Connect with us

Techno

Meski Kalah Multipleksing, Stasiun TV Bakal Tetap Bisa Siaran

Published

on

Meski Kalah Multipleksing, Stasiun TV Bakal Tetap Bisa Siaran

Channel9.id-Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan bahwa Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang tak menjadi penyelenggara multipleksing tetap bisa melakukan siaran, dengan memanfaatkan slot multipleksing yang sudah ada.

Sementara, kata Johnny, penyelenggara multipleksing di setiap wilayah harus mengalokasikan 50% slot multipleksing berbasis Standar Definition (SD), sebagai infrastruktur penyelenggara penyiaran atau konten di luar grup yang bersangkutan.

Dari situ, mereka yang tak menjadi penyelenggara multipleksing bisa menggunakan 50% slot tersebut—yang dikelola pemerintah melalui pemenang dan slot multipleksing yang dikelola TVRI.

Senada dengan Johnny, Ketua Tim Seleksi LPS Marvels P Situmorang—sebagai Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Teretrial, menegaskan bahwa LPS bukan penyelenggara multipleksing tetap bisa menyalurkan konten siaran.

“Kami meluruskan informasi keliru yang beredar bahwa siaran televisi tertentu akan terhenti atau tak bisa diterima di wilayah tertentu karena LPS tak memenangkan seleksi sebagai penyelenggara multipleksing sebagaimana disampaikan dalam beberapa pemberitaan saat ini,” papar Marvels melalui siaran resmi, Rabu (28/4).

Marvels menutukan bahwa jumlah multipleksing yang menjadi objek seleksi terbatas. Oleh karenanya, tak semua peserta bisa menjadi pemenang di suatu wilayah layanan.

“Namun demikian, dalam konteks penyiaran digital, LPS tak harus menjadi penyelenggara multipleksing untuk bisa menyiarkan program acaranya,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 26 April, Kominfo mengumumkan LPS pemenang seleksi penyelenggaraan multipleksing siaran televisi digital terestrial di 22 wilayah.

Adapun seleksi multipleksing itu didasari Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran dan Keputusan Menteri Kominfo No. 88 Tahun 2021 tentang Pedoman Evaluasi dan Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial.

Disebutkan bahwa penilaian terhadap peserta seleksi berdasarkan aspek bisnis dan teknis. Ini meliputi pendanaan untuk membangun multipleksing hingga kemampuan untuk menyelesaikan pembangunan multipleksing sesuai dengan jangka waktu, serta memenuhi persyaratan teknis dalam pengoperasian multipleksing agar bisa diandalkan dalam persiapan menghadapi Analog Switch Off (ASO)—yang ditargetkan paling lambat 2 November 2022.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Netflix Tingkatkan Keterlibatan Pengguna Lewat Fitur N-Plus

Published

on

By

Netflix Tingkatkan Keterlibatan Pengguna Lewat Fitur N-Plus

Channel9.id-Jakarta. Netflix tengah menguji coba fitur barunya, N-Plus. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuat daftar putar, konten belakang layar, podcast, hingga membuat how-tos.

Pun fitur tersebut bisa menjadi ruang bagi para pengguna untuk mempelajari hal apa pun soal konten Netflix, dari produksi hingga ulasan film.

Fungsi itu akan akan dihadirkan N-Plus melalui sejumlah fitur seperti fitur playlist dan fitur review film, dikutip pada Selasa (11/5). Dengan fitur playlist, pengguna bisa mengumpulkan daftar acara TV, serial, dan film favorit yang bisa dibagikan secara online. Sementara fitur review film menjadi ruang bagi para pengguna untuk mengulas serial atau acara yang mereka tonton.

Lebih lanjut, para pengguna N-Plus akan berperan penting untuk menentukan masa depan produksi serial original di Netflix.

Netflix bakal memperkenalkan bagaimana film itu bisa selesai. Pengguna nantinya bisa mempelajari semua hal ini, bahkan dari praproduksi hingga selesai. Selain itu, feedback mereka sebelum film rampung, akan memengaruhi proses produksi.

Dengan fitur itu, Netflix mengaku ingin memberi peranan yang lebih banyak kepada pengguna atas berlangsungnya platform melalui fitur N-Plus ini.

Meski begitu, Netflix belum merinci soal fitur yang N-Plus tawarkan. Netflix hanya memberi penjelasan ringkas soal fitur podcast yang berisi interview dengan para pemain serial atau film.

(LH)

Continue Reading

Techno

Facebook Akan Pastikan Pengguna Baca Artikel Sebelum Membagikannya

Published

on

By

Facebook Akan Pastikan Pengguna Baca Artikel Sebelum Membagikannya

Channel9.id-Jakarta. Facebook mengumumkan bahwa pihaknya tengah menguji coba fitur yang akan menanyakan pengguna sebelum berbagi artikel yang belum mereka baca.

Dilansir dari The Verge pada Selasa (11/5), Facebook nantinya akan memunculkan pop-up yang meminta pengguna untuk membaca artikel tersebut. Namun, pengguna tetap bisa memilih untuk terus membagikannya jika mau.

Lebih lanjut, juru bicara Facebook menuturkan bahwa uji coba itu akan diluncurkan ke 6% pengguna Android di seluruh dunia.

Baca juga : Bocorkan Cara Facebook Gunakan Data Pengguna, Iklan Signal Diblokir

Untuk diketahui, pop-up itu mirip dengan Twitter, yang mulai diuji pada Juni 2020. Implementasi fitur Twitter bisa mengganggu pengguna yang telah membaca artikel di tempat lain—bukan Twitter, dan memutuskan untuk membagikannya di platform ketika mereka melihatnya muncul di beranda mereka.

Adapun Facebook sendiri mengatakan bahwa pop-up itu untuk membantu pengguna mengetahui lebih lanjut tentang artikel yang mereka bagikan. Hal ini kemungkinan merupakan upaya untuk memerangi penyebaran informasi yang salah yang diperjuangkan platform sejak lama. Seperti yang diperingatkan oleh pesan tersebut, tak membuka artikel bisa menghilangkan fakta kunci, sebab pengguna hanya membaca tajuk utama—yang sering kali tak menceritakan keseluruhan artikel.

(LH)

Continue Reading

Techno

Pemkab Banyuwangi Luncurkan Uji Kir Online

Published

on

By

Pemkab Banyuwangi Luncurkan Uji Kir Online

Channel9.id-Banyuwangi. Digitalisasi pelayanan publik terus dilakukan Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur. Yang terbaru, proses pembayaran dan pendaftaran uji kir kendaraan di Banyuwangi tidak lagi seribet dulu karena bisa diurus sepenuhnya secara online.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan program Bayu Arum (Bayar dan Daftar uji KIR dari Rumah). Para pemilik kendaraan mobil bisa melakukan proses pembayaran dan pendaftaran uji KIR secara daring.

“Program Bayu Arum bisa memperpendek waktu pengurusan uji KIR. Warga tidak perlu antre lama,” ujar Ipuk.

Pemohon yang dahulu harus mendaftar ke loket, sekarang cukup melakukan pendaftaran dan pembayaran secara nontunai melalui link sipk.banyuwangikab.go.id.

“Inovasi Bayu Arum menjadi salah satu solusi mengurangi risiko penyebaran Covid-19 sebab meminimalisir kontak langsung,” tuturnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto menjelaskan sejak 20 April lalu pendaftaran uji KIR sudah bisa dilakukan secara daring.

Pemohon pun dapat langsung membayar biaya uji KIR melalui semua aplikasi e-Wallet dan m-Banking di semua rekening bank. Bukti pembayaran langsung ditampilkan di android masing-masing.
Dengan Bayu Arum, kata Dwi, pengurusan pengujian kir kendaraan bermotor kini bisa lebih menghemat waktu.

“Bahkan hari dan tanggal pengujian Kir bisa langsung dipilih di aplikasinya. Sehingga pemohon tinggal datang sesuai jadwal yang ia pilih saat mendaftar. Jadi benar-benar lebih praktis, mudah, dan cepat,” kata Dwi.

Dwi juga tidak lagi membuka loket pembayaran tunai. Jadi, petugas bank yang sebelumnya melayani pembayaran di loket, beralih fungsi membantu pembukaan rekening atau pembuatan aplikasi m-Banking pada pemohon uji KIR.

“Bagi yang belum punya rekening atau m-Banking, silakan ke petugas bank di loket,” kata Dwi.

Continue Reading

HOT TOPIC