Menlu AS Peringatkan Rusia untuk Tidak Invasi Ukraina
Internasional

Menlu AS Peringatkan Rusia untuk Tidak Invasi Ukraina

Channel9.id-Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan Moskow akan “konsekuensi besar” yang harus dibayar jika mereka menginvasi Ukraina, Jumat (3/12/2021). Blinken mendesak kolega Rusia untuk menempuh jalur diplomatik dalam menemukan solusi krisis ini.

Blinken menlontarkan peringatannya kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pertemuannya yang “santai di Stockholm” dan dikabarkan Presiden Joe Biden dan Vladimir Putin akan berbincang-bincang kembali.

“Saya sudah menjelaskan rasa kekhawatiran kami dan komitmen kami untuk meminta pertanggung jawaban Rusia atas aksinya, termasuk komitmen kami untuk bekerja sama dengan aliansi Eropa untuk memberikan konsekuensi besar terhadap Rusia jika mereka meneruskan agresinya ke Ukraina,” jelas Blinken pada konferensi pers setelah pertemuannya.

Baca juga: Menlu AS dan Rusia Akan Bertemu Bahas Perbatasan Ukraina

“Sekarang semuanya terserah Rusia dalam mendinginkan tensi saat ini dengan menarik kembali pasukannya, mengembalikan posisi pasukannya ke situasi normal dan menahan diri dari tindakan mengintimidasi dan mengganggu Ukraina,” serunya.

Lavrov saat diwawancarai oleh wartawan sebelum pertemuannya dengan Blinken, menyebutkan kalau Rusia sudah siap berdiskusi.

“Seperti yang sudah dikatakan Presiden Putin, kami tidak ingin adanya konflik,” ujarnya.

Ukraina menyatakan kalau Rusia telah mengumpulkan sekitar 90,000 pasukan di daerah perbatasannya, sedangkan Rusia menuduh Ukraina ingin membangun kemampuan militer. Rusia membantah tuduhan pengumpulan pasukan tersebut untuk menyerang Ukraina dan membela haknya dalam mengerahkan pasukan di daerah mereka sendiri.

Rusia dan Ukraina selama ratusan tahun mempunyai hubungan dekat dan membentuk Uni Soviet yang pada akhirnya runtuh pada tahun 1991. Jadi, Rusia melihat ambisi tetangganya tersebut untuk bergabung dengan NATO sebagai sebuah penghinaan dan ancaman.

Sejak krisis ini dimulai, Rusia telah meminta jaminan keamanan dari Barat kalau NATO tidak akan menerima Ukraina sebagai anggota atau mengirimkan sistem rudal kesana.

“Kami ingin memastikan kalau kami didengar namun prioritas kami adalah keamanan kami,” ujar Lavrov pada jumpa pers.

“Jadi jika NATO masih menolak untuk mendiskusikan masalah ini atau jaminan atau gagasan dari Presiden Vladimir Putin, tentu saja kita akan beraksi untuk memastikan keamanan kami, kedaulatan kami dan integritas wilayah kami tidak bergantung kepada siapapun,” tuturnya.

Walaupun begitu, ia tetap mengirimkan pesan hangat dengan menyarankan Rusia dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perseteruannya perihal jumlah kedutaan mereka dan memulai kembali dari awal.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  +  12  =  21