Connect with us

Lifestyle & Sport

Napoli Petik Kemenangan 1-0 Atas Torino

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Napoli menang 1-0 atas Torino dalam lanjutan Liga Italia pekan kedelapan di Stadio Diego Armando Maradona pada Minggu 17 Oktober 2021 malam.

Gol semata wayang pertandingan ini dicetak oleh Victor Osimhen di babak kedua.

Napoli membuka peluang pada menit ke-5. Kalidou Koulibaly menyambut umpan silang Mario Rui dengan sundulan, tetapi bola masih bisa diamankan oleh kiper Vanja Milinkovic-Savic.

Torino merespons tekanan tim tuan rumah dengan peluang pada menit ke-16. Sepak pojok Ricardo Rodriguez ditanduk oleh Bremer, tetapi bola masih jatuh dipelukan kiper Napoli, David Ospina.

Baca juga: Napoli Kalahkan Fiorentina 2-1

Pada menit ke-23, Napoli memiliki kans besar untuk membuka keunggulan setelah wasit menunjuk titik putih karena Ben Kone melanggar Giovanni Di Lorenzo.

Lorenzo Insigne maju sebagai eksekutor. Tetapi tendangan kapten Napoli itu terlalu lemah dan dengan mudah ditangkap Milinkovic-Savic.

Pada menit ke-29, tim tamu menebar ancaman lewat percobaan Josip Brekalo dari luar kotak penalti. Sayangnya, David Ospina masih terlalu sigap untuk menepis bola.

Hingga babak pertama tuntas tak ada gol yang tercipta. Skor tetap 0-0.

Selepas jeda, Napoli sempat mencetak gol pada menit ke-56. Bermula dari tendangan bebas Mario Rui dari sisi kiri pertahanan, bola bisa disundul oleh Di Lorenzo.

Tandukkan Di Lorenzo sukses mengelabui Milinkovic-Savic. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Di Lorenzo sudah berada dalam posisi offside.

I Partenopei akhirnya bisa memecahkan kebuntuan pada menit ke-80. Sundulan Victor Osimhen merobek gawang Torino setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Tuan rumah unggul 1-0.

Keunggulan satu gol Napoli bertahan hingga pertandingan selesai.

Hasil ini membuat skuat Napoli asuhan Luciano Spalletti tetap memuncaki klasemen dengan 24 poin, unggul dua poin dari Milan di posisi kedua. Sementara itu, Torino di urutan ke-12 dengan mengumpulkan delapan poin.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Cara Meredakan Stres dengan Turunkan Kadar Kortisol

Published

on

By

Cara Meredakan Stres dengan Turunkan Kadar Kortisol

Channel9.id-Jakarta. Hormon kortisol sejatinya dibutuhkan, dengan catatan dalam kadar normal, untuk meningkatkan fungsi respons tubuh terhadap berbagai situasi. Inilah yang membuatmu cenderung ‘melek’ saat mengawali hari dan mulai bekerja.

Namun, saat sedang stres, kortisol cenderung tinggi sehingga membuatmu gelisah dan cemas. Nah, jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama, maka risiko mengalami gangguan kesehatan bisa meningkat. Misalnya, melemahkan sistem imun, gula darah jadi tak seimbang, gangguan pembuluh darah, gangguan sistem pencernaan, perut buncit, hingga gangguan kognitif.

Baca juga: Cara Meredakan Stres dengan Turunkan Kadar Kortisol 

Melihat risikonya yang begitu luas dan seperti efek domino, tentu ada baiknya untuk mengontrol kortisol dengan cara menurunkannya di saat sedang stres. Berikut ini sejumlah hal yang bisa Kamu lakukan untuk menurunkan hormon kortisol.

1. Tidur cukup
Pelepasan kortisol sangat dipengaruhi oleh jam biologis tubuh. Kadar tertinggi ada di pagi hari sehingga membikin Kamu lebih waspada dan semangat. Semakin malam, kadarnya semakin turun sehingga Kamu mengantuk dan tidur. Namun, ada kalanya seseorang tak bisa tidur di malam hari atau insomnia karena stres dan tingginya kortisol—yang saling memengaruhi seperti lingkaran setan.

Untuk mengatasi kurang tidur, cobalah banyak beraktivitas fisik saat terang sehingga Kamu mudah tidur pada malam harinya. Jangan minum kopi di saat sore hingga menjelang waktu tidur. Selain itu, hindari hal-hal yang menyulitkan tidur, seperti penggunaan ponsel dan sejenisnya. Kemudian kalau Kamu harus begadang, coba sempatkan tidur siang supaya tak kurang tidur—yang bisa membuatmu rentan terhadap pemicu stres.

2. Kenali pemicu stress
Ada berbagai macam pemicu stres. Masing-masing orang punya pemicu yang berbeda. Biasanya, saat menghadapi pemicu ini, muncullah pikiran atau perasaan negatif. Nah, ini merupakan tanda bahwa hormon kortisol meningkat.

Ada baiknya untuk mengenali pemicu stres itu supaya Kamu bisa mengantisipasi stres dan bisa lebih objektif dalam menghadapinya. Dengan begitu, Kamu jadi lebih mudah mencari solusi masalah ketimbang meras tertekan.

3. Tenangkan diri
Ada banyak cara untuk menenangkan diri saat stres melanda. Misalnya berinteraksi dengan orang lain, mendengarkan musik, bermain game, dan sebagainya. Cara ini efektif untuk Kamu yang ingin meredekan stres. Pasalnya, cara ini bisa menenangkan perasaan dan pikiran, serta mencegah lonjakan kortisol terus menerus.

4. Konsumsi makanan sehat
Saat stres, seseroang cenderung ngidam makanan manis yang tinggi kalori. Hal ini mestinya dihindari karena sejatinya, asupan ini bisa meningkatkan kadar kortisol juga. Apalagi jika sindrom metabolik seperti mengalami obesitas. Sebagai gantinya, konsumsilah makanan yang bisa menurunkan kortisol seperti coklat hitam, buah-buahan, teh hijau atau teh hitam, makanan kaya akan prebiotik dan probiotik serta air mineral.

5. Rutin olahraga
Olahraga terlalu berat bisa meningkatkan hormon kortisol, terutama jika pada dasarnya Kamu tak rutin berolahraga. Meski demikian, respon hormon kortisol cenderung menurun seiring dengan adaptasi tubuh terhadap peningkatan aktivitas fisik. Nah, saat baru mau memulai, sebaiknya pilihlah jenis olahraga yang ringan terlebih dahulu.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Christian Eriksen Kembali Berlatih Usai Alami Serangan Jantung di Euro

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Gelandang Inter Milan asal Denmark Christian Eriksen telah mulai kembali berlatih, tetapi dia melakukannya di klub masa kecilnya di Denmark, Odense Boldklub (OB), setelah mengalami serangan jantung di Piala Eropa (Euro) 2020, kata juru bicara klub OB pada Kamis.

Gelandang berusia 29 tahun tersebut sudah tidak merumput sejak mengalami serangan jantung ketika bermain dalam pertandingan pembukaan Denmark di Euro melawan Finlandia pada Juni.

“Eriksen menghubungi kami, dan dia sekarang berlatih sendiri,” kata juru bicara klub Denmark, Odense Boldklub, (OB) kepada Reuters.

“Itu wajar baginya karena dia bermain di sini di masa mudanya dan rumahnya dekat. Kami sangat senang bisa memberikan fasilitas pelatihan untuknya,” tambahnya.

Eriksen bermain untuk OB sebelum bergabung dengan Ajax Amsterdam pada 2008, di mana dia mulai dipanggil timnas Denmark.

Dia kemudian pindah ke Tottenham Hotspur pada 2013, bermain di final Liga Champions 2019 dan bergabung dengan Inter Milan tahun lalu.

Otoritas medis Italia telah menangguhkan Eriksen untuk bermain di Serie A, karena aturan yang melarang pesepak bola dengan implan cardioverter defibrillator untuk bermain.

Dikutip dari Sportbible berdasarkan laporan Football Italia, Kepala Komite Keilmuan FIGC (Asosiasi Sepak Bola Italia) Franco Braconaro menyebutkan syarat yang membuat Eriksen bisa tetap bermain di Inter.

Menurut Braconaro, gelandang 29 tahun itu bisa melanjutkan karier di Liga Italia asalkan dinyatakan sehat tanpa ketergantungan dengan alat bantu jantung.

“Christian Eriksen tidak bisa diberikan izin bermain di Italia (kalau pakai ICD),” kata Braconaro.

“Bila defibrillator pemain dilepas, itu berarti masalah soal penyakit (tersebut) bisa diselesaikan, maka dia dapat kembali bermain untuk Inter,” sambungnya.

Juara Serie A itu juga mengatakan mereka terbuka untuk melepaskan gelandang Denmark tersebut.

Juru bicara OB tidak tahu kapan Eriksen mulai berlatih di Odense atau berapa lama dia berencana untuk berlatih di sana.

HY

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Bos Tim Williams Positif Covid-19 Jelang Grand Prix Arab Saudi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kepala tim Williams Jost Capito positif COVID-19 dan tidak akan berada di Arab Saudi untuk balapan seri penultima musim yang digelar di Jeddah akhir pekan ini.

Balapan di Jeddah akan menjadi momen bagi tim Williams melakukan penghormatan kepada pendirinya, Frank Williams, yang meninggal dunia pada usia 79 tahun, pada Minggu lalu.

Sementara Capito, yang mengambil alih kepemimpinan Williams pada Februari lalu, kedapatan positif COVID-19 sebelum terbang ke negara Teluk itu.

“Jost saat ini mengikuti panduan otoritas kesehatan nasional Inggris Raya. Tidak ada dampak yang lebih luas terhadap personel Williams Racing dan tim akan terus beroperasi di trek seperti yang direncanakan,” demikian pernyataan resmi tim Williams, seperti dikutip Reuters.

Tim yang bermarkas di Inggris itu memiliki sejarah dengan Arab Saudi, yang akan menggelar balapan F1 untuk pertama kali, ketika maskapai nasional negara kerajaan itu menjadi sponsor tim pada akhir 1970-an dan awal 1980-an.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC