Connect with us

Hot Topic

Mahfud MD: Bintang Mahaputra Bukan Untuk Bungkam Gatot

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, menilai, rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Bintang Mahaputera kepada mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo, bukan hal aneh. Mahfud juga menegaskan penganugerahan itu bukan untuk membungkam Gatot.

“Saya baca ada yang komentar, ini pemberian Bintang Mahaputera kepada GN (Gatot Nurmantyo) tidak pada waktunya, ini aneh. Tidak aneh, karena dia anggota kabinet dan bersama anggota yang lain,” kata Mahfud, di Jakarta, Kamis (05/11).

“Anggota kabinet Pak Jokowi kan seharusnya Agustus kemarin sudah diberi, tapi terlalu banyak waktu itu, ada yang dari berbagai lembaga dan tenaga medis, lalu ditunda, dan dijanjikan bulan November, karena tidak boleh lewat dari bulan Desember,” lanjut dia.

Baca juga: Gatot Diberi Bintang Mahaputra, TB Hasanuddin: Waktunya Tidak Biasa 

Secara tradisi kenegaraan, presiden sebagai kepala negara menganugerahkan tanda penghargaan tertinggi negara kepada putra-putri terbaik bangsa beberapa hari menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus pada tahun berjalan. Pada 13 Agustus 2020, di antara para penerima penghargaan itu adalah politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah, dan petinggi Partai Gerindra, Fadli Zon.

“Jadi ini rutin saja, bahwa ada macam macam penilaian, biasalah, kalau Gatot Nurmantyo tidak diberi bintang, orang curiga, kalau diberi dibilang mau membungkam. Tidak ada urusan bungkam-membungkam dan tidak ada urusan diskriminasi, ini haknya dia,” ujar Mahfud.

Ia lebih jauh menjelaskan, Nurmantyo pernah menjadi panglima TNI dan merupakan anggota kabinet. Semua anggota kabinet yang mendapat tugas di pemerintahan sampai satu periode selesai mendapat Bintang Mahaputera Adipradan.

Menurut dia, penghargaan yang akan diberikan presiden sebanyak 30 orang, termasuk Susi Pudjiastuti, Jenderal TNI (Hon) (Purnawirawan) Luhut Pandjaitan, dan beberapa menteri yang sudah selesai menjabat tapi belum pernah mendapat penghargaan.

“Gatot termasuk anggota kabinet Pak Jokowi yang belum mendapat,” tandas Mahfud.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Gubernur Anies: Kenaikan Kasus Covid-19 Dampak Dari Libur Panjang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jika kenaikan kasus positif Covid-19 di ibu kota merupakan dampak dari pelaksanaan libur panjang beberapa hari yang lalu. Anies mengklaim, kasus harian Covid-19 di Jakarta sejatinya sempat menurun.

“Tapi ketika kita sudah mulai turun nih, tiba-tiba ada long weekend, kita tetap laksanakan. Konsekuensinya kita sekarang mulai menyaksikan kenaikan lagi peak-nya,” ujarnya dalam video YouTube Layanan Jakarta, Selasa (24/11).

Baca juga: Meski Terapkan PSBB, Kasus Corona DKI Melonjak Pesat

Menurut Anies. terjadi penurunan kasus Covid-19 di Jakarta saat Pemprov DKI menarik rem darurat pada pertengahan Oktober 2020.

Adapun ketersediaan tempat tidur pasien ICU di 98 rumah sakit rujukan, dijelaskan Anies saat ini 69 persen telah terisi.

“Kamar isolasi di rumah sakit terpakai sekitar 75 persen, dan tempat isolasi mandiri terpakai 53 persen,”imbuhnya.

Sebelumnya, pada Senin (23/11) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, terjadi lonjakan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.

Kenaikan kasus tersebut disebabkan masa libur panjang dan pelanggaran protokol kesehatan seperti kerumunan massa, terutama di daerah Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Slipi, Tebet Timur, serta Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Bahkan di ibu kota negara mencapai kasus yang relatif lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Dua hari lalu mencapai 1.579 dan kemarin 1.300-an,” kata Doni.

Continue Reading

Hot Topic

Rizieq Shihab Diminta Berhenti Buat Acara Pengumpulan Massa, Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Anggota DPR RI Rahmad Handoyo meminta Rizieq Shihab berhenti membuat acara yang memunculkan kerumunan massa. Hal ini karena pengumpulan massa bisa menjadi klaster baru Covid-19.

Terlebih, kata Rahmad, massa acara Rizieq banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kejadian ini seharusnya jadi pelajaran bahwa Covid-19 bisa menyerang siapa pun, sehingga lebih berpikir ulang jika ingin mengadakan keramaian.

“Ini menjadi pelajaran mahal bagi siapa pun yang meremehkan dan abai terhadap protokol kesehatan dengan tetap mengadakan kegiatan yang berkerumunan massa,” kata Rahmad saar dihubungi, Selasa (24/11).

Dia pun mengimbau kepada siapa saja yang menghadiri acara Rizieq Shihab bila merasakan gejala Covid-19, segera memeriksa diri ke rumah sakit. Orang tanpa gejala sangat berbahaya karena tidak merasakan sakit, namun bisa menularkan ke orang lain.

Diketahui, Satuan Tugas Covid-19 mengonfirmasi sebanyak 77 orang yang sempat menghadiri acara Rizieq Shihab positif Covid-19. Mereka ada yang menyambut kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno Hatta dan Petamburan serta maulid Nabi di Tebet dan Megamendung, Bogor.

“Dari ditemukanya klaster ini membuktikan bahwa Covid-19 masih sangat berbahaya buat siapa pun. Hanya satu cara yang efektif perang lawan Covid-19 ikuti protokol kesehatan dengan wajib 3M,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Polda Metro Jaya Berencana Panggil Pemeran Pria dalam Video Syur Mirip Gisel

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya berencana memanggil pemeran pria yang ada di dalam video syur mirip artis Gisel. Pemanggilan itu merupakan hasil dari proses pemeriksaan dan pengembangan laboratorium forensik.

Namun, Polisi masih kesulitan mengidentifikasi pria tersebut. Karena di dalam video itu direkam melalui telepon genggam.

“Makanya kalau kita sudah tahu hasil dari forensik siapa yang ada di dalam situ, baru akan kita panggil juga laki-lakinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Gisel Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Karena itu, Polisi belum membeberkan secara rinci siapa sebenarnya pria yang berada di dalam video tersebut.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memanggil Gisel terkait kasus ini pada Selasa 17 November lalu. Usai menghadiri panggilan tersebut, Gisel tidak berkomentar terkait pemeriksaan yang telah dijalani.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC