Mahardika Rilis Lagu 'Badut Penghibur" tentang Sisi Gelap Romantisme Modern
Lifestyle & Sport

Mahardika Rilis Lagu ‘Badut Penghibur” tentang Sisi Gelap Romantisme Modern

Channel9.id-Jakarta. Sebuah lagu tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan. Seringkali lagu digunakan untuk menggambarkan hubungan antarmanusia. Demikian yang dilakukan Mahardika dalam lagu berjudul ‘Badut Penghibur’ yang masuk di album ‘Matang’. Hubungan antarmanusia yang terlihat indah di permukaan, namun tak jarang menyimpan ketimpangan yang luput disadari.

Dalam banyak kasus, ada pihak yang terus memberi perhatian, waktu, dan perasaan, sementara pihak lainnya hanya hadir saat membutuhkan pelarian emosional.

Relasi yang tidak seimbang ini sering tertutup oleh rasa nyaman semu, membuat seseorang bertahan meski hatinya perlahan terkikis. Keresahan inilah yang coba diungkap Mahardika melalui karya terbarunya.

Sebagai langkah awal menuju album debut bertajuk Matang, Mahardika merilis lagu “Badut Penghibur”. Lewat lagu ini, ia menyoroti peran seseorang yang terus hadir sebagai pendukung, namun tak pernah benar-benar dianggap penting.

Alih-alih menyuguhkan kisah cinta manis, lagu ini justru menjadi cermin keras bagi mereka yang terjebak dalam hubungan abu-abu tanpa kepastian. Banyak orang, tanpa sadar, menjalani peran tersebut dengan mengira semuanya adalah bentuk ketulusan cinta.

“Banyak orang merasa mereka sedang mencintai, padahal sebenarnya sedang dieksploitasi secara emosional,” ujar Mahardika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/1/2026).

Dari sisi musikal, Mahardika memilih aransemen yang sederhana agar kekuatan lirik tetap menjadi sorotan utama. Nuansa pop yang lembut dipadukan dengan sentuhan jazz dan alternatif, menciptakan atmosfer yang hangat namun tetap relevan. Kesederhanaan inilah yang justru memperkuat emosi, membuat pesan lagu terasa jujur dan langsung menghantam perasaan pendengar.

Album ‘Matang’ dirancang sebagai karya konseptual berisi tujuh lagu yang saling terhubung. Setiap lagu merekam perjalanan emosional yang berkesinambungan—mulai dari harapan, kekecewaan, hingga kebangkitan. Album ini tidak hanya bercerita tentang patah hati, tetapi juga tentang proses pendewasaan yang lahir dari kegagalan dan luka.

Tema yang diangkat Mahardika terasa dekat dengan realitas relasi masa kini. Budaya hubungan modern dipenuhi istilah seperti situationship—kedekatan tanpa komitmen yang jelas—yang sering mengaburkan batas antara cinta dan pelarian sementara. Sayangnya, dampak psikologis dari hubungan semacam ini jarang dibahas secara terbuka, padahal efeknya sangat nyata.

Melalui lagu ‘Badut Penghibur’, Mahardika menempatkan musik sebagai medium refleksi, bukan sekadar hiburan. Lagu ini mengajak pendengar untuk jujur pada diri sendiri: apakah hubungan yang dijalani benar-benar membahagiakan, atau hanya menunda rasa sepi. Ini bukan semata soal putus cinta, melainkan tentang menghargai diri dan menetapkan batas yang sehat.

Pada akhirnya, lagu ini menegaskan pentingnya keberanian untuk memprioritaskan diri sendiri dan keluar dari relasi yang manipulatif. Berhenti menjadi “badut” bagi orang lain memang menakutkan, terutama ketika harus merelakan sosok yang dicintai. Namun, langkah tersebut adalah awal untuk merebut kembali kendali atas kebahagiaan dan kesehatan mental diri sendiri.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

88  +    =  89