Channel9.id – Jakarta. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menargetkan pembangunan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) setiap tahunnya di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Untuk wilayah Jawa, Sjafrie menargetkan seluruh kabupaten/kota akan dikawal oleh satu Yonif TP pada tahun ini.
“Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 kabupaten. Insyaallah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Sjafrie dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Selasa (19/5/2026).
Ia mengklaim keberadaan Yonif TP ini berdampak positif di daerah, salah satunya mampu menekan angka kriminalitas. Ia mencontohkan, angka kejahatan jalanan seperti pembegalan di suatu daerah berkurang hingga 50 persen sejak adanya batalyon tersebut.
“Tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal, kriminal, itu besar sekali. Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan dan sebagainya. Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 1.190 prajurit di tiap batalyon tersebut ditugaskan salah satunya melakukan patroli keliling.
“Dan ini adalah tugas batalyon teritorial pembangunan dengan melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan baik itu kendaraan listrik maupun kendaraan non listrik,” kata Sjafrie.
Selain itu, menurutnya, adanya prajurit-prajurit juga membuat ekonomi di desa-desa meningkat.
“Contoh. Gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia seribu orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti dia Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Itu menimbulkan UKM,” tuturnya.
Selain keamanan dan ekonomi, batalyon tersebut juga akan berkontribusi dalam sektor kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui program bank darah dari para prajurit yang rutin melakukan donor darah untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama kelompok masyarakat kurang mampu.
“Sehingga kita bikin bank darah sendiri untuk penampung siapa yang ingin mengambil memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah. Dan tidak dipungut bayaran. Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum dhuafa. Hanya memang kita beri profilaksis setelah ambil darah ada bantuan-bantuan supaya mereka tetap sehat-sehat saja. Nah ini keberadaan dari batalyon teritorial pembangunan ini,” pungkasnya.
HT





