Connect with us

Lifestyle & Sport

Masih Pandemi, Hindari Kebiasaan Ini yang Bikin Imun Lemah

Published

on

Masih Pandemi, Hindari Kebiasaan Ini yang Bikin Imun Lemah

Channel9.id-Jakarta. Kamu harus ingat, di masa pandemi COVID-19 ini, jangan sampai Kamu abai pada kesehatanmu. Coba perhatikan gaya hidupmu, apakah bermasalah atau tidak. Pasalnya, hal ini sangat berandil pada sistem imun atau kekebalan tubuhmu.

Adapun sistem imun menjadi salah satu faktor terpenting untuk menangkal beragam virus, bakteri, dan benda asing yang bisa menyebabkan penyakit, termasuk COVID-19. Sementara itu, saat sistem imun menurun, Kamu jadi rentan terhadap penyakit.

Baca juga: Agar Tetap Fit Meski Imun Lemah

Duh, di masa pandemi ini, tentu Kamu tak mau hal itu terjadi ‘kan? Maka dari itu, coba perbaiki gaya hidupmu dan ketahuilah apa saja yang bisa membikin sistem imun menurun. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.

1. Kurang tidur
Selama tidur, sel-sel dalam darah bekerja melawan infeksi guna menjaga kesehatan tubuh. Jika Kamu kurang tidur, peran ini jadi tidak efektif. Bukan cuma itu, kurang tidur artinya Kamu kurang istirahat. Karenanya, tubuh jadi gampang lelah dan capek,sehingga sistem imun melemah dan jadi rentan terkena penyakit. Maka dari itu, pastikan Kamu tidur cukup, 7-9 jam dalam semalam agar menghindari risikonya.

2. Kurang aktif
Kurang aktif atau kurang gerak juga bisa menurunkan sistem imun, lo. Untuk itu, para ahli menyarankan untuk rutin olahraga guna membantu mencegah infeksi penyakit. Aktivitas ini terbukti mampu sel darah putih membunuh mikroorganisme yang tak diinginkan dan bisa membahayakan kesehatan.

3. Kurangnya asupan nutrisi
Kekurangan nutrisi akan memperlemah sistem imun. Hal ini akan membikin tubuh kekurangan zat yang bisa menunjang sistem imun. Maka dari itu, memerhatikan pola makan sangatlah penting.

Pilihlah makanan dengan gizi seimbang seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, yang mendukung sistem imun. Adapun makanan jenis itu mengandung vitamin, mineral, fitokimia dan antioksidan yang penting. Selain itu, hindarilah makanan berlemak, terutama lemak tak jenuh yang bisa memperlemah sistem imun.

4. Dehidrasi
Kinerja organ tubuh bergantung pada air. Tak heran bila tubuh manusia didominasi oleh air. Jika Kamu kekurangan cairan atau dehidrasi, organ tubuh jadi bekerja tak optimal. Bahkan bisa membuat sistem imun melemah.

Adapun gejala dehidrasi yaitu tubuh nyeri, kelelahan, sakit kepala, dan sembelit. Pada tingkat akut bisa membahayakan jiwa, adapun gejalanya yakni haus berlebihan, cekung, sakit kepala, tekanan darah rendah, detak jantung cepat, kebingungan dan merasa lelah.

Untuk menjaga sistem imun tetap kuat, cukupilah kebutuhan cairan harianmu dengan minum air dua liter atau delapan gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi.

5. Stres
Sebagaimana dilansir dari Psychology Today, stres dan penyakit saling berkaitan. Sebab sistem endokrin yang mengatur produksi hormon dan sistem imun saling berkaitan. Gangguan pada salah satunya, entah karena tekanan fisik maupun emosional, bisa merusak sisi lainnya.

Saat stres, tubuh berupaya menstabilkan emosi, namun di waktu yang bersamaan, harus pula mempertahankan tubuh dari ancaman penyakit. Sehingga tubuh jadi bekerja lebih keras, bahkan cenderung membuat imun tubuh menurun. Kalau sudah demikian, tubuh jadi rentan terhadap penyakit.

Itulah sejumlah hal yang bisa memperlemah sistem imun tubuh. Nah, untuk mencegah hal itu terjadi, sebaiknya perbaikilah gaya hidupmu, misalnya dengan memenuhi kecukupan cairan dan tidur, menjaga pola makan sehat, rutin olahraga hingga mengelola stres. Dengan gaya hidup seperti ini, Kamu bisa menjaga sistem imun tetap kuat.

Sebagai penunjang, Kamu juga bisa meminum suplemen miltivitamin. Namun, jika ragu, cobalah untuk konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Agar Efektif, Dobel Masker Atau Ikat Tali Masker Medis

Published

on

By

Agar Efektif, Dobel Masker Atau Ikat Tali Masker Medis

Channel9.id-Jakarta. Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia membikin banyak pihak kalap. Bahkan rumah sakit di sejumlah wilayah dilaporkan kewalahan menangani pasien ini. Masuknya varian Covid-19 terkuat, yaitu varian Delta, disebut sebagai pemicu lonjakan kasus COVID-19.

Dengan situasi seperti sekarang ini, sudah seharusnya masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Salah satu yang tak boleh absen adalah menggunakan masker, terutama saat ke luar rumah dan di tempat ramai.

Baca juga: Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Sejumlah ahli kesehatan menyarankan penggunaan masker dobel. Untuk menggunakannya, masker medis atau bedah dipakai di bagian dalam, sementara masker kain di bagian luar. Cara ini membantu mengencangkan masker medis, sehingga masker tak lagi bercelah di bagian sisi. Dengan begitu, hal ini mencegah udara yang belum difiltrasi, yang mungkin mengandung virus, terhirup.

Namun, jika enggan menggunakan masker ganda, masih ada cara lain yang bisa meningkatkan filtrasi masker medis. Caranya yaitu dengan mengikat loop atau tali di bagian telinga. Dengan demikian, masker medis yang dipakai lebih rapat sehigga tak ada lagi ruang masuk udara di sisi masker.

Untuk mengikat tali, pastikan tali masker diikat sedekat mungkin dengan ujung masjer. Kemudian selipkan ujung masker ke arah dalam. Terakhir, pastikan tak ada rongga udara saat dipakai.

Lebih lanjut, untuk memeriksa apakah masker sudah terpasang dengan benar, cobalah taruh tangan di tepian masker. Pastikan tak ada udara yang berembus dari area dekat mata atau sisi masker. Kemudian, jika masker memang pas, Kamu akan merasakan udara hangat masuk lewat bagian depan masker dan mungkin bisa melihat bahan masker kembang-kempis saat bernapas.

Baik masker dobel atau masker ditali, keduanya direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). “Kedua metode bisa menghalangi partikel masuk, hingga lebih dari 95%, dalam percobaan laboratorium,” jelas tulis laporan CDC.

“Di tengah varian Corona yang beredar, apa pun yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki pemakaian masker agar berfungsi lebih baik, semakin cepat kita bisa mengakhiri pandemi ini,” pungkas John T Brooks, ahli medis CDC, dikutip Rabu (23/6).

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Varian Delta Jadi Varian COVID-19 Terkuat

Published

on

By

Varian Delta Jadi Varian COVID-19 Terkuat

Channel9.id-Jakarta. Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan bahwa virus Corona varian Delta (sebelumnya disebut B1617.2) merupakan varian yang sangat menular dan terkuat. Oleh karenanya, WHO mengklasifikasikannya sebagai ‘Variant of Concern’ atau VoC, yang harus diwaspadai di dunia.

Baca juga: Anies: Ada Kemungkinan Anak-Anak Jakarta Terinfeksi Varian Baru Covid-19

Dr Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan pada Selasa (22/6) bahwa varian itu lebih mematikan karena lebih efisien menulari manusia. Varian ini akan menginfeksi individu yang rentan. “(Varian Delta) akan menemukan individu-individu yang rentan, yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal,” sambungnya.

“Oleh karena itu jika ada orang yang dibiarkan tanpa vaksinasi, mereka tetap berada pada risiko lebih buruk,” tandasnya.

Berangkat dari kekhawatiran itu, Dr Mike mengimbau para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat untuk segera melakukan donasi dan pendistribusian vaksin.

Pejabat teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove menmabahkan bahwa varian Delta kini sudah menyebar di 92 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Indonesia.

Ia mengatakan bahwa varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah, pun bisa memicu gejala yang berbeda dari varian lainnya. Mengenai hal ini, lanjutnya, mesti dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Tidak ada varian yang benar-benar menemukan kombinasi penularan dan kematian yang tinggi. Tetapi, varian Delta adalah virus yang paling mampu, tercepat, dan terkuat dari virus-virus itu,” kata Maria.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Indro Warkop Positif Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro Warkop terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu disampaikan dirinya melalui akun Instagramnya, Rabu 23 Juni 2021.

Indro menyatakan, hasil tes pada 22 Juni kemarin menunjukkan dirinya positif Covid. Dirinya menduga terpapar karena imunitas sedang drop.

Dia mengimbau kepada orang-orang yang berinteraksi dengannya sebelum ini untuk melakukan tes swab.

“Mohon doa untuk kesembuhan segera dan gak harus ada gejala berat. Semoga vaksin bekerja membantu pemulihan,” kata Indro.

Indro menyampaikan, saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia tetap dalam pantauan dokter secara berkala.

“Ayo semua perketat protokol kesehatan. Saya sangat patuh masih bisa kena. Semangat para pejuang Covid!,” kata Indro.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC