Nasional

Obituari Fathan Subchi: Perjalanan dari Aktivis PMII hingga Anggota BPK RI

Channel9.id – Jakarta. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2024–2029 Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026). Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) itu meninggal dunia saat menjalani pengobatan di Rusia.

Kabar duka tersebut disampaikan DPP PKB RI lewat akun resmi Instagramnya, Minggu (25/10/2026). Keluarga besar PB IKA PMII juga telah mengkonfirmasi kabar duka tersebut.

“Telah Meninggal Dunia Ketua UMUM IKA PMII Sahabat H. Fathan Subhi di Rusia mohon maafkan salah dan Khilafnya dan Mohon doanya utk sahabat Kita Alfatihah,” demikian disampaikan Insan Purnama salah seorang Pengurus IKA PMII yang diterima Channel9.id di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Fathan Subchi dikenal sebagai politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pernah menjabat anggota DPR RI selama dua periode sebelum melanjutkan pengabdiannya di lembaga pemeriksa keuangan negara.

Lahir pada 11 Februari 1970, Fathan mengawali perjalanan organisasinya melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah memimpin Pengurus Cabang PMII DKI Jakarta pada 1995–1996 dan menjadi Ketua Pengurus Besar PMII pada 1997–1998.

Kiprahnya di organisasi kemahasiswaan tersebut berlanjut setelah ia memasuki dunia politik. Fathan kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) periode 2025–2030, meneruskan keterlibatannya dalam organisasi yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.

Latar belakang pendidikan Fathan berakar pada pendidikan keagamaan. Ia menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah, Betahwalang, dan lulus pada 1982. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Kalijaga, Bonang, hingga 1985, sebelum menyelesaikan pendidikan di Pendidikan Guru Agama (PGA) Salatiga pada 1988.

Fathan meraih gelar sarjana dari Institut Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta, pada 2001. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, pada 2022, serta sempat menempuh program doktor di universitas tersebut dan Universitas Brawijaya, Malang.

Selain aktif di PMII, Fathan terlibat dalam sejumlah organisasi keagamaan. Pada 2005–2009, ia menjadi anggota Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Umat Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada periode yang sama, ia juga menjadi pengurus Lembaga Perekonomian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU).

Keterlibatan dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat turut mewarnai perjalanan kariernya. Pada 2005–2012, Fathan menjabat Direktur Induk Koperasi Syirkah Muawanah NU di Jakarta. Ia juga pernah menjadi komisaris PT Aman Sinar Lestari pada 2005–2010.

Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan kiprah di lingkungan pemerintahan. Pada 2013–2014, Fathan dipercaya menjadi staf khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sebelum terpilih sebagai anggota DPR RI dari PKB pada Pemilu 2014.

Fathan mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak. Ia kembali terpilih untuk periode 2019–2024, sehingga menjalani dua periode sebagai anggota DPR RI.

Selama berada di parlemen, Fathan bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan, serta perencanaan pembangunan nasional. Ia juga pernah dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, posisi yang berkaitan dengan pengawasan kebijakan di bidang keuangan dan perekonomian.

Di internal PKB, Fathan pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PKB pada 2015–2019. Ia kemudian menjadi Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan DPP PKB untuk periode 2019–2024. Pada 2015–2019, ia juga memimpin Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII DKI Jakarta.

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di DPR pada 2024, Fathan melanjutkan kariernya di BPK RI untuk periode 2024–2029. Ia menjabat Anggota VI BPK, dengan lingkup tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di bidang kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan.

Dalam jabatan tersebut, bidang pemeriksaannya mencakup sejumlah kementerian dan lembaga di tingkat pusat, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kebudayaan, BPJS Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain pemeriksaan pada kementerian dan lembaga, Fathan membawahi pemeriksaan keuangan daerah dan kekayaan daerah yang dipisahkan di sejumlah provinsi. Ia juga mengarahkan pemeriksaan investigatif sesuai dengan lingkup bidang yang menjadi tanggung jawabnya.

Di luar jabatan publik dan organisasi, Fathan juga berkiprah di dunia akademik. Sejak 2022, ia tercatat mengajar sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Perjalanan Fathan Subchi mencakup berbagai bidang, mulai dari aktivisme mahasiswa, organisasi keagamaan, koperasi, pemerintahan, hingga legislatif dan pemeriksaan keuangan negara. Kepergiannya pada Minggu (25/10/2026) mengakhiri perjalanan seorang tokoh yang menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan organisasi dan lembaga publik.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

60  +    =  61