dengan ketentuan  Pasal 183 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, untuk mendukung pelaksanaan Otonomi Khusus di Aceh, maka sejak tahun 2007 hingga tahun 2022, Pemerintah Aceh mendapatkan alokasi Dana Otsus sebesar 2 % dari total alokasi DAU Nasional. Selanjutnya, dari tahun 2023 hingga tahun 2027, jumlah alokasi Dana Otsus untuk Aceh akan berkurang menjadi 1 % dari total alokasi DAU Nasional.

Merujuk pada ketentuan undang-undang tersebut, maka mulai tahun 2028, Pemerintah Aceh tidak akan mendapatkan lagi kucuran Dana Otsus, yang sangat besar peranannya bagi pembiayaan pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Kondisi ini menjadi perhatian yang sangat serius dari DPR Aceh, sehingga Ketua DPR Aceh memandang sangat perlu untuk menyampaikannya kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.

Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik menanggapi secara positif permintaan tersebut, serta memberikan apresiasi dan atensi terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat Aceh melalui wakil mereka di DPR Aceh. Akmal menyatakan penyampaian aspirasi itu sebagai sebuah langkah antisipatif yang sangat penting bagi kemajuan Aceh di masa depan.

Baca juga: Lantik Gubernur Aceh, Mendagri: Agar Komunikasi dan Koordinasi ke Semua Pihak

Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa aspirasi ini dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk komunikasi yang konstruktif antara pusat dan daerah dalam implementasi kebijakan desentralisasi asimetris yang perlu dan harus terus dikembangkan.

Akmal menambahkan, kebijakan desentralisasi asimetris yang dilaksanakan dalam bentuk otonomi khusus, harus dibangun dengan intensitas komunikasi yang konstruktif dan produktif antara pemerintah pusat yang memberikan kewenangan khusus, dengan pemerintah daerah, yang sangat berkepentingan dengan kewenangan khusus untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Akmal menyatakan bahwa komunikasi yang dibangun oleh Pemerintah Aceh dengan Pusat selama ini berjalan dengan sangat baik. Walaupun ada perbedaan kepentingan, cara pandang serta penafsiran terhadap berbagai regulasi antara daerah dengan pusat dalam implementasi Otsus Aceh selama ini, namun dapat diselesaikan dengan komunikasi dan mediasi yang baik.

Model penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh, seperti tuntutan perpanjangan Dana Otsus yang disampaikan Ketua DPR Aceh tadi perlu menjadi perhatian Pemerintah Pusat.

“Kita masih punya waktu yang cukup panjang untuk mendiskusikan tuntutan perpanjangan Dana Otsus untuk Aceh dalam beberapa tahun ke depan” ujar Akmal.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Jelang Akhir Tahun, ASN Banyuwangi Gelar Shalawatan Dan Doa Bersama

Published

on

By

Channel9.id-Banyuwangi. Jelang berakhirnya tahun 2020 dan menyambut datangnya tahun 2021, Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi menggelar sholawatan, zikir dan doa bersama di Masjid Baabussalam Kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (4/12/ 20).

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Doa bersama ini juga dihadiri Habib Abdurrahman Al Jufri, Habib Abdul Qadir Al Jailani Al Haddar, Sekretaris Daerah Banyuwangi dan sejumlah kepala OPD, dan segenap karyawan/karyawati pemkab.

Dalam sambutannya, Bupati Anas berharap, lewat sholawat dan zikir tersebut, Allah berkenan menurunkan rahmat-Nya dan memberikan segala kemudahan dalam menjalankan proses pemerintahan kepada Pemkab Banyuwangi.

“Semoga dengan sholawat, zikir dan doa bersama ini, Allah memudahkan kita sebagai ASN dalam menjalankan tugas. Dan tentunya yang tak kalah penting, kita bisa melalui segala ujian seperti covid 19 ini, kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyampaikan harapannya dan minta didoakan agar diberikan kemudahan dalam menyelesaikan tugas dan diberikan keselamatan hingga akhir jabatannya sebagai Bupati Banyuwangi.

“Jabatan saya 2 bulan lagi usai, saya mohon agar terus didoakan untuk kebaikan Banyuwangi ke depan, keguyuban karyawan dijaga, serta mohon didoakan agar saya mampu menyelesaikan amanah saya dengan baik hingga di akhir jabatan nanti,” harap Anas.

Gema shalawat nan merdu dan membangkitkan kerinduan akan sosok Nabi Muhammad SAW dilantunkan oleh kelompok hadrah Dhiya’ul Musthofa dari Banyuwangi. Juga ada santunan anak yatim yang tak pernah ketinggalan disertakan dalam setiap event Pemkab Banyuwangi. Dilanjutkan dengan doa tahlil oleh Habib Abdul Qadir Al Jailani Al Haddar.

Tausiyah dari Habib Abdurrahman Al Jufri menjadi penutup dari kegiatan tersebut. Habib Abdurrahman Al Jufri mengingatkan untuk selalu melatih lisan untuk bersholawat, berzikir dan berdoa.
Habib Al Jufri pun berpesan agar senantiasa menjaga perkataan dengan baik. Menurutnya itu adalah salah satu ciri orang yang beriman.

Continue Reading

Hot Topic

Menag: Paham Ekstremisme Bisa Lewat Guru dan Rohis

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan bahwa ekstremisme agama bisa masuk ke sekolah lewat tiga jalur: guru, ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islam/Rohis) dan kurikulum atau mata pelajaran.

Fachrul meminta pihak guru pendidikan, khususnya mata pelajaran agama Islam perlu memberikan pemahaman agar ekstremisme tertolak di benak siswa. Sekolah serta pengawas pendidikan benar-benar harus mengantisipasi jalur penyebaran paham ekstremisme tersebut.

“Guru PAI perlu secara optimal memainkan peranan strategisnya, termasuk dalam membina aktivitas keagamaan dan menguatkan moderasi beragama para siswa,” kata Fachrul lewat siaran pers, Jumat (4/12).

Baca juga: BNPT Gandeng Pesantren Cegah Terorisma di Kalangan Remaja

Fachrul menjelaskan bahwa guru memiliki peran penting di sekolah. Di samping bisa menangkal paham ekstremisme, guru juga bisa jadi jalur penyebar paham tersebut.

Jalur kedua yakni organisasi atau ekstrakurikuler bidang keagamaan. Pola mentoring yang selama ini diterapkan bisa dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin menanamkan paham ekstremisme.

Jalur ketiga adalah pendidikan atau kurikulum. Fachrul mengatakan ekstremisme bisa saja ditanamkan lewat mata pelajaran selain agama.

“Meski, tidak selalu pintu masuk pemikiran ekstrem ini melalui kurikulum pendidikan agama, karena bisa saja disisipkan melalui mata pelajaran umum,” ujar Fachrul.

Fachrul meminta agar para guru agama di sekolah-sekolah ikut secara intensif memberikan pembinaan pada berbagai aktivitas siswa.

Menurutnya, program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag saat ini turut menjangkau pendidikan agama dan keagamaan di sekolah-sekolah.

“Saya minta guru dan pengawas pendidikan agama lebih intens berpartisipasi dalam memberikan pembinaan atas organisasi siswa,” kata Fachrul.

Fachrul mengatakan Kementerian Agama kini telah bekerjasama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud untuk mereview kurikulum pendidikan agama. Saat ini, Kemenag telah menerbitkan 12 buku Pendidikan Agama Islam dengan muatan moderasi.

Fachrul turut mengapresiasi penerbitan buku kumpulan praktik baik implementasi Inisiatif Pencegahan Kekerasan (IPK). Hasil best practice IPK ini adalah modeling pencegahan kekerasan pada jenjang pendidikan menengah.

Menurutnya, buku ini akan semakin menambah referensi bagi para pihak yang berkepentingan, terutama guru pendidikan agama dan sekolah untuk turut berkontribusi dalam mencegah tumbuh kembangnya ekstremisme dalam beragama.

“Saya baca sekilas, naskah buku PVE juga mencoba menutup 3 pintu masuk ekstremisme keberagamaan yang selama ini menjadi kekhawatiran kita semua,” kata dia.

IG

Continue Reading

Nasional

Prof. Dr. Dadang Hawari Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad Prof. Dr. Dadang Hawari meninggal dunia pada Kamis 3 Desember 2020. Psikiater ini meninggal pada pukul 15.10 WIB.

“Kami keluarga besar Masjid Raya Al Ittihaad turut berduka cita. Insya Allah Husnul Khotimah, ditempatkan di Surga bersama Baginda Nabi Muhammad SAW,” ucap Keluarga Besar Masjid Raya Al Ittihaad.

Dr. Irzan melalui cuitannya di Twitter menyampaikan, Dadang meninggal karena Covid-19.

Irzan menyampaikan, Dadang Hawari sempat menjalani perawatan Covid-19 bersama istrinya di rumah sakit.

“Terakhir beliau dan istri sempat masuk RS dalam perawatan krn Covid,” katanya.

Irzan pun meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk dr. Dadang Hawari.

“Moga almarhum husnul khatimah. Indonesia kembali kehilangan salah satu guru besar kedokteran,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC