Connect with us

Internasional

Krematorium India Penuh, India Kewalahan

Published

on

Krematorium India Penuh, India Kewalahan

Channel9.id-India. Krematorium di Delhi saat ini  kewalahan dengan banyaknya jenazah yang harus mereka kremasi. Mereka terpaksa harus membuat kremasi buatan. Mereka mengkremasi para jenazah dengan membuat api unggun di lahan-lahan kosong, Selasa (27/4/2021).

Krematorium-krematorium di New Delhi menghadapi situasi ini. Keluarga berduka harus menunggu selama hampir 20 jam untuk proses anggota keluarganya yang dikremasi dengan onggokan kayu-kayu api.

Seorang fotografer mengambil sebuah foto yang menunjukkan asap melambung tinggi dari puluhan kremasi-kremasi buatan yang dibuat di lahan parkir mobil. Di tempat lain, orang-orang bekerja membuat  api unggun untuk proses kremasi di lahan luar krematorium.

“Korban meninggal terus menerus meningkat dan meningkat,” kata Jitender Sing Shanty, koordinator dari lebih 100 proses kremasi di daerah timur kota.

“Kalau sampai ini terus terjadi, kami akan mengkremasi mereka di jalanan karena memang kita sudah kehabisan lahan kosong,” katanya. “Kita benar-benar tak menyangka kalau kejadian buruk seperti ini akan terjadi,” tambahnya.

BBC melaporkan kalau pohon-pohon di taman ditebang untuk digunakan sebagai bahan bakar api unggun. Keluarga berduka juga dimintai tolong untuk membantu mengumpulkan kayu-kayu.

Dikabarkan 27 api unggun baru telah dibuat di krematorium Sarai Kale Khan dan puluhan lainnya sedang dibuat di taman terdekat. Pihak otoritas juga sedang mencari lahan kosong di daerah dekat sungai Yamuna.

Hindustan Times mengatakan keluarga berduka harus menunggu sampai kurang lebih 20 jam untuk mengkremasi anggota keluarga tercintanya dikarenakan krematorium-krematorium di India sudah penuh. India Today melaporkan kalau krematorium-krematorium akan diperbanyak untuk mengurus korban-korban Covid-19 yang membludak di India.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Puluhan Ribu Mahasiswa dan Dosen Diskorsing Junta

Published

on

By

Puluhan Ribu Mahasiswa dan Dosen Diskorsing Junta

Channel9.id-Myanmar. Lebih dari 11,000 mahasiswa dan staff-staaf universitas lainnya yang melawan junta militer Myanmar telah diskorsing, ungkap Federasi Guru Myanmar Reuters pada hari Senin (10/5/2021).

Reuters masih belum dapat memastikan jumlah pasti berapa mahasiswa dan berapa staff yang diskorsing dari total jumlah itu. Myanmar mempunyai sekitar 26,000 dosen di universitas-universitasnya pada tahun 2018, menurut data terbaru dari Data Bank Dunia.

Langkah itu terjadi saat dibukanya kembali universitas-universitas setelah setahun lamanya karena pandemi virus corona. Pandemi itu juga membuat konfrontasi-konfrontasi baru antar junta dengan staff universitas dan mahasiswa yang menyerukan boikot kudeta 1 Februari.

“Saya sedih karena harus merelakan pekerjaan yang sangat saya sayangi, tapi saya bangga karena saya sudah membela kebenaran,” ujar seorang rektor universitas yang berusia 37 tahun. Kepada reporter, dia hanya memberikan nama Thandar karena alasan keamanan.

“Departemen saya memanggil saya hari ini. Saya tak mau datang. Kita harus melawan perintah dari dewan militer,” tambahnya.

Seorang profesor dari persatuan profesor di Amerika Serikat mengatakan dia harus memilih antara melawan junta militer atau kehilangan pekerjaannya. Otoritas universitasnya mengatakan bahwa setiap mahasiswanya akan dilacak dan juga akan dipaksa memilih sepertinya, ungkapnya kepada Reuters.

Mahasiswa dan dosen-dosen merupakan orang-orang terdepan dalam menyuarakan perlawanannya terhadap junta militer Myanmar.

Banyak guru-guru dan dosen-dosen beserta dokter dan suster dan juga pegawai negeri sipil mogok kerja sebagai bentuk perlawanannya melawan junta Myanmar. Aksi tersebut benar-benar melumpuhkan Myanmar. Disaat aksi unjuk rasa semakin memanas, pasukan junta militer menduduki universitas-universitas besar di Yangon dan juga kota lainnya.

Juru bicara junta masih belum mengeluarkan responnya.

Koran yang dikelola oleh junta Myanmar, Global New Light menuliskan bahwa para dosen dan mahasiswa di Myanmar harus mau bekerjasama agar sistem edukasi di Myanmar bisa berjalan kembali.

“Para politikus tidak ingin hal seperti itu terjadi dengan melakukan aksi sabotase,” kutip koran tersebut.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Ledakan Bom Terjadi di Afghanistan, 11 Orang Meninggal

Published

on

By

Ledakan Bom Terjadi di Afghanistan, 11 Orang Meninggal

Channel9.id-Afghanistan. Sebuah bom meledakkan bis di Afghanistan, menewaskan 11 orang dan melukai puluhan orang lainnya, ucap pihak otoritas pada hari Senin (10/5/2021). Kejadian ini memperpanjang catatan ledakan-ledakan yang terjadi di Afghanistan.

“Bom yang terjadi di pinggir jalan itu meledak pada Minggu malam di daerah selatan provinsi Zabul,” ungkap juru bicara gubernur, Gul Islam Sial.

Baca juga : Taliban: Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Perempuan dan anak-anak juga ikut terkena ledakan, tambahnya. Juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan mengatakan ada 28 orang yang mengalami luka-luka.

Sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang melakukan serangan tersebut. Kelompok Taliban masih belum mengeluarkan pernyataannya.

Sebelumnya pada hari Senin,  sebuah minibus terkena ledakan di provinsi Parwan, menewaskan dua orang dan melukai sembilan orang, ungkap juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan.

Kekerasan di Afghanistan akhir-akhir ini sedang meningkat setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan menarik pasukannya dari sana sampai tanggal 11 September 2021, bertepatan dengan 20 tahun peristiwa runtuhnya gedung kembar WTC oleh Al Qaeda yang memicu Amerika Serikat untuk mengirimkan pasukannya ke Afghanistan.

Kelompok Taliban sebelumnya juga sudah mengumumkan kalau mereka akan gencatan senjata selama hari raya Idul Fitri minggu ini.

Pengumuman gencatan senjata itu datang dua hari setelah terjadinya peristiwa meledaknya sebuah bom di sebuah sekolah di kota Kabul, menewaskan 68 orang yang kebanyakan adalah siswi sekolah tersebut dan juga melukai 165 warga lainnya.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Taliban: Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Published

on

By

Taliban: Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Channel9.id-Afghanistan. Kelompok pemberontak Taliban mengatakan kalau mereka akan mengadakan gencatan senjata selama hari Idul Fitri, Senin (10/5/2021). Mereka mengatakan gencatan senjata itu dimulai pada minggu ini.

“Agar Mujahidin kembali memberikan suasana damai dan aman kepada rekan-rekan kita selama Idul Fitri sehingga mereka dapat merayakan kesempatan yang menggembirakan ini, semua Mujahidin … diperintahkan untuk menghentikan semua operasi ofensifnya,” kutip juru bicara Taliban, Mohammad Naeem, di Twitter.

Hari raya Idul Fitri akan dimulai pada hari Rabu atau Kamis minggu ini.

Baca juga : Kecewa dan Sedih Warga Afghanistan Atas Ledakan di Sekolah Perempuan

Deklarasi gencatan senjata ini dikeluarkan setelah dua hari sebelumnya terjadi ledakan di luar sekolah perempuan di  Ibukota Afghanistan, Kabul. Peristiwa itu menyebabkan 68 orang meninggal yang kebanyakan adalah para siswi dan melukai 165 orang lainnya.

Sampai sekarang masih belum diketahui siapa yang melancarkan serangan tersebut.

Kelompok Taliban, yang ingin menjatuhkan pemerintah Afghanistan semenjak diusir oleh pasukan AS di tahun 2001, membantah kalau merekalah yang melakukan serangan tersebut. Mereka juga ikut mengutuk serangan tersebut.

Naeem mengatakan para pejuang Taliban telah diperintahkan untuk menghentikan seluruh operasi militer melawan pemerintah Afghanistan, namun mengatakan kalau mereka siap untuk melawan balik jika diserang terlebih dahulu oleh pasukan pemerintah.

Juru bicara Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional, Fraidoon Khwazoon mengatakan kalau mereka sangat menyambut baik pengumuman gencatan senjata tersebut.

Juru Bicara presiden Ashraf masih belum dimintai komentarnya mengenai gencatan senjata ini.

Diskusi perdamaian antara kedua sisi di Ibu Kota Qatar, Doha, pada tahun lalu masih belum menunjukkan kemajuannya dan tingkat kekerasan masih terus meningkat.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC