Channel9.id – Jakarta. Massa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) membubarkan diri secara tertib setelah tertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) sore. Massa sebelumnya berupaya melanjutkan aksi menuju Bundaran HI, tetapi tertahan barikade kepolisian di sekitar Gedung UOB hingga kawasan Tosari.
Massa yang diperkirakan berjumlah 500 hingga 700 orang itu berangkat dari Kampus UI menggunakan puluhan angkot dan mendapat pengawalan patwal saat keluar dari lingkungan kampus. Setibanya di Jalan Jenderal Sudirman, mereka kemudian bernegosiasi dengan aparat untuk dapat bergerak menuju Bundaran HI.
Negosiasi berlangsung alot hingga sempat terjadi gesekan dan aksi saling dorong antara massa dan petugas ketika mahasiswa mendesak agar akses menuju Bundaran HI dibuka. Meski demikian, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.10 WIB setelah sebelumnya sempat bertahan di lokasi.
Sebelum meninggalkan kawasan tersebut, sebagian massa memungut sampah di sekitar lokasi dan memasukkannya ke dalam kantong sampah berukuran besar. Mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Pusaka yang kemudian diakhiri dengan tepuk tangan.
Setelah massa meninggalkan kawasan, kepolisian mulai membongkar penutupan jalan dan barikade secara bertahap. Hingga sekitar pukul 18.50 WIB, seluruh badan Jalan Jenderal Sudirman dari kawasan Gedung UOB hingga Bundaran HI telah kembali dapat dilintasi kendaraan.
Arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju Jalan MH Thamrin maupun sebaliknya kemudian kembali berjalan. Sebelumnya, akses ruas tersebut ditutup untuk mengamankan jalannya aksi dan menunggu kawasan benar-benar steril dari massa.
Ketua BEM UI Yatalatof Imawan mengatakan aksi tersebut mengusung tema #MerebutKemerdekaan. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jakarta atas dampak aksi terhadap lalu lintas, sekaligus menilai persoalan yang mereka soroti lebih luas daripada kemacetan akibat demonstrasi.
“Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk,” kata Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan, Selasa (18/8/2026).
Dalam aksinya, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan yang mencakup penghentian korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta evaluasi proyek strategis nasional (PSN). Mereka juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penolakan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta pengembalian otonomi daerah.
Selain itu, massa meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Mereka juga menyerukan penghentian tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta pembubaran YON TAPI.
HT




