Connect with us

Politik

KPU Ogan Ilir Anulir Putusan Diskualifikasi Ilyas-Endang

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir menetapkan kembali Ilyas Panji Alam-Endang Ishak sebagai peserta Pilkada 2020 setelah menerima surat keputusan Mahkamah Agung yang menganulir putusan diskualifikasi pasangan calon tersebut.

Ketua KPU Ogan Ilir Massuryati mengatakan telah mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 263/HK.03.1-Kpt/1610/KPU-Kab/X/2020 tentang pembatalan penetapan pasangan Ilyas-Endang dan menerbitkan SK baru tentang penetapan paslon Ilyas-Endang.

“Kami sudah layangkan surat kepada paslon nomor urut 2 (Ilyas-Endang) malam tadi,” ujar Massuryati, Sabtu, (7/11/2020).

Baca juga: Polda Sumsel Petakan dan Deteksi Daerah Berpotensi Konflik di Pilkada 2020

KPU Ogan Ilir menerbitkan SK 272/HK.03.1-Kpt/1610/KPU-Kab/X/2020 tentang penetapan Pilkada 2020 diikuti dua pasangan calon, yakni Panca Wijaya-Ardani dengan nomor urut 1 dan pasangan Ilyas-Endang nomor urut 2.

Atas putusan tersebut pasangan Ilyas-Endang yang didukung PDIP, Golkar, Hanura dan PBB dapat mengikuti tahapan Pilkada 2020 kembali termasuk tahapan kampanye yang tinggal tersisa satu bulan lagi. “Kami juga akan cetak APK (alat peraga kampanye) paslon nomor 2 secepatnya,” kata Massuryati.

Sebelumnya pasangan petahana Ilyas-Endang didiskualifikasi pada 12 Oktober 2020 karena melanggar pasal 71 ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 berupa pembagian beras yang dinilai sebagai kampanye terselubung saat masih berstatus Bupati Ogan Ilir.

Kuasa hukum Ilyas-Endang kemudian mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) pada 14 Oktober. Pada 27 Oktober MA menganulir keputusan KPU Ogan Ilir namun KPU baru menetapkan keduanya pada 6 November karena MA mengirim salinan keputusan lewat pos.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

PDIP: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Perkuat Persahabatan Sejati Seluruh Komponen Bangsa

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. DPP PDI Perjuangan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H kepada seluruh umat Islam dan juga seluruh rakyat Indonesia. Idul Fitri tidak hanya sebagai Hari Kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh, namun juga sudah menjadi kultur bangsa.

Hal itu disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 13 Mei 2021.

“PDI Perjuangan percaya bahwa dengan Idul Fitri, persahabatan sejati seluruh komponen bangsa semakin kuat, dan dibangun dalam semangat saling memaafkan,”ujarnya.

Baca juga: Dubes Heri Akhmadi Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1422 H 

Hasto mengatakan, semangat saling memaafkan dan berhalal bi halal akan semakin memerkuat persatuan dan persaudaraan nasional yang sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia untuk terusbersatu  menghadapi Pandemi Covid-19.

“Dengan hari kemenangan Idul Fitri tsb, solidaritas, sikap hidup penuh welas asih, dan pembumian seluruh spiritualitas ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan akan semakin kuat,”katanya.

Guna mewujudkan semangat ini, lanjut Hasto, setiap menjelang buka puasa dan sahur selama bulan Ramadhan, PDI Perjuangan mengobarkan  seluruh api semangat. Selain itu, juga menggali mata air keteladanan dari Wali Songo, serta menghadirkan para tokoh guna menggali keseluruhan nilai-nilai Islam Nusantara yang berkemajuan bagi Indonesia Raya.

“PDI Perjuangan sebagai Partai Nasionalis-Soekarnois, dengan jiwa Pancasila, mensyukuri bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dengan membumikan Islam sebagai rahmatan lil alamin,”pungkas Hasto.

Continue Reading

Politik

PKPI Pilih Sunan Kalijaga Setelah Diaz Hendropriyono Mundur

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Diaz Hendropriyono mundur dari posisi Ketua Umum Partai Keadilan den Persatuan Indonesia (PKPI). Ketua Penasihat PKPI AM Hendropriyono mengatakan bahwa Diaz yang juga putranya itu akan digantikan oleh Sunan Kalijaga, yang sementara waktu menjabat pelaksana tugas (Plt) ketua umum PKPI.

“Saya sangat senang dengan pengunduran diri ketua umum Diaz dengan alasan yang rasional,” ujar Hendropriyono dalam keterangan videonya, Senin (10/5).

Hendropriyono juga mengaku lega dengan sosok pengganti Diaz, yakni Sunan Kalijaga. Ia menilai, Sunan mumpuni mengisi posisi tersebut.

“Seorang tokoh nasional dan tokoh masyarakat yang saya harapkan bisa melanjutkan kepemimpinan di PKPI ini dalam mencapai tujuan kita,” ujar Hendropriyono.

Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu berharap partai segera menggelar musyawarah luar biasa (Munaslub) untuk menunjuk Sunan sebagai ketua umum definitif.

“Karena sebagai seorang senior di PKPI ini saya melihat Saudara Sunan Kalijaga ini adalah yang terbaik. Selamat berjuang bersama saudara-saudara dan saya akan tetap berada di PKPI bersama saudara-saudara,” ujar Hendropriyono.

Sebelumnya, PKPI melantik sejumlah Dewan Pimpinan Nasional (DPN) periode 2018-2024 di Gedung Sekar Wijaya, Cipayung, Jakarta, Rabu (30/5). Putra mantan ketua umum PKPI AM Hendropriyono, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menjadi salah satu yang dilantik dalam pelantikan kali ini.

Diaz Hendropriyono resmi dilantik sebagai Ketua Umum PKPI periode 2018 – 2024 menggantikan sang ayah. Sebelumnya, Diaz secara aklamasi melalui Kongres Luar Biasa DPN PKPI pada Ahad (13/5) lalu.

“Terima kasih Pak Try Sutrisno atas kepercayaan kepada saya yang telah diberikan kepada saya sejak 2015. Insya Allah amanah ini akan saya jalankan di tahun 2018 ini,” kata Diaz dalam sambutannya kala itu.

IG

Continue Reading

Politik

PDI Perjuangan: Bupati Nganjuk Bukan Kader, Tidak Miliki KTA

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat terkait dugaan jual beli jabatan. Novi sempat menyatakan diri sebagai kader PDI Perjuangan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membantah klaim itu. Djarot menekankan, Novi bukan kader partai dan tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan.

“Bukan anggota dan tidak ber-KTA PDI Perjuangan,” kata Djarot dikutip Kompas, Senin 10 Mei 2021.

Djarot menyampaikan, Wakil Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Dia mengakui Novi dan Marhaen memang diusung oleh PDI Perjuangan bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk.

Baca juga: Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK Tadi Malam

“Wakil bupatinya yang kader pengurus, salah satu Wakil Ketua DPD Jatim. Waktu Pilkada keduanya diusung PDI Perjuangan dan PKB,” kata Djarot.

Djarot menegaskan, PDI Perjuangan mendukung aparat penegak hukum untuk melakukan pemberantasan korupsi.

“Kami mendukung penuh dan memberikan apresiasi pada KPK dan Bareskrim dalam upaya pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim menegaskan, Novi bukan merupakan kader PKB berdasarkan pernyataannya di kanal Youtube.

“Bersama ini kami kirimkan link video di kanal YouTube yang berisi pengakuan langsung Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai kader salah satu partai politik di mana partai politik tersebut bukan PKB ” kata Luqman, Senin 10 Mei 2021.

Video yang dibagikan merupakan milik channel MaduTV. Dalam video tersebut, Novi mengaku sebagai kader PDI Perjuangan.

“Saya menyampaikan secara resmi dan secara yang sebenarnya bahwa saya ini kader PDI Perjuangan. Saya bukan kader partai lain,” kata Novi dalam video itu.

Dengan adanya bukti itu, Luqman meminta partainya tidak dikaitkan dengan Novi.

“Dengan adanya bukti link video tersebut, saya mohon keberadaan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat tidak dikait-kaitkan dengan PKB,” ujarnya.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC