Connect with us

Politik

Komisi IX DPR Pertanyakan Izin Masuk TKA Cina

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengkhawatirkan pemberian izin masuk TKA Cina dapat menjadi pintu masuk bagi Covid-19. Terlebih, yang menjadi pertanyaan Saleh ialah mengapa harus TKA Cina yang dipekerjakan, bukan justru rakyat sendiri.

“Apa sih jenis pekerjaan yang mesti membutuhkan TKA Cina? Kementerian tenaga kerja perlu terbuka terkait masalah ini,” kata Saleh, Senin (17/5).

Saleh juga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai abai, padahal di satu sisi masyarakat sudah melakukan penolakan terhadap kedatangan ratusan TKA Cina.

Baca juga: Anggota Komisi III DPR Minta Pemerintah Perhatikan Isu 500 TKA Asal China

Saleh berujar pemerintah perlu mengkalkulasi untung rugi memperkejakan TKA Cina. Sebabnya kata Saleh sejauh ini belum pernah mendengar bahwa kedatangan TKA Cina dapat meningkatkan pemasukan negara.

“Setidaknya, saya belum pernah membaca laporan bahwa mereka berkontribusi dalam meningkatkan APBN. Kalau kontribusinya tidak signifikan, ya dihentikan saja dulu sementara, ini demi keamanan warga masyarakat. Apalagi, belakangan ini peningkatan jumlah yang terpapar Covid-19 semakin tinggi,” tutur Saleh.

Diketahui, sebanyak 170 Warga Negara Cina kembali masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu (15/5/2021). Video kedatangan mereka viral di media sosial disebarkan oleh akun instagram @warung_jurnalis, dalam video itu tampak beberapa penumpang tengah menunggu bagasi, namun mereka mencolok perhatian karena menggunakan baju hazmat.

Berdasarkan manifest terdapat 170 penumpang yang terdiri dari 158 WNA Cina dan 12 orang WNI.

Kemudian, ratusan orang ini menjalani pemeriksaan ketat baik keimigrasian maupun pemeriksaan kesehatan di Bandara Soetta, lalu dikarantina sesuai dengan aturan penerbangan internasional selama pandemi Covid-19.

“Mereka menggunakan pesawat Carter dari Guangzhou, padahal Menhub masih memberlakukan larangan penerbangan pesawat carter hingga 17 Mei 2021. Ratusan Warga Negara Cina tiba di bandara Soetta dengan pesawat carter China Southern CZ 387 Sabtu (15/05/21) pagi,” tulis @warung_jurnalis, Minggu (16/5/2021).

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Muzani: Calon Pemimpin Tak Hanya Bermodalkan Popularitas, Tapi Juga Berintegritas

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta.  Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa seorang calon pemimpin harus memiliki kapasitas dan integritas yang baik. Dengan demikian calon pemimpin tersebut bisa memberikan sumbangsih yang besar bagi pembangunan bangsa.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Pelatihan Tunas tiga yang diselenggarakan organisasi sayap Partai Gerindra, yakni Tunas Indonesia Raya (TIDAR). Pelatihan ini digelar dalam rangka upaya menciptakan generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan.

“Seorang pemimpin tidak boleh hanya bermodalkan popularitas semata. Seorang calon pemimpin harus bisa diterima rakyat dengan kerja-kerja nyata dan memahami kepentingan rakyat,”ujar Muzani, Minggu (20/06).

“Maka itu diharapkan anak-anak muda di TIDAR bisa mamahami kebutuhan rakyat, sehingga bisa menjadi pemimpin yang lahir di tengah-tengah masyarakat,” sambungnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Ahmad Muzani Meminta Pemerintah Sabar 

Menurut Muzani, seorang calon pemimpin harus belajar dari tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. Seperti Bung Karno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Pemimpin-pemimpin itu adalah sosok yang benar-benar hadir di tengah rakyat dan membela apa yang menjadi kepentingan rakyat.

“Presiden Soekarno, sang proklamator yang selalu didambakan kehadirannya oleh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga Jenderal Soedirman adalah sosok yang patut kita teladani. Seorang yang dengan tulus melakukan pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara,”ungkapnya.

Muzani menuturkan, Partai Gerindra mendirikan TIDAR karena proses politik harus menyiapkan pemimpin dalam rangka memberikan estafet perjuangan berikutnya.

“Perjuangan politik Partai Gerindra harus terus berkelanjutan, supaya estafet perjuangan ini terjaga. Maka kita mendirikan TIDAR sebagai cara untuk menjamin kontinuitas regenerasi kepemimpinan. Karena yang senior ini pada akhirnya akan tergantikan,” katanya.

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu menyebutkan, kader-kader muda Gerindra diharapkan dapat memberikan sumbangsih terbaiknya untuk perbaikan bangsa Indonesia.

“Nilai tertinggi dari sebuah pengabdian adalah mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” ucapnya.

Wakil Ketua MPR itu juga menegaskan, sumpah jabatan dari semua jabatan publik adalah janji mendahulukan kepentingan rakyat. Kader-kader Gerindra yang memiliki jabatan publik harus memegang teguh janji dan sumpah tersebut.

“Karena bagi kami mendahulukan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi adalah tujuan daripada berdirinya partai Gerindra. Itulah calon-calon pemimpin bangsa yang akan terus kami lahirkan dari partai ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Politik

Survei LSI: Ganjar Jauh Ungguli Puan, Hanya Kalah dari Prabowo

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dua nama tokoh di PDI Perjuangan, kembali masuk dalam materi survei jelang Pilpres 2024. Mereka ialah Ketua DPR RI, Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam riset kuatitatif dan kualitatif terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ganjar lebih unggul dari Puan dari sisi elektablitas.

Meskipun, dari sisi keterkenalan Ganjar masih berada di bawah Puan, yaitu 59 persen banding 61 persen. Tetapi elektabilitasnya jauh di atas Puteri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu.

“Sebagai capres, Ganjar lebih potensial meski tingkat pengenalan dibawah Puan. Karena elektabilitas Ganjar jauh diatas Puan. Yakni Ganjar 15,5 persen, Puan 2 persen,” kata Adjie Alfaraby saat merilis hasil surveinya yang bertajuk `3 King/Queen Maker Pilpres 2024 dan Komplikasinya!` pada Kamis, 16 Juni 2021.

Menurut Adjie, Ganjar hingga saat ini masih masuk top three secara elektoral ketimbang Puan yang jauh sekali di posisi bawah.

Bahkan katanya, Ganjar bisa unggul atas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang sangat potensial sebagai Capres 2024.

“Per hari ini (Juni 2021), Ganjar hanya kalah dibanding Prabowo, bersaing dengan Anies Baswedan,” tukasnya.

Survei LSI Denny JA digelar pada 27 Mei sampai 4 Juni 2021, dengan 1200 responden dari 34 Provinsi di Indonesia.

Survei menggunakan wawancara secara tatap muka (face to face interview) dengan Margin of Error (MoE) survei ini adalah sebesar +/- 2,9 persen.

Selain survei, LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview), untuk memperkuat temuan dan analisa ini.

IG

Continue Reading

Politik

Ganjar Dipersilakan Diusung Partai Lain, Ketua DPP PDIP: Itu Pendapat Pribadi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Kehormatan, Komaruddin Watubun mengatakan tak benar bila partainya mempersilakan Ganjar Pranowo boleh mencalonkan diri di Pilpres 2024 dari partai lain.

Bagi Watubun, kalau ada pernyataan demikian, pastilah pendapat pribadi. Karena PDIP secara institusi masih belum membuat keputusan apapun menyangkut Pilpres 2024.

Watubun menjelaskan bahwa PDIP memiliki mekanisme dalam membuat keputusan. Bahwa ada kewenangan khusus diberikan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menentukan sikap akhir.

“Hak prerogatif bahasa kerennya. Siapa yang memberikan hak itu? Seluruh peserta kongres partai dari Sabang sampai Merauke. Berdasarkan putusan kongres, memberikan kewenangan ke ketum (ketua umum) untuk memutuskan hal yang bersifat penting dan strategis untuk kepentingan bangsa dan bernegara,” ujar Watubun, Kamis, 17 Juni 2021.

Komaruddin juga mengatakan bahwa partai akan memberi sanksi tegas pada kader yang bicara isu pilpres mengatasnamakan partai.

“Enggak, enggak ada keputusan (Ganjar boleh maju dari parpol lain, red) itu. Ini saya sudah kau pancing saya lalu tanya Ganjar lagi,” kata Komaruddin Watubun, menjawab wartawan.

“Tidak ada itu. Itu bukan keputusan partai. Masak partai mau menyuruh kadernya untuk dicalonkan dari partai lain? Itu partai apa itu?,” lanjut Watubun.

Dikatakan Watubun, keputusan pencalonan presiden itu penting, sehingga sikap akhir ada di tangan Megawati. Dan Megawati sama sekali belum berbicara mengenainya. Kalau ada di luar Megawati yang berbicara, maka itu adalah pendapat pribadi.

Dan sebagai ketua partai bidang penegakan disiplin, Komarudin memberi warning kepada seluruh kader. Bahwa berbicara harus sesuai koridor peraturan partai.

“Supaya tidak ada atau membangun prokontra terhadap kader sendiri-sendiri,” kata Watubun.

“Mulai dari sekarang saya sudah kasih warning agar bicara sesuai aturan organisasi. Tidak boleh orang per orang bicara atas nama partai,” tegasnya.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC