Connect with us

Techno

Lelang Frekuensi 5G Dibatalkan

Published

on

Lelang Frekuensi 5G Dibatalkan

Channel9.id-Jakarta. Belum lama ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membatalkan lelang frekuensi 2,3 GHz untuk 5G. Padahal nama pemenang lelang sudah diumumkan—yaitu Telkomsel, Tri Indonesia, dan Smartfren.

“Dengan ini mengumumkan bahwa proses Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2.360 – 2.390 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler, yang diumumkan pembukaannya pada 20 November 2020 dinyatakan dihentikan prosesnya,” ungkap Kominfo melalui siaran pers, Sabtu (23/1).

Penghentian lelang tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian dan kecermatan Kominfo. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan rangkaian proses seleksi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kominfo, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015.

“Dengan dihentikannya proses seleksi itu, maka hasil dari proses seleksi yang telah dilaksanakan dan diumumkan secara transparan kepada publik dinyatakan dibatalkan,” tutur Kominfo.

Baca juga : Lelang Frekuensi Untuk Dorong 5G dan Tranformasi Digital

Menindaklanjuti keputusan Kominfo dan memberi kepastian hukum kepada peserta seleksi, Kominfo lantas mengembalikan dokumen jaminan keikutsertaan seleksi (bid bond)—yang sebelumnya diserahkan untuk seleksi—pada Jumat 22 Januari 2021 kepada perwakilan peserta seleksi.

Lebih lanjut, Kominfo segera menindaklanjuti dengan mengambil langkah yang lebih cermat dan berhati-hati guna memastikan agar spektrum frekuensi radio yang sifatnya terbatas (limited natural resources) bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, pada Jumat (22/1), Tim Seleksi lelang menyampaikan surat resmi berisikan informasi penghentian proses seleksi tersebut kepada pemenang lelang, yakni penyelenggara jaringan bergerak seluler yang telah diumumkan sebagai Peserta Seleksi yang lulus Evaluasi Administrasi.

Lantas bagaimana tanggapan dan nasib pemenang lelang?

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan pihaknya telah mendengar keputusan dari Kominfo dan akan mematuhinya menyeluruh.

“Sesuai dengan komitmen Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, kami tetap konsisten melanjutkan peran sebagai digital connectivity enabler dengan melanjutkan roadmap pengembangan jaringan broadband berteknologi terdepan,” ujarnya, Sabtu (23/1).

Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia Danny Buldansyah pun menuturkan hal serupa. “Sesuai pers release-nya Kominfo informasinya. Dari Tri Indonesia masih menunggu pemberitahuan lanjutan dari Kominfo,” kata dia.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Kini Pengguna Bisa Telepon Suara dan Video di WhatsApp Desktop

Published

on

By

Kini Pengguna Bisa Telepon Suara dan Video di WhatsApp Desktop

Channel9.id-Jakarta. Kini pengguna WhatsApp bisa menikmati fitur panggilan audio dan video di WhatsApp Desktop. Pembaruan fitur ini dibuat berdasarkan pertimbangan perusahaan, yang melihat adanya peningkatan jumlah pengguna yang melakukan panggilan di platformnya sepanjang 2020.

Misalnya, di malam Tahun Baru 2021. Dilansir dari keterangan resminya pada Kamis (4/3), WhatsApp mencatat rekor panggilan terbanyak terjadi di hari tersebut, dengan panggilan suara dan video mencapai 1,4 miliar.

“Saat ini, masih banyak sekali dari kita yang terpisah dari orang-orang terdekat, serta masih berusaha menyesuaikan diri dengan cara baru dalam bekerja. Oleh karena itu, kami ingin percakapan di WhatsApp sedapat mungkin terasa seperti percakapan tatap muka, terlepas dari lokasi atau perangkat yang digunakan,” ujar WhatsApp.

Baca juga : Kini WhatsApp Bisa Mute Video

Dengan pembaruan fitur di WhatsApp Desktop, pengguna bisa melakukan panggilan dengan layar yang lebih besar dan gambar yang jelas. Bahkan bisa memudahkan pengguna dalam bekerja dengan rekan sambil berbincang.

Panggilan di WhatsApp Desktop didesain agar tak terjadi kendala, baik dalam orientasi potret maupun lanskap. Nantinya panggilan akan muncul di jendela terpisah. Ukurannya pun bisa diatur dan nantinya selalu tampil paling depan. Jadi, pengguna tak mesti mencari-cari jendela panggilan di antara tumpukan jendela lain yang terbuka.

Perihal keamanan, WhatsApp memastikan panggilan terenkripsi secara end-to-end sehingga dijamin tak bisa disadap oleh pihak luar.

“Kami berharap Anda akan menikmati panggilan desktop yang selalu privat dan aman dengan teman dan keluarga,” ujar WhatsApp.

Diketahui, saat ini fitur tersebut baru tersedia untuk panggilan perseorangan, sembari memastikan pengalaman yang reliabel dan berkualitas tinggi bagi pengguna. Ke depannya, WhatsaApp akan mengembangkannya agar bisa dinikmati dalam grup chat.
(LH)

Continue Reading

Techno

Kominfo Blokir Snack Video

Published

on

By

Snack Video resmi diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) per Selasa,

Channel9.id-Jakarta. Snack Video resmi diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) per Selasa, 2 Maret 2021. Hal ini berdasarkan keterangan Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi.

“Kominfo telah melakukan proses blokir terhadap website Snack Video (SV) per 2 Maret 2021 atas permintaan OJK,” kata Dedy, Rabu (3/3).

Menurut Dedy, pihak Snack Video saat ini melakukan sanggahan kepada OJK terkait legalitasnya. Sementara, langkah Kominfo selanjutnya akan mengacu hasil dari sanggahan tersebut.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Snack Video masih dalam proses pengajuan blokir dengan pihak Google HQ di Amerika Serikat. Karenanya, aplikasi ini masih bisa diunduh di Playstore.

Baca juga : Snack Video Janjikan Uang Kepada Pengguna, OJK: Waspada!

Sementara itu, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing memaparkan bahwa bisnis Snack Video dihentikan karena aplikasi tak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kominfo dan tak punya badan hukum serta izin di Indonesia.

“Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh,” sambungnya, dalam keterangan resmi, Senin (1/3).

Diketahui, beberapa waktu lalu SWI menghentikan operasional bisnis TikTok Cash. Langkah ini diambil guna mencegah masyarakat mengalami kerugian lebih banyak. Pasalnya, platform ini memberi penawaran tak wajar, di mana pengguna diimingi mendapat uang hanya dengan menonton konten video di platform tersebut.

“Kami juga telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat,” ucap Tongam.

(LH)

Continue Reading

Techno

Kini WhatsApp Bisa Mute Video

Published

on

By

Kini WhatsApp Bisa Mute Video

Channel9.id-Jakarta. Fitur membisukan video atau mute video kini telah hadir di WhatsApp. Pembaruan ini bisa digunakan oleh para pengguna Android yang sudah mengupdate aplikasi.

Sebelumnya, perihal fitur baru tersebut dibocorkan pertama kali oleh WABetaInfo pada bulan lalu, dilansir BGR (3/3). Sebagaimana namanya, fitur ini bisa menghilangkan suara di video yang akan dikirim oleh pengguna.

Baca juga : WhatsApp Akan Beri Kelonggaran Bagi Penolak Kebijakan Barunya

Setelah update WhatsApp, pengguna akan melihat ikon speaker di samping durasi dan detail video yang akan dikirim atau diunggah di WhatsApp Story. Saat ikon ini diketuk, video akan di-mute sehingga tak ada suara, dan hanya nampak visual video saja.

“Buat mata Anda, bukan untuk telinga Anda. Sekarang Anda bisa mute audio di video-video Anda sebelum menambahkannya ke Status atau mengirimkannya di chat. Saat ini tersedia di Android,” tulis dari WhatsApp melalui Twitter.

Diketahui, selama ini, jika pengguna WhatsApp ingin me-mute suara video, meraka terpaksa menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Selain itu, untuk me-mute video, pengguna juga bisa menggunakan video yang sudah ada di galeri. Jadi, tak harus merekam video untuk me-mute-nya.

Sekadar informasi, belum diketahui kapan fitur ini ada di sistem operasi iOS di iPhone.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC