Connect with us

Lifestyle & Sport

Olahraga Biasanya Bugar, Kok Gampang Capek? Mungkin Ini Sebabnya

Published

on

Olahraga Biasanya Bugar, Kok Gampang Capek? Mungkin Ini Sebabnya

Channel9.id-Jakarta. Rutin berolahraga mestinya membikin Kamu bugar. Namun, di waktu-waktu tertentu, Kamu mungkin merasa olahraga justru membuatmu begitu tak bertenaga, mudah lelah, hingga akhirnya menghentikan sesinya. Apakah Kamu pernah mengalami hal ini?

Ya, mungkin pernah: lebih lelah dari biasanya. Sayangnya, Kamu sendiri tak tahu penyebab pastinya. Nah, kali ini, hal tersebut akan diuraikan di sini.

Baca juga : Jangan Konsumsi Makanan Pedas Sebelum Olahraga!

Sejatinya kondisi itu bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kesehatan, makanan yang dikonsumsi, hingga kurangnya waktu istirahat. Mengalami sejumlah di antaranya dalam satu waktu akan memicu rasa lelah berlebih daripada biasanya.

Nah, berikut ini kemungkinan yang membikin Kamu gampang lelah selama olahraga.

1. Tidak memberi waktu tubuh istirahat
Tidak memberi jeda untuk beristirahat bisa menjadi penyebab Kamu mudah lelah saat olahraga. Ketika otot lelah, tandanya tubuh sedang stres. Bahkan, Kamu bisa cedera serius dan mengalami masalah mental jika memaksa tubuh tetap berolahraga tanpa jeda istirahat.

Oleh karena itu, Kamu disarankan untuk mengistirahatkan tubuh, paling tidak dua hari dalam seminggu.

2. Kurang tidur
Waktu tidur malam yang disarankan yakni 7-9 jam. Nah, bagaimana denganmu? Jika kurang dari waktu yang disarankan, mungkin hal ini menjadi penyebab Kamu gampang lelah saat olahraga.

Ketika Kamu kurang istirahat, produksi hormon kortisol akan meningkat. Kondisi ini akan memicu stres dan menghambat pemulihan tubuh dari stres. Hal ini juga bisa mengakibatkan rasa lelah yang berkepanjangan.

Maka dari itu, perbaikilah pola tidurmu.

3. Dehidrasi
Dehidrasi bisa membuat tubuhmu kekurangan volume darah. Kondisi ini, utamanya ketika berolahraga, jantung akan berdetak lebih cepat dan kuat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen ke otot. Ditambah lagi, tubuh berkeringat banyak sehingga kehilangan banyak cairan elektrolit. Jika asupan cairan tak cukup, tubuh menjadi gampang lelah ketika beraktivitas fisik.

4. Kurang karbohidrat
Saat mengikuti program diet, Kamu mungkin akan mengurangi asupan karbohidrat. Namun, jika Kamu menyertakan olahraga dalam dietmu, sebaiknya Kamu jangan sepenuhnya menghindari kabohidrat.

Meskipun tubuh bisa mengambil energi dari lemak dan protein, asupan karbohidrat bisa membuatmu lebih berenergi. Karbohidrat sendiri sumber energi utama tubuh, yang akan dipecah menjadi glukosa yang bisa membentuk energi.

5. Kekurangan zat besi
Tubuh akan mudah lelah jika Kamu kekurangan zat besi. Rendahnya zat besi bisa menurunkan kadar oksigen yang beredar dalam tubuh. Hal ini akan berdampak pada penurunan energi pada otot dan otak.

Apalagi saat menstruasi, di mana tubuh mengeluarkan banyak zat besi dalam darah.

Untuk mendapat zat besi, Kamu bisa mengonsumsi daging ayam dan ikan, lentil, kacang-kacangan, buah bit, brokoli, hingga sayuran hijau.

6. Obat-obatan
Selain itu, gampang lelah saat olahraga juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang Kamu konsumsi. Misalnya, obat golongan beta blocker yang bisa menurunkan tekanan darah dan obat golongan statin yang menurunkan kolestrol tinggi (Live Strong).

Obat beta blocker bekerja agar denyut jantung tak mencapai angka tertentu. Hal ini akan membuatmu cepat lelah karena darah yang terpompa ke otak dan otot menjadi tak cukup. Sementara, obat statin akan menghalangi coenzyme Q10, yang membuat nutrisi untuk produksi energi dalam tubuh. Bahkan, beberapa orang yang mengonsumsi obat ini mengalami kram otot atau kelelahan ekstra.

7. Masalah tiroid
Gampang kelelahan karena kehabisan energi saat berolahraga bisa juga disebabkan oleh gangguan tiroid. Adapun hormon tiroid sendiri berperan mengatur metabolisme tubuh, pun mengubah makanan sebagai energi.

Jika kadar hormon tersebut rendah, tubuhmu akan mudah lelah karena tak bisa memproduksi energi dari makanan. Untuk mengatasi masalah ini, Kamu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi zink, selenium, dan zat besi. Kamu bisa mendapatkan mineral tersebut dari rumput laut, telur, ikan, dan garam meja.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Beternak Burung Perkutut Saat Pandemi

Published

on

By

Di Tengah Pandemi Covid-19, Suami dan Istri Berhasil Budidaya Burung Perkutut

Channel9.id-Pasuruan. Pasuruan, Di tangan Harjono Utojo, beternak perkutut menjadi lebih mudah dan praktis. Meski demikian, anakan yang dihasilkan memiliki kualitas unggul dengan bukti banyak yang jadi juara.

Beternak perkutut pada prinsipnya tidak serumit beternak burung ocehan macam kacer, murai batu, kenari atau pun love bird. Setidaknya hal ini dibenarkan Harjono Utojo, selaku peternak perkutut “kawakan” asal Pasuruan Jawa Timur. Menurutnya, beternak perkutut tidak membutuhakan berbagai macam tahapan baku, trik, pakan khusus dan lainnya. Ditemani istri tercinta selama menekuni ternak perkutut.

“Yang penting, kita mengetahui betul karakter perkutut yang diternakkan termasuk kesukaan-kesuakaannya, maka kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan karakter itu terutama selama proses penjodohan,” kata Harjono Utojo kepada Kontes Burung di, farmnya Jl Sultan Agung No 38 Kota Pasuruan beberapa waktu lalu. Hanya dengan begitu, kata ia, sepasang perkutut akan mudah berjodoh untuk kemudian melahirkan generasi-generasinya.

“Jadi nggak sulitlah. Saya bergelut dengan peternakan perkutut ini sejak tahun 1998 hingga sekarang. Kuncinya ya itu tadi, mengetahui karakter sepasang perkutut yang dijodohkan,” tandas pria yang akrab disapa H. Ony itu.

Bagaimana sih prinsip beternak perkutut yang dilakukan H. Ony? Selidik punya selidik, calon indukan yang akan dijodohkan ternyata tidak harus berumur matang alias sudah birahi. “Idealnya, saya menggunakan calon indukan jantan maupun betina yang sudah berumur 2-3 bulan. Jadi tidak harus berumur lebih dari 6-7 bulan atau bahkan lebih dari 1 tahun,” papar H. Ony sembari berkelekar.

Meski calon indukan berumur belia, tapi membuat sepasang perkutut itu berjodoh lebih awal. Hal ini dikarenakan keduanya saling mengenal agak lebih lama sehingga ketika birahi, langsung keduanya cocok seraya melakukan perkawinan,” terangnya kepada Cahnnel9.id.

Ketika dijodohkan di dalam kandang, H. Ony juga serta merta memberikan pakan seperti pada umumnya pada perkutut. “Pakan yang saya berikikan merupakan pakan umum perkutut yang tentu di dalamnya mengandung gizi dan zat mineral yang tinggi,” paparnya.

Pakan yang dimaksudkan berupa oplosan antara millet merah, canary seed, jewawut dan gabah padi. Awalnya seluruh bahan pakan ini disiapkan dalam porsi yang sama. Kemudian dicampur jadi satu dalam satu wadah hingga benar-benar homogen. Seteah itu, pakan diberikan pada unit-unit kandang yang di dalamnya terdapat sepasang perkutut yang dijodohkan. Tidak lupa, di setiap kandang juga disajikan air minum bersih di wadah terpisah.

Pemberian pakan semacam ini dilakukan hampir setiap hari. Bahkan ketika pakan di wadah sudah habis, maka H. Ony memberikannya lagi. Demikian pula air minum yang selalu diganti setiap pagi dan sore.

Sebagai pakan tambahan, di dalam kandang juga diberikan tulang ikan sotong sebagai asinan. Menurutnya, tulang ikan sotong mengandung banyak zat calsium yang sangat berfungsi untuk meningkatkan kualitas cangkang telur.

Hanya dengan pakan begitu saja, sepasang perkutut akan cepat melakukan perkawinan ketika birahnya datang. “Jadi tidak sampai terjadi pertengkaran hebat antara jantan dan betina yang dijodohkan karena sudah mengenal lebih awal,” papar H. Ony.

Ketika perkutut betina bertelur, induk jantan dibiarkan di dalam kandang breeding. Demikian pula ketika anakan sudah menetas, induk jantan tetap dipertahankan di dalamnya. Pejantan malah turut berperan dalam membesarkan anak-anaknya karena juga berupaya melolohkan pakan pada si anaknya atau dalam artian ia bergantian dengan induk betina untuk melolohkan pakan pada anaknya.

Jikalau piyik perkutut sudah umur 1,5 bulan di dalam kandang breeding, baru ada langkah pemindahan. “Saat itu kami memindahkan piyik-piyik itu di tempat isolasi atau kandang khusus anakan ya. Dalam satu unit kandang yang berukuran 1 x 1 x 1.5 m, bisa diisi 10 – 15 anakan perkutut,” jelas H.Ony sembari menunjuk kandang anakan yang dimaksudkan.

Sampai kapan anakan berada di kandang isolasi itu? Selidik punya selidik, tergantung kondisi. “Kalau dipinang orang, ya kita lepas pada orang tersebut. Kalau akan diternakkan lagi, maka umur 2-3 bulan siap-siap dimasukkan ke dalam kandang breeding,” terang H. Ony. Tapi dalam kenyataannya, seluruh anakan yang berada di kandang isolasi, “ludes” terjual alias dipinang para penghobi dari berbagai kota di Indonesia.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Makanan Sudah Jatuh, Apakah Boleh Dimakan?

Published

on

By

Makanan Sudah Jatuh, Apakah Boleh Dimakan?

Channel9.id-Jakarta. Saat Kamu tak sengaja menjatuhkan makanan favoritmu ke lantai, mungkin Kamu langsung memungutnya dan memakannya. “Belum lima menit,” demikian Kamu bilang.

Sebagian besar orang di Indonesia pasti familiar dengan anggapan tersebut. Banyak yang percaya bahwa jika makanan mendarat di lantai atau permukaan lain dalam kurun kurang dari lima menit, maka makanan belum tercemar kotoran dan kuman.

Namun, hal yang menjadi soal ialah apakah makanan yang sudah jatuh aman dimakan?

Perihal keamanan makanan itu, pertama kali diteliti secara ilmiah pada 2003 oleh Jillian Clarke, seorang mahasiswa magang di laboratorium mikrobiologi di University of Illinois.

Clarke dan tim menemukan bahwa bakteri berpindah dari lantai halus ke makanan dalam waktu lima detik, lebih cepat dari lantai dasar. Bahkan perpindahan bakteri bisa lebih cepat lagi jika permukaan ubin lebih halus lagi.

Studi lain yang dilakukan oleh Paul Dawson, seorang profesor teknologi makanan di Clemson University, menemukan bahwa tingkat kekotoran lantai merupakan faktor yang lebih penting, daripada seberapa lamanya sepotong makanan jatuh di lantai.

Ia juga menunjukkan bahwa lebih baik untuk menjatuhkan makanan di lantai berkarpet daripada ubin atau lantai kayu. Pada karpet, kontaminasi bakteri di makanan kurang dari 1%, sementara pada lantai kayu kontaminasinya hingga 70%

Penelitian lainnya dari University of London, menyebutkan bahwa setiap makanan yang diuji di berbagai jenis permukaan, dengan berbagai jenis koloni bakteri dan jangka waktu berbeda, sama-sama tercemarnya. Untuk itu, peneliti menyarankan untuk membuang makanan jika telanjur jatuh, di permukaan mana pun.

Lantas, harus bagaimana?
Makanan yang sudah kepalang terkontaminasi bakteri bisa membuatmu sakit, apalagi jika ketahanan tubuhmu sedang lemah. Ditambah lagi adanya fakta bahwa sejumlah bakteri tergolong sangat ganas. Bakteri pun ada di mana-mana, nyaris tak ada tempat yang tak dihuni mereka, termasuk di tubuh manusia.

Jika lantai rumahmu kotor, nyaris pasti dipenuhi koloni bakteri ganas. Apa pun kondisi lantainya, makanan pasti terkontaminasi bakteri. Namun, disebutkan bahwa jika makanan teronggok selama lima detik, paparan bakteri lebih sedikit daripada saat teronggok satu menit. Meski begitu, tetap saja berisiko.

Jika memang Kamu ingin memungut makanan yang terjatuh karena “mumpung belum lima menit”, boleh saja. Namun, tak disarankan untuk anak-anak kecil dan golongan lanjut usia, menimbang imun tubuh mereka lebih lemah dan tak bisa melindungi mereka dari paparan bakteri.

Pada akhirnya, kita tak bisa menampik bahwa siapa pun bisa terjangkit penyakit dari bakteri di mana pun dan dengan cara apa pun. Meski demikian, penyakit akibat kontaminasi bakteri bisa dihindari dengan menjaga kebersihan, seperti rajin cuci tangan hingga mengolah makanan dengan baik dan benar.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Long COVID Jadi Prioritas Penelitian

Published

on

By

Long COVID Jadi Prioritas Penelitian

Channel9.id-Jakarta. Fenomena ‘Long COVID’ membawa dampak berkepanjangan pada penyintas COVID-19, namun belum jelas berapa lama dampaknya akan bertahan. Bahkan gejalanya pun belum diketahui pasti.

Adapun sejumlah gejalanya seperti rambut rontok, anosmia, kelelahan terus-menerus, kabut otak (brain fog) atau kemampuan mengingat, gangguan jantung, dan saraf.

Berangkat dari itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa fenomena ‘Long COVID’ menjadi prioritas untuk diteliti.

“Pada penderita gejala pasca COVID-19 memerlukan perhatian, agar gejala-gejala COVID-19 yang berkepanjangan bisa dipahami dan ditemukan cara pemulihannya. Ini adalah prioritas WHO paling penting,” ungkap Direktur WHO Eropa Hans Kluge kepada Reuters, Sabtu (27/2).

Kluge menjelaskan bahwa 1 dari 10 penyintas mengalami Long COVID selama 12 minggu atau lebih. Namun, WHO tak punya data yang jelas terkait jumlah pengidap Long COVID.

Sementara itu, Dokter Janet Diaz dari WHO mengatakan bahwa gejala long COVID bisa terjadi hingga hitungan bulan.

“Ini adalah gejala yang terjadi 1 bulan, 3 bulan, atau bahkan 6 bulan pasca terinfeksi COVID-19. Dengan pembelajaran lebih lanjut, durasi kasus long COVID bisa kita pelajari,” jelas dia.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC