Channel9.id – Jakarta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun tiga bulan dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi jasmani dan semangat belajar siswa. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat peningkatan kehadiran siswa sebagai salah satu indikator utama keberhasilan program tersebut.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan kondisi kesehatan siswa membaik sehingga mereka lebih jarang absen. Ia menyebutkan temuan ini berdasarkan pemantauan selama pelaksanaan program dan studi bersama Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia.
“Jarang sekali anak yang sakit. Lebih semangat masuk sekolah,” kata Gogot dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Hasil studi tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa untuk datang ke sekolah yang dipengaruhi oleh aktivitas makan bersama. Selain itu, program MBG dinilai menjadi layanan yang paling diharapkan terutama oleh siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi rendah.
“Ada kebanggaan atau rasa kebersamaan ketika makan bersama di sekolah. Itu menjadi suatu dorongan mereka untuk lebih semangat untuk bersekolah,” ujar Gogot.
Kemendikdasmen juga mencatat adanya peningkatan pemahaman siswa terkait gizi berdasarkan hasil quick assessment pada 2025. Edukasi gizi diberikan secara khusus oleh guru yang ditugaskan untuk memastikan siswa memahami komposisi makanan yang dikonsumsi.
“Anak-anak sekarang lebih paham terkait dengan edukasi gizi,” kata Gogot.
Menurut Gogot, pemahaman ini berkembang seiring kebiasaan siswa mengamati menu makanan yang disajikan setiap hari di sekolah. Bahkan, proses pembelajaran di kelas turut memanfaatkan menu MBG sebagai bahan ajar untuk mengenalkan konsep gizi secara praktis.
“Nah dari sisi pengetahuan gizi, anak-anak sekarang sangat paham. Pada saat mereka makan setiap hari, melihat menu-menu yang memang idealnya seperti itu, mereka mulai bergeser paradigmanya. Mereka lebih paham terkait dengan apa itu makanan bergizi,” jelasnya.
HT





