Connect with us

Ekbis

Menteri Tito Minta Provinsi Sulteng Genjot Sektor Pertanian dan Perikanan

Published

on

Channel9.id-Palu. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), termasuk kabupaten/kota di wilayah tersebut menggenjot sektor pertanian dan perikanan. Alasannya, dua sektor itu permintaannya terbilang tinggi, meski di tengah pandemi Covid-19.

“Saya memberikan saran kepada teman-teman di Provinsi (Sulteng) dan kabupaten/kota untuk menggejot sektor pertanian dan perikanan, karena dua ini masih positif semua, permintaan, demand-nya tinggi sekali,” ujar Tito  dalam keterangan persnya usai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng dan Forkopimda, di Palu, Jumat (24/9).

Baca juga: Mendagri Apresiasi Penanganan Terorisme di Sulteng 

Menurutnya, Gubernur Sulteng telah memiliki konsep untuk menggenjot kedua sektor tersebut. Dirinya juga menanggapi, rencana Gubernur Sulteng untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bentuk bantuan kepada para petani dan nelayan.

“Upaya tersebut sangat penting, sehingga perlu didorong oleh Himpunan Bank Negara atau Himbara,”kata Tito.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura mengatakan, dirinya telah menandatangani program KUR sebesar Rp5 triliun dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program tersebut dilakukan untuk membantu sektor pertanian dan perikanan. Supaya program itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dirinya juga telah menggandeng bupati dan wali kota di Provinsi Sulteng.

Rusdy menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa berdasarkan ketentuan, pinjaman di bawah Rp 100 juta tidak membutuhkan jaminan. Dengan pemahaman itu, masyarakat diharapkan bersedia mengambil pinjaman di bank. “Ini saatnya masyarakat kita diajarkan oleh kita, oleh dinas bagaimana meminjam uang di bank,”katanya.

Di lain sisi, Rusdy bersyukur meski di tengah pandemi pertumbuhan ekonomi di daerahnya berhasil mencapai angka 15 persen. Pertumbuhan itu, kata dia, sempat ditanyakan Presiden Joko Widodo, terutama terkait dengan faktor penyebabnya.

“Saya bilang, untung saya masih punya kelapa, masih punya cokelat, sawit, masih punya pertanian, kita surplus Pak (Presiden) 100 ribu ton beras, itu yang ada, makanya kita juga bikin kerja sama dengan Kaltim,” imbuhnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%. Keputusan ditetapkan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Oktober 2021.

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indoensia pada 18 dan 19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 day reverse repo rate sebesar 3,5 persen,” kata Perry dalam konferensi pers pengumuman RDG Oktober 2021 secara virtual, Selasa (19/10).

Baca juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5 Persen 

Perry menjelaskan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah perkiraan inflasi yang rendah, dan juga upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ada beberapa indikator yang mendorong penahanan suku bunga acuan. Pertama, neraca pembayaran yang menunjukan kondisi kinerja yang baik, sehingga mendukung ketahanan eksternal ekonomi nasional. Kinerja transaksi berjalan diproyeksi bakal terus membaik, selaras dengan surplus neraca perdagangan yang berlanjut.

Pada September 2021, sambung Perr, Indonesia kembali membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 4,37 miliar dollar AS. Selain itu, arus modal asing masih mengalir ke Indonesia hingga Oktober. Bank sentral mencatat, net inflows sebesar 0,2 miliar dollar AS dari tanggal 1 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2021.

Kedua, posisi cadangan devisa pada akhir September 2021 meningkat menjadi sebesar 146,9 miliar dollar AS atau setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ketiga, BI mencatat pergerakan nilai tukar rupiah relatif terkendali. Ini terefleksikan dengan penguatan nilai tukar rupiah pada 18 Oktober 2021 sebesar 1,44 persen secara point to point dan 0,33 persen secara rerata dibandingkan posisi akhir Agustus 2021.

“Penguatan nilai tukar rupiah, didorong dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing dengan persepsi positif perekonomian domestik, menariknya imbal hasil domestik, terjaganya imbal hasil valas domestik, dan langkah-langkah yang ditempuh Bank Indonesia,” beber Perry.

Terakhir, BI menilai indeks harga konsumen (IHK) tetap terkendali. Tercatat pada September 2021 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen secara month to month dan 1,6 persen secara year on year.

Continue Reading

Ekbis

Turun Tipis, IHSG Ditutup Melemah 0,04%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu melanjutkan tren positifnya dan berakhir di zona merah. Indeks ditutup terkoreksi 2,77 poin atau 0,04% ke 6.655,99 di akhir perdagangan Selasa (19/10).

Tercatat sebanyak 247 saham naik, 262 saham turun dan 149 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 24,05 miliar saham senilai Rp13,45 triliun. Adapun investor asing mencatat aksi beli bersih atau net buy senilai Rp584,80 miliar.

Baca juga: Ditutup Menguat 0,38%, Asing Borong BBRI 

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) kembali diborong asing dengan net buy senilai Rp309,7 miliar. Disusul, saham PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp149,3 miliar dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp101,5 miliar.

Di sisi lain. asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk.  (BBCA) paling banyak yakni Rp230,3 miliar. Kemudian, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) senilai Rp61,1 miliar.

 

 

Continue Reading

Ekbis

Stagnan, Harga Emas Antam Rp915.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual Rp915.000 per gram atau stagnan, pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Sementara itu, harga buy back emas Antam turun tipis Rp1.000 berada di level Rp802.000 per gram. Sebelumnya harga beli kembali dihargari Rp803.000 per gram pada Senin (18/10).

Baca juga: Naik Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp915.000

Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 19 Oktober 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp915.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.770.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.630.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.350.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.645.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.487.000
  • Emas batangan 50 gram Rp42.895.000
  • Emas batangan 100 gram Rp85.712.000
Continue Reading

HOT TOPIC