Mendagri: Kepala Daerah Harus Berani Gali Potensi Ekonomi
Ekbis

Mendagri: Kepala Daerah Harus Berani Gali Potensi Ekonomi

Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian mendorong kepala daerah menerapkan kepemimpinan teknokratik untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah.

Tito mengatakan pemimpin teknokratik harus mengutamakan keahlian, berorientasi pada hasil, serta berani mengambil keputusan untuk mencapai target pembangunan.

“Kepemimpinan teknokratik adalah kepemimpinan yang lebih didasarkan kepada skill, keahlian, dan berorientasi hasil dibanding proses,” ujar Tito saat Sharing Session Pembekalan Calon Kepala OJK Angkatan 3 Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, birokrasi tetap penting dalam pemerintahan. Namun, prosedur tidak boleh justru menghambat pencapaian hasil.

“Kunci daripada kepemimpinan teknokratik adalah sekali lagi pendekatan hasil dan birokrasi. Jangan sampai menghambat pencapaian hasil. Kalau ada regulasi yang birokrasinya berbelit, ya permudah,” tegasnya.

Tito menilai salah satu kemampuan yang perlu dimiliki kepala daerah adalah mengelola keuangan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Kepala daerah tak cukup hanya mampu membelanjakan APBD, tetapi juga harus menggali potensi ekonomi dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, investasi dan pertumbuhan sektor swasta menjadi salah satu kunci. Pemerintah daerah perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perizinan dan kepastian berusaha.

“Jadi yang enggak boleh terjadi adalah belanja lebih banyak daripada pendapatan. Defisit,” katanya.

Tito juga meminta dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu kepala daerah memahami pengelolaan ekonomi dan sektor jasa keuangan.

“Saya sangat mohon dukungan dari OJK dalam memberikan masukan kepada teman-teman di daerah,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan membantu kepala daerah mengambil kebijakan yang lebih tepat, meningkatkan kapasitas fiskal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Pakai Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  17  =  24